
Setelah acara menginap dirumah mama Ratih dan papa Brata berakhir, Alisa dan Rangga kembali pulang kerumah.
"Sayang aku pengen banget makan sate kambing" kata Alisa kepada Rangga.
Rangga langsung melihat kearah jam dinding yang menunjukkan sudah jam dua belas malam.
"Sayang ini udah malam...besok saja ya? Aku juga sudah ngantuk".
"Aku maunya sekarang titik" kata Alisa sambil merajuk membelakangi suaminya.
"Hiks...hiks...sayang yang sabar ya, papa kamu tidak sayang sama kamu, dia suka kalau kamu nanti lahir ileran" katanya sambil mengelus lembut perutnya yang masih datar.
"Kok kamu bilang aku tidak sayang anak kita dan kalau lahir anak kita ileran ?" tanya Rangga kepada Alisa.
"Iya dong kamu tidak sayang karena tidak mau nurutin permintaan calon anak kita dan kamu tahu mas jika permintaannya tidak dituruti maka anak kita bisa ileran" kata Alisa dengan nada menyakinkan.
Rangga mencoba duduk dan mencerna kalimat Alya dalam pikirannya "ya sudah aku akan cari sate kambing nya aku tidak mau aku dibilang tidak sayang anak, apalagi kalau sampai anak ku ileran, aku tidak mau" kata Rangga sambil bangkit dari tempat tidur tanpa Menganti piyama tidur nya dia langsung lari ke arah mobil dan melajukan mobilnya untuk membeli pesanan istrinya.
Tidak menunggu waktu lama Rangga kembali dengan sate kambing yang diinginkan Alisa.
Rangga melihat istrinya itu sedang tertidur karena menunggu dirinya " sayang bagun dong....aku Uda bawa sate kambing yang kamu mau" kata Rangga sambil mendorong tubuh istrinya itu.
"Sayang aku tidak jadi makan satenya... karena tadi aku baca artikel ternyata ibu hamil tidak boleh makan makanan yang tidak matang secara sempurna" kata Alisa santai tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Terus sate ini mau di apakan Al..." kata Rangga kesal mendengar perkataan istrinya.
"Kamu makan sendiri saja mas... sayang kalau dibuang" kata Alisa.
"Ahh...aku malas makan sendiri dan lagi pula aku tidak lapar sayang..." Rangga langsung membawa makanan itu ke dapur.
"Hiks...hiks...kamu harus makan sayang....ini permintaan anak kita" kata Alisa terus menangis.
Rangga yang melihat Alisa menangis menjadi serba salah bagai buah simalakama dimakan mati emak tidak dimakan mati bapak. Dengan sangat terpaksa Rangga memakan makanan itu dengan wajah tidak senang.
Berbeda dengan Alisa yang melihat Rangga memakan sate kambing itu merasa bahagia sekali dan tersenyum "terimakasih sayang karena sudah mau mewakili aku menghabiskan makanan itu" sambil memberikan ciuman hangat di kening suaminya.
Rangga hanya tersenyum melihat tingkah laku Alisa istrinya itu , dan dalam seketika rasa kesal berubah menjadi sebuah rasa haru karena saat ini istrinya itu sudah sangat mencintai dirinya.
Alisa langsung memeluk tubuh kekar Rangga yang terdapat enam roti sobek itu. Keduanya menangis terharu , lama mereka berpelukan dan suasana semakin hening karena mereka larut dalam kehangatan.
"Sayang kita tidur ya karena besok pagi aku ada rapat " kata Rangga sambil tersenyum.
"Ayok mas aku juga uda ngantuk banget" sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju kamar tidur.
"""""
Keesokan paginya "oekk...oekk... oekk..." Alisa memuntahkan semua isi perutnya.
__ADS_1
Rangga panik melihat istrinya yang muntah-muntah "sayang kamu kenapa?".
"Sayang aku tidak apa-apa, ini biasa dialami ibu hamil muda namanya morning sick. Kamu tidak perlu kuwatir" Alisa menerangkan sambil mengeluarkan pipi suaminya.
" Tapi....kamu pucat sayang" kata Rangga yang tidak yakin kalau istrinya itu baik-baik saja. "Nanti sore pulang dari kantor kita harus ke dokter titik tidak ada koma dan bantahan" kata Rangga.
Alisa menundukkan kepalanya tanda mengerti.
Rangga langsung mandi sementara Alisa ke dapur untuk memasak makanan untuk sarapan dibantu asisten rumah tangga yang sengaja direkrut Rangga untuk meringankan beban Alisa karena saat ini istrinya itu sedang berbadan dua. Walaupun sebenarnya Alisa menolak karena dia merasa masih sanggup untuk mengerjakan semua tugas rumah.
Rangga bangun dan dia tidak mendapati istrinya disampingnya dan setelah dimelihat tumpukan baju kerja dan handuk diatas tempat tidur dia langsung tenang "berarti dia sedang di dapur" gumamnya.
Rangga pun langsung pergi mandi dan setelah memakai pakaian kerja yang telah dipilihkan oleh istrinya dan telah rapih dia turun menuju dapur.
Alisa yang melihat kedatangan suaminya itu langsung menatap kearah suaminya "sudah bangun sayang? Ayo sarapan kan kamu bilang kamu mau rapat pagi ini" kata Alisa sambil memeluk lengan suaminya dengan tersenyum.
Setelah selesai menyantap makanan pagi yang penuh cinta dari sang istri Rangga pun berpamitan karena asisten pribadi nya Ari telah mewanti-wanti agar sang CEO itu tidak terlambat karena pagi ini rapat yang sangat penting.
"Aku pergi dulu ya sayang" kata Rangga sambil mencium kening istrinya itu dan Alisa mencium punggung tangan suaminya.
Alisa mengantarkan sang suami hingga depan rumah dan setelah mobil sang suami tak terlihat baru memutuskan untuk pergi ke dalam rumah.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏 biar kita juga ga malas untuk up.
__ADS_1