Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
12. Malam Penganugerahan


__ADS_3

Malam itu Alisa tampil cantik nan sempurna agar bisa mendampingi rangga di malam penting yaitu penobatan sebagi CEO perusahaan terbaik.


Malam itu Rangga terkesima melihat kecantikan wanita yang paling dia benci itu , namun hati dan mata nya tidak bisa seirama. Hati berkata kalau Alisa biasa saja namun mata terkesima dengan pesona Alisa.


Kecantikan Alisa yang memukau membuat bibirnya berkata " kamu memang cantik tapi sayang rasa benci ku kepada dirimu begitu besar Alisa, aku tidak ingin terjerat dengan rasa cinta yang akhirnya membuat aku tidak bisa menjalankan misi ku mendekati mu " gumamnya dan hanya dirinya yang mampu mendengar perkataannya.


" Mas kamu kenapa ? Kok bengong? Apa aku terlihat jelek ya ?" Ujar Alisa menyadarkan Rangga dari lamunannya.


Belum sempat Rangga menjawab Ratih sudah lebih dulu menyambar " tentu saja dia bengong karena melihat kecantikan kamu sayang, kamu itu cantik luar dalam cuma pria bodoh saja yang tidak melihat dan merasakan kecantikan wajah dan hati kamu " Ratih sengaja menyindir Rangga dan berkata seperti itu.


" Alisa kita pergi sekarang ya? Nanti kita telat aku tidak mau datang terlambat " kata Rangga yang sudah jengah dengan perkataan Ratih.


" Pa...ma...kami berangkat ya !" Kata Alisa sambil mencium punggung tangan kedua orang tua nya untuk berpamitan demikian juga Rangga.


" Iya sayang hati-hati dengan pria yang disamping kamu , selesai acara langsung pulang jangan kemana-mana lagi " pesan Ratih sambil menekan kata jangan kemana-mana.


" Ihh mama apa-apaan sih, Rangga itu baik ma jangan selalu berfikir jelek dengan Rangga ma. Ya udah kami pergi dulu ya ma" ucap Alisa sambil berjalan keluar menuju mobil untuk pergi.


Rangga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang didalam perjalanan tidak henti-hentinya Rangga melirik ke wajah Alisa yang terlihat begitu cantik. Bukan tanpa alasan Alisa malam ini terlihat cantik itu karena malam ini dia akan mendampingi Rangga, itu sebabnya dia berdandan secantik mungkin dan dia memakai jasa makeup artis untuk membuat dia terlihat cantik seperti malam ini.


" Seandainya tidak ada dendam di hati aku mungkin aku akan mencintaimu dengan tulus Alisa, tapi kau adalah penyebab kematian orang tua aku. Jadi aku tidak mungkin mencintaimu" Gumam Rangga dalam hatinya.


Alisa yang melihat Rangga melamun langsung menyadarkan Rangga " mas kamu kenapa kok bengong?" Kata Alisa sambil menggoyangkan bahunya.


" Ahh tidak kamu cantik " kata Rangga memuji wanita yang memang malam ini terlihat sangat cantik.

__ADS_1


" Terimakasih mas atas pujiannya" Alisa berkata dengan manja dan senyum yang tidak lepas dari wajah Alisa.


Tidak terasa setelah menempuh waktu tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di tempat penganugerahan CEO perusahaan ajang yang ditunggu oleh semua pengusaha.


Mereka duduk berdua di satu meja yang bersebelahan dengan meja Tommy membawa si bawel Intan.


" Hay Alisa.... Alisa..." Panggil Intan ke Alisa dengan melambaikan tangan kepada Alisa.


Alisa mendengar namanya dipanggil langsung menoleh ke sumber suara dan dia melihat sahabatnya Intan dan Alisa membalas lambaian tangannya Intan.


" Selamat malam untuk para hadirin sekalian malam ini adalah malam penganugerahan pemimpin perusahaan terbaik dan tersukses di tahun dua ribu dua puluh satu ini. Yang terpilih sebagai pemimpin perusahaan tersukses dan terbaik adalah......" Suara MC yang ada di atas podium itu menggelegar.


" Siapa ya kira-kira yang terpilih menjadi pemimpin perusahaan tersukses dan terbaik itu?" Kata MC itu lagi.


Suara-suara terdengar dengan menyebutkan satu nama kandidat dari perusahaan nya masing-masing, suara itu begitu riuh dan berisik seluruh ruangan gedung penuh dengan suara dan akhirnya MC menyebutkan satu nama " Rangga Dika Ananta".


MC pun mempersilahkan Rangga untuk berdiri di atas podium untuk memberikan sedikit kata atau ucapan terimakasih atas penghargaan yang diraihnya kembali.


" Terimakasih yang teramat besar kepada Tuhan yang Maha Esa dan kepada penyelenggara penganugerahan ini dan juga rekan-rekan bisnis saya , sekali lagi saya ucapakan terimakasih. Dikesempatan ini saya juga akan mengumumkan bahwa saya bulan depan akan melangsungkan pernikahan dengan gadis impian saya yaitu Alisa Dwi Brata" kata Rangga tanpa sedikitpun ingin menyebutkan nama Alisa.


Namun Alisa yang yang mendengar namanya disebutkannya sedikit kaget karena dia merasa tidak percaya Rangga mengumumkan rencana pernikahan mereka, lagi-lagi Alisa bahagia dengan akal bulus Rangga. Namun Alisa sedih karena Rangga tidak mengajaknya untuk naik ke atas podium.


Tommy yang melihat kesedihan diwajah Alisa menghibur Alisa dengan memberikan dia tanda cinta seperti yang terlihat pada foto dibawah ini.


__ADS_1


Alisa hanya tersenyum melihat tingkah Tommy yang terus ada saat dia membutuhkan seseorang untuk menghibur dirinya. " Terimakasih".


Dari kejauhan Tommy melihat bibir Alisa mengucapkan terimakasih, Tommy tersenyum melihat wanita yang paling dia cinta itu bisa tersenyum dengan apa yang dilakukan Tommy walaupun dia sangat hancur dengan apa yang baru dikatakan Rangga tentang rencana pernikahan mereka.


Intan yang melihat langsung bereaksi tidak jelas dan ngomel " itukan si Alisa sudah aku bilang jangan sama Rangga karena Rangga tidak pernah menganggap Alisa tapi dia tidak percaya. Kesel aku sama Alisa udah jelas Tommy yang lebih baik dari Rangga tapi dia tidak mau " gumamnya dan gumamnya itu didengar oleh Tommy.


" Sudahlah Intan sampai kapan pun aku tidak akan pernah berubah , aku akan tetap mencintai dirinya dan menjadi malaikat pelindung baginya" ujar Tommy dengan nada parau menahan kesedihannya.


" Ele..ele...so sweet banget sih kamu" kata Intan sambil tersenyum mendengar kesungguhan Tommy sahabatnya.


Rangga turun dari podium dan langsung duduk disebelah Alisa dan langsung menikmati makanan yang ada dihadapan mereka.


" Aku menang lagi Alisa pasti semakin banyak orang yang akan bekerjasama dengan perusahaan kita " ya kita karena ayah Alisa punya saham di perusahaan yang sekarang menjadi induk perusahaan nya.


" Iya selamat ya mas " kata Alisa.


Namun Rangga tidak lagi menjawab ucapan terimakasih dari Alisa.


Tommy menghampiri mereka tentu saja dengan Intan si kocak " Hay pemenang palsu " kata Intan tanpa ragu.


Rangga yang mendengar ucapan dari mulut Intan kaget " apa maksud kamu berkata seperti itu Intan?" Kata Rangga menahan amarahnya.


" Ya iya pemenang palsu dengan cinta dan hubungan palsu. Satu lagi cinta palsu semua yang ada pada dirimu palsu " kata Intan menekankan kata palsu.


Rangga marah dan hampir menampar pipi Intan, namun tangan Rangga ditahan oleh Tommy" kamu jangan ringan tangan kepada perempuan" kata Tommy lalu menghempaskan tangan Rangga yang melayang di udara.

__ADS_1


Rangga langsung menarik tangan Alisa dan mengajaknya pergi dari tempat duduknya dan meninggalkan gedung itu.


Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏


__ADS_2