Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
40. Hak dan kewajiban


__ADS_3

Setelah tiba di gedung Ananta Grup Rangga dan Alisa di sambut oleh Ari asisten pribadi Rangga.


"Selamat pagi pak" kata Ari ke pada bos sekaligus sahabatnya itu


"Apaan sih kamu formal banget manggil aku dengan sebutan pak segala" protes Rangga.


"Ya harus dibiasakan do Ngga , soalnya disebelah kamu ada nyonya Presdir" jawab Ari sambil tersenyum.


Sementara Alisa masih enggan untuk membuka suara karena dia masih betah dengan wajah cemberut nya.


"Selamat pagi nyonya Presdir, btw...kok nyonya disini bukannya anda seharusnya di AB Grup?" Kata Ari yang heran kenapa istri bosnya itu ada di Ananta Grup.


"Pertama jangan sebut saya nyonya karena saya tidak setua itu, ke dua tanya saja bos kamu kenapa saya ada di sini. Kalau boleh jujur saya malas ke sini apalagi satu kantor sama bos kamu ini" jawab Alisa dengan nada ketus.


Rangga yang mendengar jawaban istrinya hanya tersenyum "bener kamu nyesel ada disini sayang?".


"Sayang...sayang...kepalamu peyang?" Alisa memprotes karena memanggil dengan sebutan sayang "ya iyalah aku nyesel enak juga dikantor papa, aku tidak tertekan disana".


"Al... Alisa...."kata seseorang yang berlari kecil ingin berjumpa dengan Alisa.


Alisa mencari sumber suara dan ternyata itu adalah suara Intan sahabatnya "Intan" seru Alisa.


"Kamu kok disini Tan? Kamu tidak kerja lagi dikantor Tommy?" Cerca Alisa yang melihat keberadaan Intan.


"Iya aku pindah kesini Al, karena...sejak kantor Tommy dikelola oleh sepupunya, kantor itu sudah tidak asyik. Lagian aku selalu teringat Tommy terus" jelas Intan.


Mereka saling berpelukan mengingat sosok Tommy dan Alisa juga sampai tak kuasa sehingga air matanya menetes dan membasahi pipinya yang putih mulus itu.


Rangga dan Ari hanya diam melihat dua sahabat yang sedang berpelukan mengingat sosok Tommy.


"Hemm" Rangga berdehem dan itu membuat keduanya sadar bahwa di antara mereka ada Rangga dan Ari.


Kedua sahabat itu juga melepaskan pelukannya dan memandang ke arah Rangga dan Ari.


"Sudah ayo kita keruangan aku" kata Rangga yang langsung berjalan Alisa juga mengikuti langkah suaminya.


Cuma wajah Rangga sudah sangat kesal karena istrinya itu mengingat sosok Tommy hingga menangis, sedang jika pada dirinya tidak pernah lembut.

__ADS_1


Sampai diruangan Rangga , langsung duduk di kursi kebesarannya dengan wajah yang masih sangat datar.


Alisa yang melihat wajah suaminya sedatar jalan tol Jagorawi itu hanya bersikap santai seperti tidak terjadi apa-apa. Padahal Alisa tahu saat ini Rangga cemburu karena sosok Tommy.


"Bear kamu jangan suka marah sama sosok yang sudah tiada ya bear, malu saingan sama orang yang sudah di sorga" sindir Alisa dengan berbicara dengan sebuah boneka Teddy bear yang ada di atas meja kerjanya.


Rangga yang mendengar perkataan Alisa jadi pucat pasih mendengar sindiran dari istrinya itu. Rangga langsung pura-pura membuka berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.


Alisa tersenyum melihat tingkah laku suaminya itu dan Rangga juga merasa senang akhirnya istrinya itu bisa tersenyum hari ini.


"Intan kita nanti makan siang sama ya? Aku malas makan siang sama orang yang didepan aku ini" kata Alisa dalam sambungan telepon ke Intan.


"Ok tapi...aku ditraktir ya" kata Intan dengan semangat.


"Iya beres...nanti aku minta uangnya sama orang yang ada didepan aku ini" Alisa melirik ke arah Rangga.


Rangga yang dilirik hanya diam dengan wajah yang bingung.


"Kamu minta uang makan sama Rangga tapi kenapa makan tidak mau bersama dengan Rangga?" Kata Intan menggoda sahabatnya itu.


"Ok ok deh... sampai ketemu di jam makan siang"


Panggilan itu pun berakhir, dan Alisa langsung menuju ke arah Rangga seraya mengulurkan tangannya.


"Bagi duit" kata Alisa to the point ke Rangga seperti anak kecil minta uang jajan ke ayahnya.


"Untuk apa"


"Untuk makan siang sama Intan dan mau shopping ke mall"


"Boleh tapi...mintanya yang manis dong, jangan jutek gitu"


"Kalau kamu tidak mau kasih ya uda aku pakek uang aku sendiri dan tanggung dosa kamu karena tidak menafkahi istri"


"Kamu itu ya .... Semut diseberang lautan kamu nampak tapi balok di pelupuk mata kamu tidak nampak"


"Maksudnya kamu?" Alisa mulai terpancing emosi.

__ADS_1


"Iya kamu hak saja ingat tapi kewajiban kamu lupa" kata Rangga yang protes pada istrinya.


"Ya...iyalah , lagian kamu ingat dalam kamus aku sekarang ada dua pasal yang harus kamu tahu mas..."


"Pasal apa?" Rangga penasaran.


"Satu, wanita tidak pernah salah dan kalau wanita itu salah ingat kembali pasal pertama. Ya udah aku pergi dulu , kalau kamu tidak mau kasih aku uang belanja. Aku bisa minta papa dan pasti papa akan berikan" kata Alisa sambil berlalu.


Sebelum Alisa melangkahkan kakinya Rangga langsung mencekal tangannya seraya memberikan black card yang memang sudah Rangga persiapkan untuk kebutuhan istrinya itu. "Jangan minta papa , ini kamu pakai kartu ini untuk membeli segala sesuatu yang kamu butuhkan. Satu lagi aku tidak mau papa sampai berpikiran kalau aku tidak memberikan nafkah lahir padamu" tegas Rangga.


Alisa mengambilnya dan berlalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Rangga menggeleng "kenapa dia sekarang berubah menjadi pribadi yang seperti itu ya...dulu dia sangat manis dan penurut" gumamnya.


Alisa kembali lagi dan langsung berkata " mas... Intan tidak balik lagi ya, karena dia akan menemani aku sampai sore"


Belum sempat Rangga menjawab dan mengiyakan tubuh Alisa sudah menghilang.


Lagi-lagi Rangga hanya bisa menggelengkan kepalanya.


***************


Sampai di sebuah mall kedua sahabat itu langsung makan siang. Usai makan siang mereka berburu barang yang mereka incar. Mulai dari baju , sepatu hingga perhiasan.


"Al... kamu beneran tidak cinta sama Rangga? Kata Intan hati-hati.


"Aku dulu memang sangat mencintai Rangga Tan, tapi....semenjak dia memperlakukan aku dengan tidak adil...cinta aku pudar begitu saja. Entahlah....aku juga tidak tahu kenapa. Namun jika akau tidak dekat dengannya seperti saat ini aku juga rindu. Ahh...aku bingung Intan" kata Alisa sambil mengacak rambutnya.


" Al... sebenarnya kamu masih cinta pada Rangga, cuma kamu egois. Sudahlah Al, kamu harus buka lagi hati kamu untuk Rangga. Aku yakin dihari kamu paling dalam masih ada nama Rangga" Intan mencoba membuka mata Alisa agar dia bisa merasakan cinta untuk Rangga dihatinya.


"Aku juga tidak tahu, tapi aku akan coba untuk membuka hati aku Intan" kata Alisa walau sedikit ragu.


"Ohh ya kamu belanja sebanyak itu apa tidak dilarang atau dimarahi Al?" tanya Intan ke sahabatnya itu.


"Aku juga tidak tahu kita lihat saja nanti ketika aku sudah ketemu bersama dengan Rangga, baru ketahuan hahahaha" Alisa hanya tersenyum membayangkan kalau Rangga marah , memang itu yang diinginkan dirinya.


Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen. Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2