
Pagi-pagi sekali Rangga sudah meninggalkan yayasan dan pergi untuk menemui Tommy di sebuah hotel, karena dari informasi Ari asisten pribadi Rangga tahu kalau Tommy menginap disebuah hotel yang letak nya tidak jauh dari yayasan.
Tok....tok...tok...
Pintu terbuka dan orang yang berada didalam kamar pun membuka pintu dan Tommy terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini didepan pintu kamarnya, dengan senyum devilnya Tommy berkata "apa gerangan tuan Rangga Dika Ananta pagi-pagi buta sudah datang bertandang untuk bertemu dengan saya? Ini adalah suatu kehormatan bagi saya. Apakah ada sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan? Sehingga orang penting seperti anda mencari saya sampai ke sini untuk bertemu saya".kata Tommy sinis.
Kalimat itu sungguh memancing emosi Rangga dan tanpa bicara Rangga langsung melayangkan bogem mentah ke wajah tampan Tommy yang tadi seperti mengejeknya "aku peringatkan kamu untuk tidak lagi mengganggu istri ku, dan jangan lagi memberikan dirinya barang murahan seperti ini untuk mengikat nya dalam sebuah hubungan" kata Rangga sambil melempar cincin yang semalam diberikan Rangga kepada Alisa tepat kewajah Tommy.
Deg...
" Apakah Alisa benar-benar sudah memilih Rangga untuk menjadi suami nya lagi?" Gumam Tommy sambil mengingat kalimat yang dia katakan kepada Alisa malam itu. Jika dia boleh melepaskan cincin pemberian nya jika memang Alisa sudah memilih pria lain sebagai kekasihnya.
" Kenapa kamu diam , apakah kamu sudah sadar dengan apa yang kamu lakukan? Sekarang aku pergi dan sekali lagi...kamu jangan dekati Alisa, karena Alisa adalah milikku. Ingat milik ku tidak milik siapa pun kecuali aku" kata Rangga sambil meninggalkan Tommy dengan keadaan menatap punggung Rangga yang terus menjauh dan mengepalkan tangannya." Lagi-lagi aku kalah oleh pria brengsek itu" sambil mengacak rambutnya dan memijit pelipisnya.
Tommy yang merasakan sakit dihatinya memilih untuk pergi kembali ke rumah. Dia menyetir sendiri mobilnya dan dia sangat kecewa dengan kenyataan yang sebenarnya belum dia tahu pasti. Dengan kecepatan tinggi dia melajukan mobilnya dan akhirnya dia mengalami kecelakaan dan keadaan nya sangat parah.
Sementara yayasan dengan perasaan bahagia Rangga kembali dan menemui Airin dan memang Dewi Fortuna sedang berpihak kepada dirinya. Ternyata Alisa juga berada di dalam kamar Airin "kalian disini" sapa Rangga.
Alisa tidak menjawab dia hanya diam tak bergeming, namun berbeda dengan Airin. Gadis cilik itu sangat antusias dengan wajah yang sangat gembira menyambut Rangga " Om masih disini aku kira om udah pulang ke Jakarta".
"Ya tidak dong sayang mana mungkin om pulang tanpa pamit sama malaikat kecil om Rangga yang cantik ini" karena memang ketika Rangga keluar dari yayasan menuju hotel tempat Tommy menginap dia tidak pamit dengan Airin.
Derrrrttt derrrrttt derrrrttt
__ADS_1
Telepon Alisa berbunyi dan Alisa langsung mengangkat panggilan itu.
(Halo selamat pagi , apakah benar saya sedang berbicara dengan ibu Alisa" kata seseorang lelaki yang sedang berbicara di seberang sana.
(Iya siang, benar saya Alisa. Ada apa pak) menjawab panggilan itu.
(Ibu saya mendapat kan nomor ibu dari panggilan terakhir pak Tommy)
(Ya...kenapa dengan Tommy pak)
Deg....
Rangga yang mendengar nama Tommy disebut langsung menoleh ke arah Alisa dengan tatapan yang sangat tajam karena lagi-lagi rasa cemburu menyelimuti hati dan pikirannya. Namun dia tetap diam dalam penantian sampai pembicaraan itu berakhir.
Alisa yang tadi mendengar kabar Tommy kecelakaan cukup lama terdiam dan bingung, namun dia menarik nafas panjang agar bisa berpikir jernih dan melanjutkan pembicaraan serta mendengar apa yang akan dikatakan dengan bapak yang tadi berbicara dengan nya.
(Apa Tommy kecelakaan? Bagaimana keadaannya pak? Apakah dia mengalami luka yang serius?)
( Pak Tommy sekarang dalam keadaan koma, ibu bisa langsung datang ke rumah sakit. Terimakasih) bapak polisi itu mengakhiri panggilan secara sepihak.
Alisa yang mendengar kabar Tommy kecelakaan langsung pergi mengambil tasnya dan menuju mobilnya dan pergi kerumah sakit dimana Tommy dirawat.
Rangga yang melihat Alisa pergi ikut menyusul dibelakang mobil Alisa serta mengikuti kemana Alisa pergi.
__ADS_1
Tibalah dirumah sakit Persada Alisa memarkirkan mobilnya dengan disusul oleh Rangga.
Alisa berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan dimana Tommy dirawat dan ketika sampai dikamar ICU , Alisa melihat sosok Tommy yang terkulai lemah tak berdaya dengan alat bantu rumah sakit yang terpasang ditubuhnya.
Cukup lama Alisa hanya berdiri dan menangisi Tommy dari balik kaca ruangan ICU itu , lalu keluar lah seorang wanita dengan memakai setelan jas putih dengan stetoskop melingkar di lehernya.
Alisa langsung mendekati wanita yang tadi menangani Tommy " bagaimana keadaannya Dokter, apakah dia baik-baik saja, apakah dia akan sembuh?" Sambil mengguncang bahu Dokter wanita itu.
"Ibu keadaan pasien saat ini kritis, saat ini kita hanya dapat melakukan sesuai dengan kemampuan kami yang terbaik. Bantu kami dengan berdoa ,karena pembuluh darah yang ada di kepala pasien itu pecah dan mengakibatkan pendarahan. Kami akan melakukan operasi untuk menghentikan darah agar tidak terjadi pembekuan di kepalanya. Kemungkinan operasi ini berhasil juga lima puluh lima puluh. Namun walaupun si pasien selamat dia akan bisa seperti sedia kala dia akan cacat tidak bisa normal seperti biasa" kata Dokter itu menjelaskan.
Alisa yang mendengar penjelasan dari Dokter itu , menjadi semakin resah takut dengan kemungkinan yang terjadi.
" Boleh saya lihat pasien Dokter" kata Alisa memohon.
" Maaf Bu, anda hanya bisa melihat dari balik kaca ini saja, karena kami akan membawa pasien ke ruang operasi" kata dokter sambil berjalan keruangan nya untuk mempersiapkan tim untuk melakukan operasi.
Alisa kembali berdiri dibalik kaca ruangan dan sambil berkata " maaf kan aku Tom... hiks hiks hiks aku tidak bisa menerima mu lebih dari seorang sahabat. Aku juga berterima kasih kepada kamu, karena kamu selalu ada saat aku membutuhkan tempat bersandar dan tempat mengadu. Aku sudah menganggap kamu sebagai kakak ku Tom. Cintaku semua sudah aku serahkan ke Rangga. Maafkan aku Tom...." Gumam Alisa sambil menangis.
Tidak jauh dari tempat Alisa berdiri saat ini ada seorang lelaki yang mendengar perkataan Alisa kepada Tommy dan dia tidak menyangka kalau Alisa hanya nenggap Tommy seperti kakak. Laki-laki itu adalah Rangga.
Ingin rasanya Rangga mendekati Alisa untuk bisa menenangkan wanitanya itu dengan sedikit memberikan ketenangan, tapi dia takut jika nanti itu tambah membuat Alisa marah jadi dia mengurungkan niatnya.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏
__ADS_1