
Setelah acara makan siang selesai Rangga dan Alisa kembali ke kantor dan setelah jam kantor usai mereka pulang langsung kerumah.
Namun ditengah perjalanan menuju rumah Rangga dan Alisa terjebak macet panjang karena ada truk yang terguling.
Karena Alisa kecapean akhirnya Alisa ketiduran didalam mobil, Rangga memandangi wajah Alisa yang terlelap dan sesekali mendaratkan ciuman-ciuman kecil di pipi dan seluruh wajah istrinya.
Rangga juga tersenyum melihat Alisa yang sesekali menggeliat karena kecupan-kecupan kecil dari suaminya itu.
Alisa juga tidak terbangun dengan aksi jahil Rangga, mungkin karena dia terlalu lelah dan itu membuat Rangga semakin gemas melihatnya. Namun aksinya itu harus terhenti karena jalanan kembali normal dan Rangga melajukan mobilnya kembali.
Tidak menunggu lama mereka sampai, Alisa masih terlelap dan Rangga menggendong tubuh Alisa ke kamar , Rangga takut tidur Alisa terganggu.
Namun naas ketika Rangga sampai di anak tangga terakhir kakinya tersangkut hingga membuat Rangga terjungkal dan kepala Alisa terjedut kedinding.
"Aduh...mas sakit tahu, kenapa tidak bangunin aku aja" sambil mengelus jidatnya Alisa masuk ke kamar.
"Maaf sayang aku tidak sengaja, tadinya aku mau buat kamu agar tidak terbangun tapi...malah kamu jadi begini" kata Rangga merasa bersalah.
"Tidak apa mas...lagian aku mau mandi dulu bau asam" katanya sambil mencium bahunya sendiri.
"Iya aku juga mau mandi biar segar, bagaimana kalau kita mandi bersama"
"Oh ...tidak....tidak...mas aku belum siap untuk mandi bersama" tolak Alisa dengan cepat dan langsung menyambar handuk dan masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi agar suaminya tidak ikut masuk.
Rangga hanya tersenyum jahil melihat tingkah istrinya itu.
Setelah Alisa selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian kamar tidur mereka. Alisa tidak mendapati sosok suami nya itu. "Aman..."kata Alisa sambil mengelus dadanya.
"Apa yang aman Al..." Sergah Rangga yang sedari tadi hanya diam melihat Alisa yang seperti pencuri.
"Mas ...kamu disini?" kata Alisa kaget.
"Iya emang kenapa? Dari tadi aku nungguin kamu selesai mandi" kata Rangga.
"Ooh" Alisa berjalan santai ke arah lemari untuk mengambil baju ganti.
Rangga langsung masuk ke kamar mandi dengan senyum licik dan sengaja tidak membawa handuk.
Selesai mandi "Al..Al..tolong ambilkan handuk aku sayang aku lupa bawa tadi" kata Rangga sambil membuka sedikit pintu kamar mandi.
'iya mas...tunggu aku ambil dulu handuknya ya mas...." Jawab Alisa sambil berjalan kearah handuk tergantung dan mengambilnya.
"Ini mas... handuknya" kata Alisa sambil menyerahkan handuk itu.
Karena tidak ada persiapan Alisa langsung menempel di dada bidang Rangga karena Rangga menariknya dan kini menggendong istrinya itu ala bridal style.
"Mas turunkan aku...kamu pakai baju dulu dong" kata Alisa sambil meronta ingin diturunkan.
"Aku males pakai baju..."kata Rangga sambil terus membawa istrinya itu ketempat tidur.
"Mas...tapi...kamu itu...."Alisa tidak melanjutkan kalimatnya karena bibirnya sudah di tutup dengan bibir Rangga.
__ADS_1
"Kamu tidak boleh menolak lagi aku tidak mau bibit ku ini berserakan lagi dikamar mandi"
"Tapi...mas"
"Tidak ada tapi... tapian, kamu nikmati saja agar kita cepat memberikan mama cucu dan juga adik untuk Airin, seperti yang mereka inginkan tadi siang"
Rangga kembali menyerang Alisa dengan ciu***an yang memburu setelah puas dengan permainan di bibir dengan perlahan tapi pasti Rangga bermain di area gunung kembar yang terdapat bukit kecil disitu. Dia membuka baju Alisa dan melucutinya hingga gunung kembar itu terpampang jelas di depan matanya.
Rangga bagaikan baby yang sedang menyusui pada ibunya dan tanpa sadar Alisa yang tadi berontak dan meronta ikut hanyut dalam permainan suaminya itu dan tanpa sadar Alisa mengeluarkan suara nikmat tiada Tara "augh..augh...mas...mas...".
Rangga yang mendengar suara nikmat dari istrinya itu semakin bersemangat untuk melanjutkan permainan dan dia mulai menuju landasan, dia memainkan lidahnya di landasan itu yang semakin membuat Alisa menggeliat merasakan nikmatnya surga dunia. Mereka benar-benar tidak lagi berbusana tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun.
"Bagaimana sayang apa kamu mau lagi yang lebih"
Alisa tidak menjawab dia hanya diam dan terus menggeliat merasakan kenikmatan yang diciptakan oleh Rangga suaminya.
Setelah Rangga merasa Alisa sudah berada di puncak kenikmatan dia mulai memasukan Apolo nya ke landasan "tahan ya sayang ini akan sedikit sakit , tapi... lama-lama juga kamu suka".
"Sakit mas...sakit..." Keluh Alisa.
"Tahan sayang sebentar lagi juga tidak akan sakit" kata Rangga sambil mengarahkan Apolo yang sudah siap untuk terbang ke landasan. Rangga juga melu...at bibir istrinya itu untuk memberikan sensasi agar saat Apolo mendarat tidak terlalu sakit.
Rangga mulai melakukan aksinya dan menaik turunkan Apolo nya dan erangan rasa sakit yang Alisa rasa kan berubah menjadi erangan kenikmatan "mas...mas...mas..."kata Alisa yang merasakan kenikmatan.
"Iya sabar sayang sedikit lagi sayang..." Mulai mempercepat permainan dan begitu mereka berdua benar-benar berada di puncak ******* Apolo Rangga pun menyemburkan lahar panasnya dan mereka sama-sama tumbang.
Rangga melihat bercak darah di seprai putih itu dan langsung mencium kening istrinya "terimakasih sayang".
Rangga pun langsung tertidur pulas penuh kemenangan dan kebahagiaan karena malam ini Alisa menjadi miliknya seutuhnya.
Malam itu Rangga mengulangi hingga beberapa kali dan itu membuat Alisa ke wajah untuk melayani suaminya. Sudah subuh baru mereka tertidur.
Mentari pagi mulai menampakkan dirinya dari balik awan hingga menembus ke jendela dan menyapu wajah Alisa. Alisa terbangun dan merasakan bagian landasannya sangat perih dan sedikit terasa sakit dan dia membangunkan Rangga suami nya.
"Mas..." panggil Alisa.
'hem... kenapa sayang" Rangga membuka matanya mendengar panggilan istrinya.
"Sakit...perih" kata Alisa sambil memikul ke landasan nya.
"Apa kita kerumah sakit saja sayang, maafkan aku ya sayang, karena aku kamu jadi kesakitan" rasa kuatir memenuhi kepala Rangga.
"Tidak apa sayang" kata Alisa sambil tersenyum. "Tapi aku tidak mau kerumah sakit karena aku pernah baca di artikel itu biasa. Lagian aku malu kalau kita ke dokter untuk menanyakan hal seperti itu".
"Jadi bagaimana apa kamu masih bisa jalan?" Tanya Rangga yang melihat Alisa meringis menahan sakit di landasan nya.
"Mungkin bisa mas ...tapi harus pelan karena landasan aku lecet" kata Alisa sambil melangkah pelan.
Rangga yang melihat Alisa kesakitan memapah istrinya itu ke kamar mandi "apa kamu mau aku mandikan sayang?".
"Tidak usah mas , nanti bukan memandikan aku , kamu malah kembali menodai aku" kata Alisa sambil mendorong tubuh kekar Rangga agar segera keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Rangga hanya tersenyum mendengar kalimat konyol istrinya itu "ya sudah kamu mandi sendiri dan kalau masih perih sebaiknya kamu tidak usah ke kantor dulu sayang".
"Boleh mas...aku tidak ke kantor dulu" tanya Alisa.
"Ya boleh... siapa yang melarang?" kata Rangga.
"Ya udah kalau begitu aku istirahat di rumah dulu ya mas..."
"Iya... sudah cepat mandi sana karena aku mau mandi juga karena aku harus ke kantor hari ini" kata Rangga.
"Baik suamiku" kata Alisa sambil menutup pintu kamar mandi.
Tidak menunggu waktu lama Alisa selesai dan di susul lagi oleh Rangga. Wajah keduanya sangat berseri-seri.
Disela sarapan Rangga berkata "Al...kamu bisa tidak kebutik Tante Ane".
"Kebutik Tante Ane? Ngapain mas?" Alisa heran dengan permintaan suaminya itu.
"Iya aku sudah pesan baju khusus buat kamu" kata Rangga sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Baju khusus untuk aku? Emang mau dipakai kemana mas?" Alisa semakin heran.
"Seminggu lagi ada acara ulang tahun kantor kita? Jadi aku membuat acara untuk itu? Karena tiap tahun pasti kita rayakan sekalian memberikan penghargaan untuk karyawan terbaik. Aku ingin istrinya aku tampil cantik mendampingi suami tampannya ini" kata Rangga sambil tersenyum.
"Tapi...aku males pergi sendirian mas"
"Ya udah nanti aku jemput pas jam makan siang"
"Ok mas...aku tunggu kamu jemput aku ya mas"
"Iya sayang...aku pergi dulu ya"
"Mas..." Panggil Alisa.
"Ya sayang...ada apa?" Jawab Rangga.
Alisa menyalami dan mencium punggung tangan suaminya. Rangga yang melihat sikap Alisa itu tersenyum penuh bahagia.
"Terimakasih sayang" kata Rangga.
"Bukan terimakasih mas...tapi kamu itu seharusnya cium kening aku"
Rangga yang mendengar perkataan istrinya pun langsung melakukan apa yang diinginkan oleh Alisa. Rangga mencium kening Alisa.
"Aku pergi ya sayang"
"Hati-hati ya mas dijalan jangan ngebut...ingat aku nungguin kamu loh"
"Beres nyonya perintah dilaksanakan" kata Rangga sambil melangkah menuju luar rumah menuju mobil. Alisa mengantar Rangga hingga keluar dan setelah mobil Rangga tidak lagi terlihat baru Alisa masuk ke rumah.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏 terimakasih.
__ADS_1