
Akhirnya saat itu pun tiba di mana hari yang sangat dinantikan oleh Alisa yaitu hari pernikahan dirinya menjadi ratu sehari dengan bersanding di pelaminan bersama pria yang sangat dia cinta yaitu Rangga Dika Ananta.
Alisa terlihat sangat anggun dan sangat cantik dengan senyum penuh kebahagiaan berjalan anggun menuju altar pernikahan. Semua orang yang melihat Alisa sangat kagum dengan kecantikan yang luar biasa, setiap mata seperti disajikan sebuah pemandangan yang begitu sempurna dalam wujud sesosok Alisa. Tidak ada kata bosan memandang ciptaan Tuhan yang begitu sempurna itu.
Dengan gaun kebaya putih yang dipenuhi payet sebagai ornamen kebaya dan riasan dengan warna yang soft dan membuat gaun yang di kenakan oleh Alisa membuat dia bertambah cantik dan begitu elegan.
Makeup nya bermain di daerah mata yang merupakan bagian yang paling menonjol dari wajahnya membuatnya semakin menawan dan bertambah cantik. Tidak ada kata yang mewakili kata untuk menggambarkan dirinya kecuali kata sempurna.
Begitu juga dengan Rangga yang memakai jas senada dengan kebaya Alisa yang memang terlihat keren bak seorang pangeran juga tidak berkedip melihat kecantikan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Tinggi tubuh seratus delapan puluh senti meter begitu tampak semakin gagah dengan balutan jas dan semakin terlihat lebih maskulin , Alisa pun juga kagum dengan ketampanan calon suaminya itu.
Mereka memang pasangan yang sangat serasi dan seimbang yang satu cantik dan yang satu tampan.
Ketika Alisa berjalan ke altar dan berdiri sejajar , Rangga semakin terpesona melihat kecantikan Alisa. Rangga semakin terpanah dan terperangah , Rangga baru menyadari kalau Alisa memang wanita yang sempurna. Rangga tidak sadar bahwasanya dia sudah terhanyut dalam perasaanya sendiri karena melihat wajah cantik Alisa "kenapa aku jadi begini kenapa aku jadi terpanah oleh kecantikan Alisa. Ingat Rangga kamu tidak boleh jatuh cinta kepada Alisa, ingat dia adalah penyebab orang tua kamu pergi untuk selamanya" kata Rangga lirih " ingat Rangga kau menikahinya karena sebuah dendam bukan karena cinta " katanya lagi untuk menguatkan dirinya sendiri bahwa ini pernikahan dendam bukan pernikahan karena cinta.
__ADS_1
Alisa hanya kembali tersenyum melihat sorot mata calon suaminya itu dan rasa deg-degan dan jantung yang hampir keluar dari dalam sarang tempatnya berada tak kala mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Setelah mereka diberkati dalam sebuah pernikahan Kudus.
" Pengantin pria boleh memberikan ciuman kepada pengantin wanita " kata pendeta dan Rangga mendaratkan ciuman itu tepat di kening Alisa. Ciuman pertama yang diberikan Rangga kepada seorang gadis yang tidak dia cinta.
Alisa yang mendapat ciuman kasih sayang tanda bahwa sekarang dia resmi menjadi nyonya Rangga Dika Ananta sangat berseri-seri dan terlihat sangat bahagia. Terkecuali Rangga senyum yang dia sajikan adalah senyum ke pura-puraan.
Akhirnya semua undangan tersenyum bahagia dengan ikrar suci sepasang pengantin itu termasuk pak Brata yang juga sangat menginginkan pernikahan ini terjadi sangat terlihat begitu bahagia, hanya saja tiga orang yang sangat tidak setuju menyaksikan ikrar suci itu yaitu Ratih, Tommy dan Intan karena mereka berpikir Alisa mencintai orang yang salah. Mereka sangat yakin kalau Rangga menikahi Alisa itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena dendam. Namun Alisa tidak pernah mau mendengar penjelasan dari ketiga orang yang sangat mencintai dirinya.
Ketika kedua mempelai meminta izin kepada orang tua untuk memberikan mereka restu, wajah Ratih nampak jelas tidak suka bahkan Ratih tidak mau menyentuh tangan Rangga saat bersalaman meminta restu kepada mertuanya itu.
Ratih hanya menunduk dan mendekatkan bibirnya ke telinga Rangga " Sampai kamu menyakiti putri kesayanganku lihat saja apa yang akan kau terima dari aku. Ingat itu aku tidak rela sampi hati putriku terluka oleh ulah mu " bisik Ratih ditelinga Rangga, Rangga yang mendengar perkataan Ratih hanya bisa menelan saliva nya sambil tersenyum kecut dan mengepalkan tangannya.
Ratih juga menatap tatapan menantunya itu tajam dan sinis, seolah Ratih ingin menujunjuk kan pada Rangga dia tidak bermain-main dengan semua omongan nya.
Saat Alisa datang ke hadapan Ratih meminta maaf , Alisa hanya berkata dengan suara serak karena menahan rasa sedihnya" ma doakan kami ya ma agar rumah tangga kami langgeng ya ma " akhirnya Alisa tidak lagi menahan air matanya dia menangis haru Alisa memeluk mamanya.
Ratih juga membalas permintaan anaknya itu dengan mengangguk pelan tanpa menjawab dengan kata permintaan dari putri cantiknya itu. Karena sampai detik ini pun Ratih belum rela kalau Alisa menikah dengan Rangga.
Setelah selesai acara meminta restu giliran Intan menyalami sahabatnya itu " selamat ya alisa, hati-hati kamu harus jaga diri. Karena kami menikah dengan orang yang salah dan dia tidak punya hati dan perasaan" Intan memeluk sahabatnya itu dengan erat dan dia juga menangis.
__ADS_1
Alisa hanya memukul pundak Intan pelan " tidaklah suamiku ini baik kok , kamu tidak perlu kuwatir, dia pasti menjaga aku dengan baik. Kamu harus percaya itu " sambil merangkul tangan Rangga dan mengglayut manja disamping pria yang baru saja menjadi suami nya itu dan kali ini Rangga tersenyum melihat istrinya itu.
" Ye tidak percaya awas saja kalau nanti kamu ngadu ke kita ya? Ya enggak Tom?" Kata Intan sambil memainkan matanya kearah Tommy.
Tommy hanya tersenyum getir dan wajahnya menjadi pias karena orang yang sangat dia cintai kini menjadi milik orang lain.
Tommy pun menyalami dan mengucapkan selamat, wajah Tommy tidak seperti biasa kini dia hanya bermuram durja. Ratih yang melihat Tommy seperti itu langsung mendatangi Tommy dan berkata " Tommy kamu tidak usah merasa sedih, Tante yakin kamu juga nanti akan bahagia dengan wanita pilihan hati kamu " kata Ratih membesarkan hati Tommy.
" Iya tante tapi, tante harus cariin aku yang cantiknya kayak Alisa dan begitu juga dengan pribadinya " seperti orang memohon kepada Ratih.
" Iya sayang tenang saja tante masih banyak stok keponakan " kata Ratih sambil tertawa.
" Beneran ya tan! " Desak Tommy.
" Iya sayang tenang saja " jawab Ratih.
Sementara Rangga jadi jengah melihat kedekatan Tommy dengan Ratih, rasanya dia ingin marah namun dia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali diam dan menjadi penonton keakraban Tommy dan Ratih itu.
Akhirnya acara pemberkatan dan resepsi pernikahan Alisa dan Rangga berakhir dan Rangga telah menyewa sebuah kamar president suite disebuah hotel bintang lima dengan bayaran yang pantastis untuk acara belah duren.
__ADS_1
Apakah malam pertama itu akan terlaksana dengan baik dan menghasilkan ikuti terus kisahnya dan jangan lupa like dan komen ya 😊🙏