Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
23. Surat cerai


__ADS_3

Hari Sabtu adalah hari yang sangat di tunggu oleh semua pegawai dan Alisa berleha-leha di halaman belakang rumah Rangga, sambil menata tanaman yang sudah nampak tidak terurus dengan baik. Banyak tanaman yang harus ganti metam (media tanam) karena sudah kekurangan nutrisi.


Alisa sibuk sekali dengan tanaman itu sampai dia tidak menyadari kalau Rangga sedang memperhatikan dirinya dari atas balkon. Rangga tersenyum karena taman mamanya itu seperti kembali bersemi setelah sekian lama tidak terurus dengan baik.


Rangga turun kebawah dan mendekati Alisa ke taman bunga itu " kamu suka bunga... Alisa?" Begitu lembut nada bicara Rangga.


Alisa kaget mendengar suara bariton itu walau lembut tapi terdengar tidak biasanya namun sebisa mungkin Alisa tidak menampik perbuatan itu mampu mengukir seulas senyum dibibir mungilnya. " Iya sedari dulu aku suka dengan tanaman". Jawabnya singkat.


"Apa kamu mau merawat taman ini untuk mama ku, karena taman ini almarhum mama ku yang buat"


"Tidak Rangga mungkin aku hanya beberapa bulan lagi disini biarlah , bagaimana mungkin aku bisa merawatnya?"


"Apa maksud kamu Alisa, apa kamu serius untuk pisah dari aku? Alisa aku mohon hilangkan niat jelek itu dari pikiran mu"


" Tidak Rangga aku sudah cukup menerima semua perlakuan kamu yang dingin ke pada ku. Aku sudah tidak sanggup kamu terus menyalahkan aku sebagai penyebab kematian orang tua kamu"


" Alisa bisakah kita memulai dari nol , aku akan mengikhlaskan kematian orang tua aku dan aku akan membuka hati untuk bisa menerima cinta kamu"


" Sudah terlambat Rangga. Aku....aku...sudah tidak punya cinta lagi kepadamu. Cintaku sudah menguap ketika kau tidak pernah menganggap aku sebagai istri mu seutuhnya hingga saat ini. Perlakuan kamu ke aku benar-benar tidak bisa aku maafkan. Aku milih tetap bertahan sampai enam bulan ini hanya untuk menjaga marwah keluarga"


"Alisa ku mohon pikirkan lagi"


"Tidak malam ini aku akan kembali ke rumah orang tua ku dan kamu bisa tanda tangan surat pisah kita, aku sudah meletakkannya di atas meja kerjamu. Waktu itu aku berharap saat meditasi kau bisa datang dan merubah pandangan dan perasaan ku saat itu, tapi kau biarkan aku mengurusnya. Karena ketidak hadiran dirimu perceraian kita berjalan tanpa hambatan dan apa yang kau lakukan itu mempermudah hakim untuk menjatuhkan kata cerai terhadap pernikahan kita" Alisa pergi meninggalkan Rangga yang berdiri mematung dan hanya bisa menatap bahu Alisa yang semakin menjauh. Alisa menangisi perpisahannya, begitu juga Rangga.


Berat memang tapi harus Rangga akui ini semua karena kesalahannya sendiri.

__ADS_1


Rangga masuk kedalam rumah dan dia duduk diruang keluarga dan Alisa keluar dari dalam kamar sudah dalam keadaan rapih. Alisa berjalan dengan menarik koper milik nya saat pertama kali Alisa menginjakkan kakinya dirumah Rangga.


Ketika langkahnya mendekati pintu keluar "Al tidak bisakah kau ubah pendirian mu" Rangga berdiri didepan Alisa mencoba untuk menghalangi Alisa agar tidak meninggalkan dirinya.


" Aku mencintaimu Alisa. Ku mohon tetap disini kita mulai dari awal" kata Rangga sambil terus menghalangi langkah Alisa.


"Minggir aku mau keluar Rangga, aku tidak akan pernah merubah pendirian ku. Aku tidak perduli dengan semua yang kau ucapkan karena semua sudah terlambat" sambil menepis tangan Rangga dan keluar menuju Taxi online yang sudah terparkir ke di halaman rumahnya.


Rangga lagi-lagi hanya bisa menatap kepergian Alisa dengan merasa bersalah.


Sesampainya didepan rumah pak Brata dan Ratih , Alisa langsung masuk dan dengan menarik koper milik nya ke kamar tidurnya yang sudah enam bulan ini tidak ditempati.


Ratih yang menyadari bahwa Alisa datang tanpa memberi salam dan langsung masuk kedalam kamar pun , menyusul Alisa ke kamar putrinya itu.


Ratih langsung masuk tanpa permisi "Alisa kamu kenapa pulang bawa koper dan tidak bersama dengan Rangga?"


"Kenapa Al...kenapa jawab Al" Ratih semakin bingung karena Alisa tidak juga menjawab.


"Aku dan Rangga sudah bercerai"


"Kenapa kalian bercerai bukankah selama ini kalian baik-baik saja"


"Sebenarnya sejak hari pertama kami menikah hubungan kami sudah tidak baik-baik saja ma. Kami tidak pernah menjadi pasangan suami istri seutuhnya hiks hiks hiks" tangis Alisa pecah diperlukan Ratih mamanya.


Brata datang dan mendengar semuanya " sekarang kamu jelaskan kepada papa dan mama, apa yang sebenarnya terjadi sampai kalian memilih untuk bercerai" tanta Brata penuh perhatian kepada anaknya itu.

__ADS_1


Alisa menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir kenapa mereka bercerai dan kedua orang tuanya itu sangat mengerti dengan perasaannya dan enam bulan bukanlah waktu yang singkat untuk menahan semua rasa sakit hatinya.


" Nasi sudah jadi bubur , tidak mungkin lagi kalian bersatu karena akta cerai sudah ditangan. Papa hanya berharap keputusan ini tidak salah dan kamu harus bisa menerima konsekuensinya" jelas Brata.


"Rangga kalau saja kamu tahu bahwa penyebab kematian orang tua kamu bukan Alisa, kamu pasti akan menyesalinya. Namun ketika semua itu kamu ketahui semua sudah terlambat dan kamu akan terpuruk dalam penyesalan mu" kata pak Brata dalam hati.


Alisa hanya bisa pasrah dengan semua yang akan terjadi pada dirinya dengan status barunya.


Alisa juga memutuskan untuk pergi ke kota lain untuk merintis karier di kota lain agar tidak lagi bertemu dengan Rangga, karena Rangga pasti akan terus mencoba untuk menemui dirinya dengan alasan bertemu dengan papanya.


Uang bonus yang diberikan Tommy untuk nya lumayan besar dan dia mendirikan sebuah yayasan amal untuk bantu orang yang kurang mampu dalam menyembuhkan kanker.


Yayasan amal yang didirikan Alisa cukup bagus dan sudah banyak manfaat bagi orang yang terkena kangker.


Tidak terasa sudah tiga tahun sejak perceraian nya dengan Rangga, membuat Alisa sedikit tertutup terhadap lelaki. Banyak sekali lelaki yang mengejar cintanya maupun setatusnya adalah seorang janda.


Kecantikan dan kelembutan yang dimiliki oleh Alisa, membuat banyak pria dewasa menginginkan dirinya. Semua pria itu adalah donatur tetap di yayasanya semua orang-orang penting.


Namun perpisahan nya dengan Rangga menorehkan luka yang teramat dalam yang sangat susah untuk dirubah.


Yang tahu keberadaan Alisa dimana selain kedua orang tuanya hanya Intan yang tahu , Intan juga sering menyambangi sahabatnya itu. Sedangkan Rangga dan Tommy terus mencari keberadaan Alisa namun selalu gagal.


Rangga juga tidak berniat untuk menikah lagi karena sampai saat ini Rangga juga masih sangat mencintai Alisa dia hanya sibuk bekerja dan dia juga tidak tahu untuk apa hasil kerjanya itu kelak.


Begitu juga Tommy dia tidak pernah memikirkan pacar apalagi istri hidupnya hanya sibuk dengan pekerjaan.

__ADS_1


Apakah Alisa terus sendiri atau mendapat ganti? Terus ikuti kisahnya dan jangan lupa like dan komen ya 😊🙏


__ADS_2