Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
17. Terhanyut dalam perasaan


__ADS_3

Alisa sudah merasa lebih tenang setelah menceritakan semua pada Intan dan sudah mendapatkan nasehat dari sahabat terbaiknya itu.


Karena Intan sudah melihat sahabatnya sedikit lebih tenang Intan mengajak sahabatnya untuk berkunjung ke rumah nya Intan sekedar jalan-jalan atau melakukan hal yang biasa mereka lakukan seperti menonton sebuah film. Film yang biasanya mereka tonton bermacam-macam mulai dari film komedi romantis, laga, horor hingga drama kolosal dan drama romantis. Kali ini pilihan film mereka jatuh pada film yang bergenre drama romantis.


Mereka menonton sebuah film Indonesia yang berjudul "Tenggelamnya Kapal van der Wijck"


ceritanya hampir mirip dengan keadaan pernikahan Alisa dengan Rangga. Dimana tokoh Azis yang selalu kasar kepada istrinya dan tidak pernah menghargai istrinya.


Tidak terasa air mata Alisa meleleh melihat adegan saat Azis membentak Hayati dengan begitu kasar bahkan tidak jarang berprilaku seperti orang yang sangat jauh dari kata mencintai dirinya.


Walaupun tokoh Azis kasar terhadap tokoh Hayati, namun tokoh Hayati tetap hormat dan menghargai tokoh Azis suaminya. Karena sebuah pernikahan bukan hanya ada di dalam kertas namun adalah sebuah pertanggungjawaban kepada Tuhan.


Intan memperhatikan Alisa yang menangis karena menyaksikan adegan dalam film yang memang sangat menguras emosi dan Intan membiarkan Alisa terhanyut dalam perasaanya.


" Aku harus melakukan apa yang dilakukan Hayati kepada suaminya Azis, walau bagaimanapun aku adalah istri kodrat aku harus hormat pada suami" gumam Alisa kepada dirinya sendiri.


Tidak terasa Alisa dan Intan sudah menghabiskan waktu hingga malam , dan Alisa memutuskan untuk pulang kerumah Rangga pria yang sekarang sudah sah menjadi suami nya dan dia sekarang sudah menjadi nyonya Rangga Dika Ananta.


*************


Rangga pulang dari kantor namun tidak mendapati istrinya di dalam rumah. Namun dia tahu kalau istrinya pasti sedang berada dirumah orang tuanya yang tidak lain adalah mertuanya, itulah pikiran Rangga saat ini. Itulah sebabnya Rangga tidak pusing dengan keberadaan istri nya itu.


Namun tiba-tiba terdengar suara mobil dan handle pintu terbuka Rangga langsung menoleh ke arah sumber suara pintu terbuka itu dan dia menatap tajam ke arah Alisa yang muncul dari balik pintu.


" Maaf mas , aku terlambat pulang soalnya aku tadi pergi jalan-jalan dengan Intan " kata Alisa yang terbata-bata karena takut Rangga marah kepada dirinya lagi karena tidak mendapati istrinya itu tidak dirumah.


" Ya tidak apa, tapi kamu harus siapkan aku makan malam. Aku tidak perduli kamu capek atau pun lelah karena itu tugas kamu sebagai istriku" kata Rangga tanpa ekspresi.

__ADS_1


" Baik mas " jawab Alisa tanpa membantah titah dari suaminya dan segera pergi ke dapur untuk memasak makan malam untuk suaminya.


Alisa tidak memerlukan waktu lama untuk memasak makan sederhana untuk suaminya itu, dia hanya butuh waktu beberapa menit. Setelah semua siap Alisa kembali memanggil Rangga suaminya yang sedang duduk diruang TV menyaksikan club' bola kaki kesukaan nya" mas semua sudah siap mas ".


Rangga bangkit dari duduknya dan duduk di kursi meja makan. Dengan telaten Alisa melayani suaminya , mulai dari menyendokkan nasi ke atas piring hingga mengambil lauk pauk nya dan meletakkannya di depan Rangga.


Rangga mulai memasukkan makanan itu kedalam mulutnya " enak juga masakan Alisa ini, tapi aku tidak boleh memujinya " katanya dalam hati.


Rangga membanting makanan yang ada dihadapannya dan makanan beserta piring itu berhamburan di atas lantai.


Prang....


" Makanan apa ini ? Tidak ada enak-enak nya sama sekali. Aku mau makan diluar saja" kata Rangga sambil melangkah keluar meninggalkan meja makan.


Alisa yang mendengar apa yang dikatakan oleh Rangga itu bukan main terkaget dengan apa yang dilakukan Rangga " kamu kenapa mas? Maafkan aku jika masakan aku tidak enak mas" kata Alisa dengan suara berat karena benar-benar takut dengan perkataan marah Rangga suaminya.


Namun Rangga tidak mendengar apa pun yang dikatakan oleh Alisa lebih tepatnya tidak peduli.


Rangga tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap Alisa tahu kalau tangga serius dengan omongan nya.


Untuk kesekian kalinya Rangga berhasil membuat Alisa menangis dan sakit hati dengan semua perlakuan kasarnya.


Sebenarnya jauh di lubuk hati terdalam Rangga dia tidak tega untuk berlaku kasar dan meninggalkan Alisa bagaimanapun dia adalah sahabatnya sejak kecil. Namun karena dendam kepada Allah yang menuding kematian orang tua nya adalah Alisa itulah menjadi alasan Rangga membencinya.


***************


Alisa keluar menyusuri malam dia pergi ke sebuah taman yang dekat dengan tempat tinggalnya, dia memilih kursi taman yang diterangi oleh cahaya lampu taman tepat di atas tempat dia duduk sekarang.

__ADS_1


Dia menumpahkan air matanya tanpa berpikir orang lain akan melihatnya, dadanya sesak penuh dengan penyesalan karena semua yang terjadi pada dirinya saat ini itu semua karena dia tidak mau mendengarkan nasehat ibunya yang melarang dirinya untuk tidak menikah dengan Rangga. Tapi semua sudah terlanjur dan dia harus bisa menjalani biduk pernikahannya dengan Rangga apa pun keadaannya.


Setelah puas menumpahkan seluruh keluh kesahnya akhirnya dia kembali kerumah Rangga yang sekarang telah menjadi rumah tempat dia tinggal juga.


Rembulan malam menerangi malam saat itu diiringi dengan hembusan angin sepoi-sepoi dan semilir angin membelai lembut wajah Alisa.


Alisa sampai dirumah dia mencuci wajahnya di wastafel agar tidak ada sisa air mata yang berbekas di wajahnya.


Dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan mengenakan piyama tidur dan terbuai dalam mimpinya.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam suara mobil Rangga membuat Alisa terjaga dan dia memilih berpura-pura tertidur.


Colek


Suara pintu terbuka Rangga melihat Alisa yang dia pikir sudah terlelap mendengar semua kegiatan suaminya, yang pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Setelah selesai mandi dia terkejut melihat semua perlengkapan tidurnya sudah ada di atas tempat tidur " Alisa memang perempuan baik tapi aku tidak akan mencintaimu walaupun seberapa baik dirimu kepadaku aku tidak akan pernah menjatuhkan hatiku pada mu " lirihnya sambil memandang ke arah Alisa yang sudah tertidur.


Rangga mengenakan semua yang telah disediakan Alisa istri yang tidak dicintai itu.


Rangga memilih untuk tidur kembali di sofa dan sekali lagi dia terkejut dengan bantal dan selimut yang sudah disediakan.


Rangga merebahkan tubuhnya di atas sofa dan secara tiba-tiba Alisa menghampiri seraya berkata " mas kamu tidur di ranjang saja biar aku yang disofa kalau tidak biar aku tidur di kamar lain "kata Alisa dengan air mata yang sudah mengkristal dan berlalu ke luar dari dalam kamar.


" Apa dia mendengar semuanya sampai dia pergi dari kamar ini. Ahh bodoh amat terserah dia saja mau bagaimana, aku tidak mau urus " sambil melangkah ke arah ranjang dan dia kembali tertidur.


Bagaimana cerita selanjutnya jangan sampai ketinggalan dan jangan lupa like dan komen 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2