Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
22.Perasaan yang aneh


__ADS_3

Setelah acara makan siang bersama sahabat selesai akhirnya dia minta Tommy untuk mengantarkan dirinya pulang sakit perut karena mendapat tamu bulanan.


Ketika dia sampai dirumah Alisa langsung masuk kedalam kamarnya dan beristirahat.


Ternyata Rangga juga sakit kepala namun karena masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan, Rangga memilih untuk beristirahat di rumah. Karena dia berpikir toh juga tidak ada orang dirumah untuk merawat dia itulah yang dipikirkan oleh Rangga. Kalau dikantor masih ada office boy yang bisa disuruh untuk membelikan obat atau apa pun yang dibutuhkan oleh dirinya.


Seperti saat ini dia ditemani oleh office boy yang setia menemaninya penuh hormat karena Rangga adalah atasannya berbeda jika dia dirumah walau ada istri tetap seperti hidup membujang.


Lama Rangga baru pulang dari kantor setelah pukul tujuh malam baru dia pulang, ketika ia melihat meja makan kosong "Kemana Alisa apa dia tidak pulang" gumamnya karena tidak mendapati sosok sang istri.


Akhirnya dia memutuskan untuk memesan menu makan malamnya dari aplikasi jasa makanan. Tidak lama dari waktu yang lama setelah dia memesan makanan itu akhirnya makanan itu tiba, dia sengaja membeli dua porsi yang satu untuk dirinya dan yang satu lagi untuk Alisa.


Setelah makanan yang dia santap Rangga pun langsung ke kamar dan mengistirahatkan tubuh nya , karena sakit kepala Rangga masih terasa dan efek meminum obat membuat dia merasakan kantuk yang cukup berat.


Sekitar jam dua belas malam Alisa terjaga karena perutnya keroncongan sehingga dia terjaga dan turun ke bawah untuk mencari makanan. Dia membuka pintu lemari es namun tidak mendapati apapun bahan yang bisa diolah. Alisa hanya meminum air putih yang ada didalam teko dan terletak di atas meja makan.


Alisa terbelalak melihat sebuah bungkusan yang berisi makanan dan tanpa berpikir panjang dia langsung menyantap dan menikmati makanan itu. Setelah dia kenyang baru dia sadar "ini makanan dari mana? Apa mas Rangga sudah pulang" pikir Alisa.

__ADS_1


Alisa langsung menyibak tirai dan dia melihat mobil suaminya sudah terparkir di halaman rumah mereka dan dia baru sadar kalau suaminya itu sudah ada dirumah. Dia juga berpikir kalau makanan yang dia nikmati tadi adalah punya suami nya " mampus aku bisa mati aku" gumamnya lagi.


Dengan rasa bersalah Alisa kembali ke dalam kamar dan mencoba menutup matanya namun tak jua terlelap. Tanpa Alisa sadar matahari bersinar menandakan pagi sudah datang.


Alisa langsung ke dapur menyiapkan segala keperluan Rangga dan setelah selesai dia memilih duduk menunggu Rangga untuk sarapan seperti biasa. Namun Rangga tidak juga muncul, Alisa memilih melupakan tentang makanan Rangga yang dia makan semalam dan dia memilih pergi keluar kompleks tempat perumahan Rangga. Dengan gaya tomboy dia berjalan dengan tangan berada di kantong celana nya. Dengan topi pet rambut tergerai , mendatang panas sinar matahari.


Setelah cukup keringat yang dia dapat Alisa, kembali kerumah dan langsung membersihkan dirinya.



Sementara Rangga juga berolahraga pagi dengan mengangkat barbel untuk sekedar mencari keringat dan memang olahraga adalah satu-satunya kegiatan yang sering dilakukan oleh Rangga. Sekujur tubuh penuh peluh dan basah oleh keringat yang keluar dari dalam tubuh Rangga. Peluh dan keringat itu menambah ketampanan Rangga. Dengan bertelanjang dada dan memamerkan roti sobek diperut membuat siapapun yang memandang ke Rangga , pasti semua perempuan akan jatuh hati.



Rangga yang melihat Alisa hanya bersikap biasa-biasa saja malah heran dengan sikap dingin istrinya itu. Hal itu membuat Rangga semakin penasaran dengan Alisa. Kenapa Alisa tidak seperti saat dulu yang selalu mencari-cari perhatian kepada Rangga.


"Aku pergi...kamu sarapan sendiri saja karena aku sudah dijemput oleh Tommy. Ooh ya terimakasih makanan semalam" ucapan cetus itu terlontar dari mulut Alisa.

__ADS_1


Rangga yang mendengar perkataan Alisa hanya diam tanpa menjawab pesan istrinya itu. Entah dia marah atau cemburu sehingga dia tidak menjawab atau marah pada Alisa yang selalu dijemput dan diantar pulang oleh Tommy. Atau karena kecuekan Alisa terhadap Rangga saat ini? Hanya Rangga yang bisa menjawab.


Rangga kembali menyibakkan tirai gorden dan menatap ke arah mobil yang ditumpangi oleh istrinya itu hingga tidak lagi terlihat. Dia sarapan sendirian ada rasa sepi yang merasuk dihari Rangga, namun dia tidak pernah merasa seperti ini. Pagi ini memang berbeda tidak seperti saat istrinya belum bekerja, walau Rangga tidak pernah mencintai Alisa tapi Alisa selalu perhatian dan menemaninya makan. Tapi semakin kesini Alisa seperti nya memang sudah tidak perduli dan mungkin sudah menyerahkan dan memilih untuk berpisah dari Rangga.


Alisa hanya tersenyum sinis ,melihat kearah luar jendela sambil menikmati perjalanan menuju kantor dan Tommy berkonsentrasi pada jalanan yang sekarang ada didepannya. Tidak terasa air matanya kembali jatuh namun dia cepat-cepat menyekanya agar Tommy tidak bertanya macam-macam padanya.


" Tuhan terima kasih atas segala nikmat yang engkau berikan kepada diriku, Tuhan nasib pernikahan ku juga ku serahkan ke tangan Mu" Alisa menyerahkan pernikahannya kepada Tuhan karena memang dia tidak tahu lagi bagaimana nasib pernikahan dirinya. Dia hanya menyerahkan semua kentangan Tuhan. Apa pun yang terjadi dia pasrah. Semakin hari semakin hilang terhadap Rangga.


Alisa pernah mendapat pertanyaan dari salah seseorang ibu sesaat sebelum dia menikah dengan Rangga. " Nak.... seberapa persen rasa cinta yang kamu miliki kepada calon suami mu ini?" kata ibu itu dan memandang retina mata Alisa kalau-kalau ada kebohongan disana.


Namun tanpa ada jeda dan ragu Alisa menjawab pertanyaan dari ibu itu dengan cepat "seratus persen dong Bu" .


Si ibu yang mendengar langsung tersenyum dan Alisa bangga dengan jawaban nya pasti si ibu akan memujinya. Namun di luar dugaan Alisa si ibu menjawab "yakin?".


"yakinlah Bu, ibu kan bisa lihat dari sorotan mata saya". kata Alisa lagi tanpa ragu.


" yakinlah nak suatu saat cinta kamu akan berkurang seiringnya waktu karena gelas cinta mu sudah penuh tapi kamu paksa untuk terus diisi. Suatu saat cintamu akan hambar begitu pun sebaliknya" kata ibu itu dengan mengusap lembut punggung Alisa.

__ADS_1


Sampai sekarang Alisa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh si ibu itu. Saat ini memang cintanya sudah semakin hilang terhadap Rangga, dia juga tidak tahu mengapa.


Apakah sebenarnya yang dimaksud oleh si ibu itu? ikuti terus kisahnya dan jangan lupa like dan komen 😊🙏


__ADS_2