
Seminggu telah berlalu dan mereka kembali ke Jakarta untuk memulai aktivitas mereka dengan bekerja.
Namun ada perbedaan dari hari-hari Rangga biasanya, kali ini Rangga tinggal dirumah mertuanya karena pak Brata yang menyuruhnya. Lagi pula sampai saat ini , Rangga belum juga bisa meluluhkan hati Alisa.
Alisa memang wanita yang sulit di luluh kan, tapi Rangga sadar itu karena ulahnya sendiri.
Pagi ini mereka sarapan pagi bersama pak Brata, ibu Ratih juga Airin kecil tentunya.
"Ma... ambilkan aku roti dan tolong dong selainya , selai kacang ya ma" kata Brata meminta kepada sang istri.
"Ini pa..." Kata Ratih sambil tersenyum menyerahkan roti dengan selai kacang permintaan suaminya.
Sementara Rangga mengambil sendiri roti yang ingin disantap oleh dirinya dan Airin yang melihatnya langsung berceloteh " Om pangeran tante Alisa, kenapa ambil sendiri? Biar tante Alisa saja yang ambil bila perlu di buatin oleh tante Alisa".
Alisa yang mendengar terbatuk-batuk "huk..huk..huk..".
" Iya benar itu Alisa layani suami kamu , siapkan segala sesuatu yang Rangga butuhkan" kata Ratih ke putrinya.
"Iya tante kayak oma dan opa" kata Airin.
"Biarin saja dia persiapkan sendiri, toh dulu aku buat begitu tidak dihargai" kata Alisa.
Pak Brata menatap tajam ke arah Alisa dan Alisa langsung ciut.
"Iya pa...aku akan layani Rangga" kata Alisa. " Kemarikan rotinya biar aku oles selai, kamu mau selai apa?" Kata Alisa menahan amarah dengan gigi yang rapat.
" Aku mau coklat Al" kata Rangga sambil tersenyum kaku.
Setelah Alisa mengoleskan selai coklat dia menyerahkan kepada Rangga "nah makanlah".
Rangga mengambilnya dari tangan Alisa dan memakannya.
__ADS_1
"Gitu dong...suami istri harus romantis" kata Airin sambil memakan rotinya dan tersenyum.
Pak Brata dan ibu Ratih pun juga ikut tersenyum.
" Al...kamu kerja di kantor Rangga saja" kata Brata.
" Tidak pa...aku lebih suka di kantor papa saja"
" Biar kamu lebih bebas bertanya kepada Rangga, lagian sekertaris nya Rangga lagi cuti melahirkan. Iya kan nak Rangga?" Kata pak Brata menanyakan ke pada Rangga.
" Iya pa...tapi kalau Alisa tidak mau , tidak usah dipaksa pa" jawab Rangga.
"Tuh...pa orang nya saja tidak maksa, kok papa yang maksa sih?" Kata Alisa.
"Pokonya kamu pindah ke kantornya Rangga titik" kata pak Brata.
Lagi dan lagi Alisa tidak bisa berbuat apa-apa dan harus menuruti perintah Brata.
Alisa masuk ke dalam mobil Rangga , karena Rangga tidak masuk-masuk juga akhirnya Alisa berteriak "cepetan dong entar terlambat malu tau".
"Iya...bentar Al" saut Rangga sambil berlari kecil menuju mobil.
"Al.. jangan kayak Tarzan gitu dong...lembut sedikit kamu jadi seorang wanita, masa panggil suami kayak gitu." kata Ratih yang mendengar Alisa berteriak memanggil menantunya yang dulu tidak dia harapkan menjadi suami dari Alisa.
Alisa hanya diam tanpa menjawab apa yang dikatakan oleh Ratih ibunya.
Rangga pun berpamitan "pa ..ma...kami berangkat dulu ya" seru Rangga sambil melajukan mobilnya.
Ratih dan Airin melambaikan tangan kepada Rangga dan Alisa, pak Brata juga berangkat ke kantor.
********
__ADS_1
Didalam perjalanan menuju kantor Alisa hanya diam dan Rangga fokus dengan jalanan yang ada di depan matanya " aku benci kamu mas" Alisa membuyarkan kebisuan.
"Aku sayang kamu Al" balas Rangga.
Sontak mata Alisa terbelalak mendengar perkataan Rangga "aku serius mas...aku benci kamu dan tidak lagi bercanda" kata Alisa sambil memanyunkan bibirnya.
"Aku juga serius aku sayang kamu" kata Rangga yang masih fokus dengan jalanan yang di lewati saat ini
Alisa yang mendengar langsung memukul bahu Rangga dengan kuat , sehingga Rangga harus menepikan mobilnya dan dia langsung menyandarkan tubuh Alisa ke sandraan kursi mobil dan langsung mencium bibir Alisa yang terus seperti petasan cabai.
Alisa terdiam mendapatkan reaksi seperti itu dari Rangga suaminya "jika kamu tidak bisa diam aku akan melakukan itu lagi kepada kamu Alisa. Sudah habis kesabaran aku menghadapi kamu. Kamu harus bisa terima bahwa takdir kamu memang lah bersamaku, bukan lelaki yang lain" tegas Rangga kepada Alisa yang sekarang hanya bisa diam.
Alisa menggunakan tangan nya dan menghapus bekas ciuman Rangga itu dan Rangga hanya tersenyum sinis melihat Alisa yang menghapus bekas ciuman Rangga dibibir Alisa itu.
Alisa menghapus bekas ciuman itu hingga lipstik Alisa yang tadinya cetar kini tidak bersisa.
Akhirnya Alisa mengambil lagi lipstik dari tas nya dan mengoleskan lagi ke bibirnya agar kembali merona. Alisa juga tidak lupa untuk menancapkan bedak karena sebagian bedak diarea bibir ikut terhapus.
Setelah lipstik dan bedak tertancap Alisa kembali diam dan hanya memandang keluar jendela dan tidak lagi bersuara.
Rangga yang melihat Alisa hanya tersenyum dan berkata "kenapa kamu tidak mengoceh lagi?" Tanya Rangga kepada Alisa.
Alisa tidak menjawab hanya menatap datar dan dengan penuh kebencian.
Rangga yang melihat tatapan Alisa itu langsung berkata "kenapa mau dicium lagi?".
"Cih" Alisa hanya berdecak pertanda bahwa dia tidak suka dengan pertanyaan Rangga.
Begitulah mereka hanya diam sampai di kantor.
Apa yang terjadi berikutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏
__ADS_1