
" Rangga bagaimana persiapan kamu untuk malam penganugerahan pemimpin perusahaan tersukses itu? Apakah kamu yakin bisa meraih nya lagi seperti tahun-tahun kemarin?" Kata Brata mengingat kan.
" Doakan saja Om mudah-mudahan aku dapat lagi dan disitu aku akan melamar Alisa dan bulan depan kami akan menikahi as Lisa. Bagaimana Lisa apa kamu setuju dengan rencana aku?" Katanya sambil menatap Alisa.
Lusa yang mendengar merasa terbang ke udara seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Rangga kalau Rangga akan melamar dan menikahi dirinya bulan depan " tentu saja aku setuju dengan rencana mu mas".
" Baguslah bagaimana om, apa om juga setuju ?" Tanya Rangga ke pak Brata.
" Om ngikut saja , karena yang muda yang bercinta dan semua om serahkan kekalian" kata Brata.
Bukan tidak ada alasan tiba-tiba Rangga mengatakan itu karena tadi Rangga sudah melihat gelagat Tommy yang memberi serangan bom molotov ke pada Alisa dengan mendekati Ratih yang notabene sangat tidak suka dengan dirinya. Rangga takut Tommy menyalipnya dan membuat rencananya gagal untuk membuat Alisa menderita.
" Bagaimana rencananya pernikahan yang kalian apakah kalian ada konsep yang ingin kalian berdua impikan " kata Brata kepada putri dan calon anak menantunya itu.
" Semua sudah Rangga siapkan om , pokoknya nanti Alisa hanya duduk manis bak ratu sehari dan saya sudah mempersiapkan konsep istana kerajaan seperti yang diinginkan Alisa " ucap Rangga yang sambil tersenyum melihat kearah Alisa.
" Benarkah mas? Dari mana mas tahu kalau aku menginginkan konsep seperti itu ?" Karena Alisa tidak percaya mengingat selama ini Rangga sangat cuek terhadap dirinya.
" Iya Alisa apa yang tidak aku tahu tentang dirimu , pokonya aku sudah menyerahkan semua acara resepsi pernikahan kita kepada IO yang terbaik di kota ini " ucap Rangga yakin.
" Terimakasih mas aku tidak menyangka dibalik sikap cuek mu kamu ternyata sangat memperhatikan diriku " Alisa sangat berbinar-binar dengan apa yang direncanakan calon suaminya itu.
" Ya udah om Alisa aku pulang dulu udah malam " kata Rangga sambil berpamitan dengan calon mertua dan istrinya itu.
Ratih yang sudah terbuai dengan mimpi indahnya tidak mengetahui apa yang telah dipersiapkan dan rencanakan oleh ketiga orang tadi.
Pagi hari seperti biasa keluarga Brata melaksanakan kegiatan sarapan pagi setelah semua makanan berada di atas meja makan. Semua disiapkan oleh Ratih dan dibantu asisten rumah tangga.
Brata muncul dari tangga dan menghampiri istrinya yang tengah sibuk menata hidangan dan mencium lembut pipi istrinya itu " selamat pagi ma".
" Pagi pa, duduk pa. Papa mau makan apa?" Tawar Ratih ke suami tampannya itu walau sudah berumur pak Brata memang masih terlihat gagah dan tampan.
__ADS_1
" Papa mau nasi goreng ma " sambil menunjuk ke arah nasi goreng yang ada di atas meja.
Ratih menyendokkan nasi goreng itu ke atas piring dan menaruh telor setengah matang timun dan irisan tomat sebagai pemanis lalu meletakkan tepat didepan suaminya itu.
" Terimakasih sayang" Brata tersenyum hangat.
Alisa pun juga menampakkan batang hidungnya " selamat pagi pa ma ".
" Pagi sayang " jawab pasangan suami-istri itu bersamaan.
" Kok kamu udah rapih? Mau kemana kan kamu tidak ada jam kuliah hari ini?" Tanya Ratih yang merasa ingin tahu.
" Aku mau pergi sama Rangga ma mau fitting baju pengantin" ujarnya sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
" Apa ... Baju pengantin, maksud kamu?" Ratih semakin penasaran.
" Iya ma baju pengantin karena Rangga dan Alisa mau menikah bulan depan Rangga sudah mengurus semuanya " tambah Brata.
" Iya ini kami lagi memberi tahu kepada mama " kata Brata sambil menenangkan istrinya.
" Pokoknya mama tidak setuju Alisa menikah dengan Rangga karena feeling Mama Rangga itu adalah pria yang tidak baik menurut Mama. Mama lebih suka kalau Tommy yang menjadi menantu mama".
" Mama tidak boleh egois begitu ma, yang akan menjalankan rumah tangga bukan kita tapi Alisa " begitu bijak Brata menjelaskan kepada istrinya.
" Terserah kalian saja pokonya mama tidak pernah merestui hubungan Alisa dengan Rangga, kalian bisa buktikan omongan mama " sambil beranjak dari kursi Ratih berjalan meninggalkan Alisa dan Brata yang sedang makan.
" Sudah sayang kamu tidak perlu kuwatir mama pasti merestui pernikahan mu dengan Rangga" sambil mengelus punggung Alisa dengan lembut penuh dengan jiwa kebapakan.
" Iya pa " kata Alisa yang memaksakan senyum.
Rangga datang untuk menjemput Alisa " kamu sudah siap Alisa?".
__ADS_1
" Sudah mas , ayo kita berangkat " sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu untuk keluar dan menuju mobil Rangga.
" Kami pamit om " kata Rangga sambil menyusul Alisa karena sudah lebih dulu keluar.
" Hati-hati jaga anak perawan om " pesan Brata mengingatkan.
" Beres om " langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
Sepanjang perjalanan menuju butik Alisa hanya melamun dan mengingat ucapan ibu nya yang tidak setuju dengan pernikahan dirinya dengan Rangga malah menginginkan dirinya menikah dengan Tommy yang jelas-jelas tidak dia cinta.
" Kamu kenapa sedang memikirkan apa kenapa kamu hanya diam ?" Rangga mencoba memecahkan keheningan.
" Ahh tidak aku hanya bingung kenapa mama sangat membenci kamu?" Jujur Alisa.
Rangga hanya tersenyum kecut " iya mungkin karena mama kamu melihat aku dari sisi buruk aku saja, sementara kamu melihat aku dari sisi baik aku ".
" Tapi kamu tidak akan merubah keputusan kamu kan mas?" Kata Alisa sambil menatap Rangga yang lagi serius menyetir.
" Tentu tidak Alisa aku tidak akan pernah merubah keputusan ku dan aku yakin seiring dengan berjalannya waktu mama mu akan berubah dan akan sayang kepada aku" sambil terus konsentrasi dengan jalanan yang ada didepannya.
Mendengar perkataan Rangga penasaran Alisa pun menjadi lebih tenang karena dalam waktu yang tidak lama lagi gelar nyonya Rangga Dika Ananta akan dia sandang.
Senyum yang mengembang terus merekah pada bibir Alisa dia sudah membayangkan dirinya duduk di pelaminan bersama pria pujaan hatinya dan dia juga membayangkan bagaimana mana nanti dia meladeni Rangga sebagai suami dan istri dalam satu bahtera rumah tangga yang bahagia.
Kepolosan Alisa itulah yang membuat rencana Rangga untuk menjebaknya dalam satu pernikahan yang semu dan tanpa cinta itu akan terjadi tanpa halangan.
Alisa yang malang akan merasakan pernikahan yang jauh dari kata bahagia dan jauh dari angan-angan yang dia lamunkan selama ini.
Alisa yang sangat mencintai Rangga tanpa bisa melihat sisi buruk dari Rangga Dika Ananta pria yang mengajak dirinya menikah demi pelampiasan sebuah dendam.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏
__ADS_1