Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
24.Pertemuan


__ADS_3

Hari berganti dan Alisa menjalani hari-harinya dengan terus membatu orang-orang yang memerlukan bantuan. Sebagai kepala yayasan dia selalu sibuk untuk mencari dana demi kelangsungan hidup orang-orang yang menggantungkan bantuan dari yayasannya. Semakin hari semakin banyak saja orang yang membutuhkan bantuannya sehingga Alisa harus dilakukan terobosan agar dana yang dikumpulkan semakin banyak.


Alisa berencana untuk membuat suatu kegiatan pagelaran seni dan mengundang semua pemimpin perusahaan yang mau ikut serta memeriahkan dan memberikan bantuan kepada yayasan yang dia pimpin.


Ananta grup


"Pak apa bapak mau ikut untuk menjadi donatur dalam malam kegiatan sosial yang akan diselenggarakan di gedung serbaguna Dang Purnama?" Kata Ari , karena Rangga memang suka dengan kegiatan sosial.


"Boleh , tapi...itu dalam rangka apa dananya?" Tanya Rangga lagi.


"Untuk orang-orang yang terkena kangker pak"


"Yayasan apa yang akan menggalang?"


"Yayasan Al Dermawan kalau tidak salah pak , bapak bisa melihat isi undangan ini" Ari menyerahkan undangan.


Rangga terkejut melihat nama Alisa Dwi Brata yang tidak lain adalah nama mantan istrinya.


"Baiklah saya akan ikut sendiri saya dan kamu yang akan pergi kesana. Saya tidak mau diwakilkan. Saya juga ingin bertemu dengan pemilik yayasan ini , tolong kamu bantu saya" kata Rangga antusias dan penuh kegembiraan.


"Baik pak saya permisi dulu dan saya akan atur pertemuan bapak dengan pemilik yayasan" Ari menunduk memberi tanda hormat dan kembali ke ruang kerjanya.


Setelah Ari pergi kembali Rangga memegangi undangan itu dan terus bertanya apakah benar nama yang tertera diundangkan itu adalah nama mantan istrinya. Karena selama ini pak Brata tidak mau memberikan alamat Alisa dengan alasan Alisa yang meminta karena Alisa ingin menenangkan diri.


Begitu juga di Adma Jaya Grup Tommy juga penasaran dengan pemilik yayasan itu karena nama itu tidak asing baginya.


Tommy pun berniat untuk pergi sendiri dan akan memberikan bantuan dana dan jika nama yang tertera itu adalah Alisa yang dia kenal selama ini , dia tidak akan pernah melepasnya lagi dan Tommy berniat untuk mengejar cintanya. Karena saat ini Alisa berstatus sendiri bukan istri orang lagi.


**********


Saat malam amal itu pun tiba Rangga tampil dengan rapih. Dia ingin menunjukkan kepada semua orang kalau dia serius dan sangat menghargai acara ini. Hatinya dipenuhi oleh rasa rindu teramat dalam kepada Alisa. Setimnya selalu terukir di bibirnya dan matanya sangat bersinar memancarkan isi hatinya.



Begitu juga dengan Tommy tidak kalah tampan , entah apa yang ada dipikiran ke dua lelaki ini mengapa harus terlihat sempurna padahal hanya acara amal.


Tommy berjalan sambil tersenyum berharap apa yang dia pikirkan tetang pemilik yayasan itu benar adanya bahwa pemilik yayasan adalah wanita yang selama ini dia cari dan impikan.



Tanpa kedua lelaki itu tahu bahwa mereka berada di tempat yang sama namun tempatnya sedikit berjauhan.

__ADS_1


Alisa juga ada ditempat yang sama hanya saja dia duduk di barisan kursi yang paling depan.


Acara itu dipimpin oleh salah seorang presenter TV yang terkenal dan sangat kocak.


Presenter itu memanggil pemilik yayasan dan dua pasang bola mata tidak berkedip sedetikpun, menunggu sosok pemilik yayasan.


Seorang wanita berparas cantik dan anggun berjalan menuju podium untuk memberikan sambutan untuk para calon donatur.


Kembali dua pasang mata itu berbinar tak kala melihat sosok wanita yang berdiri di atas podium.


"Alisa" gumam Rangga.


" Alisa" gumam Tommy.


Ari yang mendengar atasannya itu bergumam langsung bertanya "apa bapak mengenal beliau pak?".


"Tentu aku mengenalnya Ari, dia mantan istriku" kata Rangga pada Ari asistennya itu.


"Apa itu Bu Alisa pak, kok beda ya lebih..." Kalimat Ari tersendat.


"Lebih apa, maksud kamu?" Rangga penasaran.


"Lebih cantik dan segar dan juga begitu menawan" puji Ari.


"Bagaimana Ari apa kamu sudah mengurus pertemuan saya dengan Alisa" kata Rangga ke asistennya itu.


"Sudah pak, setelah acara ini bapak bisa langsung menemui ibu Alisa" jawab Ari.


Setelah selesai memberikan kata sambutan Alisa kembali duduk di kursinya tanpa dia sadar ada dua orang pria yang menunggu dirinya.


Setelah acara amal itu selesai dan dana yang terkumpul cukup banyak dan membuat Alisa senang karena semakin banyak dana yang terkumpul maka semakin banyak orang-orang yang akan tertolong.


"Maaf ibu ada yang mau ketemu dengan ibu" kata salah satu panitia kepada Alisa.


"Siapa pak?" Tanya Alisa ramah.


"Itu buk salah seorang dari donatur , katanya bapak itu ingin menjadi donatur tetap" kata panitia itu.


"Baiklah antar kan saya ke padanya" ajak Alisa sopan.


Setelah sampai diruangan dimana orang yang dimaksud oleh salah satu panitia itu, panitia itu pergi meninggalkan Alisa agar dapat berbicara bebas.

__ADS_1


Seorang pria yang berdiri sendiri dengan setelan jas membelakangi pintu masuk sambil menerima telepon itu adalah Rangga. Setelah Rangga selesai dengan percakapannya Rangga memasukkan kembali ponselnya ke saku celananya.


Alisa yang melihat pria itu telah selesai dengan urusannya langsung berkata "selamat malam pak, apa benar bapak ingin bertemu dengan saya?".


Deg...


Jantung Rangga berdetak kencang seakan tidak percaya suara itu kembali terdengar di telinganya. Rangga langsung memutar tubuhnya ke belakang mencari sumber suara.


"Kamu' kata Alisa yang tidak bisa menutupi rasa kagetnya.


"Ya ini aku Alisa" Rangga memeluk tubuh Alisa dengan begitu erat hingga tubuh Alisa terkunci. "Aku merindukan mu, aku mencintaimu".


"Lepaskan aku , aku akan pergi dan batalkan saja niat mu untuk jadi donatur tetap di yayasan kami" kata Alisa cetus.


Suara tepuk tangan terdengar begitu nyaring memecahkan kesunyian malam "kalau dia tidak mau jangan kamu paksa dong ... Brother. Alisa sudah tidak mau bertemu dengan mu kenapa harus kamu paksa" kata Tommy dengan nada mengejek.


"Tommy...kamu disini juga?" Alisa juga kaget dengan apa yang baru saja dia lihat.


"Iya aku disini dan aku tidak mau kehilangan kesempatan lagi untuk kedua kalinya" kata Tommy penuh emosi dan perasaan yang gunda gulana.


"Maksud kamu apa? Kesempatan apa?" Kata Alisa menuntut penjelasan.


"Iya aku tidak mau kehilangan kamu kedua kalinya , setelah dulu kau menyerahkan cinta mu kepada lelaki yang tidak pernah menganggap dirimu. Kali ini aku ingin menjadikan mu pendamping hidup aku, walaupun dengan setatus mu yang sekarang. Aku mau menua bersama mu, aku mau kau menjadi milikku sampai maut yang memisahkan kita" walau dengan perasaan takut ditolak namun Tommy tetap memberanikan diri.


Sementara Rangga yang mendengar ungkapan cinta dari Tommy terkejut melihat Tommy juga ingin mendapatkan cintanya Alisa.


"Kalian semua gila, aku tidak mau" kata Alisa sambil melangkah meninggalkan dua lelaki itu.


Kedua lelaki itu hanya mampu menatap bahu Alisa yang semakin menjauh.


Tiba-tiba Tommy memukul pundak Rangga pelan.


Plak


" Kita bersaing secara sehat bro, karena posisi kita sama. Sama-sama ingin mencari cinta" dengan senyum devil mengembang diujung bibirnya.


"Aku terima tantangan mu , kita sama-sama pasang umpan. Kita lihat umpan siapa yang dimakan" tantang Rangga tanpa gentar.


Rangga pergi meninggalkan Tommy dan menyusul Alisa untuk meminta maaf dan mencoba memulai kembali hubungan mereka dari awal. Tapi apa mau dikata segalanya telah terjadi dan Alisa masih enggan untuk bertemu dengan Rangga dan dia memilih untuk pergi meninggalkan Rangga.


Rangga kembali mengejar Alisa dan Alisa pura-pura tidak mendengar suara Rangga memanggil dirinya dan memilih langsung masuk kedalam mobil yayasan dan kembali ke yayasan.

__ADS_1


Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏


__ADS_2