Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
26. Airin


__ADS_3

"Apa sih mau kamu Rangga dulu ketika aku bersama kamu , kamu cuek sekarang aku sudah mulai move on kamu muncul dengan semua perhatian kamu" lirih Alisa sambil mengingat kejadian sewaktu dia masih bersama dengan Rangga, yang berubah menjadi pria dingin dan tak peduli. Alisa juga teringat saat malam pengantin Rangga meninggalkan dirinya seperti sampah yang tidak berguna dan enam bulan pernikahan Alisa masih virgin. Itulah yang membuat Alisa merasa tidak rugi bercerai dengan mantan suaminya itu.


Di kantor Antanta Grup, Rangga sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda notifikasi WA masuk , dia langsung membuka dan tersenyum lebar ketika melihat video Alisa memakan habis makanan yang dia kirim.


Setelah menyaksikan video itu Rangga bergumam "aku akan mendapatkan cinta kamu lagi Al, dengan cara aku sendiri" dengan senyum tipis yang mengembang.


Tok...tok..tok..


Pintu ruangan Rangga ada yang mengetuk.


"Masuk" seru Rangga.


"Pak motornya sudah saya siapkan, itu mau dikirim kemana?" Kata Neli sekertaris Rangga.


"Ohh biarkan saja nanti ada yang jemput kalau saya telepon kamu, baru nanti kamu serahkan ke dia ya" titah Rangga pada sekertaris nya itu.


"Ok baiklah pak, saya permisi dulu" kata sekertaris itu sambil menunduk dan keluar dari ruangan Rangga.


Keesokkan harinya di yayasan.


Seperti biasa Alisa selalu berinteraksi pada setiap pasien kangker yang ada di yayasan, seperti saat ini dengan penuh kelembutan Alisa menyapa anak-anak itu. "Selamat pagi semua , bagaimana kabar kalian saat ini?" Sapa Alisa kepada anak - anak itu.


"Pagi Tante" jawab anak-anak itu kembali.


Ada satu anak yang bersedih saat itu dan Alisa memang menaruh perhatian lebih ke satu anak itu , namanya Airin. "Kami kenapa Airin kok sedih, apa kamu muntah-muntah lagi sayang?" Tanya Alisa pada Airin sambil memeluk tubuh mungil dan mengelus pipi yang terlihat pucat itu.


"Iya Tante...aku muntah terus" katanya Airin lemas.

__ADS_1


"Sabar ya sayang itu biasa kamu harus kuat" kata Alisa menenangkan.


"Iya Tante, terimakasih"kata Airin.


"Iya sayang" Alisa mencium kening Airin. Airin adalah anak yatim piatu , sungguh malang nasibnya sudah tidak berbapak dan tak beribu masih diuji lagi dengan penyakitnya.


"Om Rangga" kata Airin yang masih dalam dekapan Alisa.


Alisa yang terkejut mendengar nama Rangga disebut , langsung menoleh kearah Rangga yang berdiri tepat dibelakang Alisa. Seketika mata mereka bertemu pandang dan tidak seperti pertemuan mereka yang sebelumnya , Alisa tidak langsung lari tapi dia heran kenapa Airin sampai bisa mengenal sosok Rangga.


"Airin apa kabar sayang?" Kata Rangga sambil memeluk gadis kecil itu.


"Baik om, tapi... Airin masih muntah-muntah selesai kemoterapi om" katanya melaporkan keadaannya pada Rangga.


"Ohh itu biasa sayang efek habis kemoterapi, kamu harus kuat. Ini om bawa hadiah untuk kamu" sambil menyodorkan sebuah boneka Teddy bear kesukaan Airin.


Alisa yang melihat itu jadi terharu ,namun Alisa juga penasaran dengan hubungan antara Rangga dan Airin. Rangga yang melihat Alisa dengan tatapan bingung bercampur penasaran langsung mendatangi Alisa.


"Kenapa kamu penasaran dengan kami kenapa kami bisa seakrab dan sedekat ini?" Kata Rangga sambil terus melangkah mendekati Airin yang tadi menjauh ketika Airin dipeluk oleh Rangga.


Alisa yang malu karena Rangga mengetahui apa yang Alisa rasakan hanya mengangguk malu.


"Sini duduk disebelah kami" sambil menarik tangan Alisa menggiring Alisa ketempat duduk Airin dan mereka duduk Airin berada ditengah-tengah mereka.


Setelah duduk Rangga mulai bercerita "dulu Airin ini tinggal di panti asuhan KASIH IBU, disana aku adalah seorang donatur tetap untuk anak-anak yang tidak lagi punya orang tua itu. Karena menurutku kami senasib dan aku merasa sangat bahagia jika aku bisa membagi sedikit kesenangan untuk mereka, dan itu aku lakukan jauh sebelum aku menikah dengan kamu. Aku melakukannya dari saat itu hingga kini. Airin ini anak panti yang paling dekat dengan aku dia sudah menganggap aku seperti omnya sendiri begitu juga aku sudah menganggap nya seperti ponakan aku sendiri. Tadi sebelum kesini aku mampir ke panti dan ibu panti bilang kalau dia sedang berada di yayasan kamu, jadi kamu jangan terlalu percaya diri aku kesini mau liat kamu" kata Rangga sambil tersenyum melihat wajah Alisa memerah seperti kepiting rebus karena apa yang dikatakan oleh Rangga benar adanya kalau dia menyangka bahwa Rangga ke yayasan karena dirinya ternyata karena Airin.


"Aku masuk dulu" kata Alisa lalu pergi meninggalkan Rangga dan Airin.

__ADS_1


Rangga yang melihat Alisa pergi hanya bisa tersenyum dengan tingkah lucu mantan istrinya itu.


Setelah Alisa benar-benar sudah masuk ke dalam ruangannya, Rangga langsung memanfaatkan situasi yang benar-benar berpihak kepada dirinya itu.


"Ai...boleh kamu bantu om sayang!" Pinta Rangga.


"Om mau minta bantu apa?" Airin yang merasa aneh karena baru kali ini Rangga meminta sesuatu.


"Tante Alisa itu mantan istrinya om...kamu mau jagain Tante Alisa untuk om?" Rangga menatap mata Airin memastikan Airin mau membantu nya.


"Bagaimana caranya om?" Airin kembali bertanya karena memang dia tidak tahu caranya.


"Kamu harus melaporkan apa pun kegiatan tante Alisa saat di yayasan, terus kalau kamu melihat om yang ini" sambil menunjukkan foto Tommy "kamu juga harus laporkan ke om apa yang dilakukan olehnya terhadap tante Alisa dan kamu harus gangguin dia supaya tidak dekat-dekat dengan Tante Alisa. Bisa kan sayang, ini kamu pegang untuk alat komunikasi kita" kata Rangga sambil memberikan sebuah paper bag yang di dalamnya sudah ada sebuah sebuah telepon genggam.


"Ok Om, siap dan pasti beres om. Om serahkan semuanya ke Airin pasti beres dan ok" kata Airin. " Kita main ditektif-ditektifan ya om... Airin suka om" katanya lagi senang.


"Iya sayang, ohh ya buat nama om di dalam HP ini. Pangeran tante Alisa" Rangga tersenyum sendiri dengan nama yang baru saja diusulkan.


" Terus nama Airin, siapa om?" Tanya Airin penasaran.


"Malaikat kecil om Rangga, bagaimana kamu suka dengan nama itu" Rangga membelai lembut pucuk kepala Airin.


"Airin suka om , pangeran tante Alisa" sambil tersenyum mengucapkan nama baru Rangga.


"Ok malaikat kecil om Rangga, om pulang dulu baik-baik disini dan jangan lupa dengan misi kita ya sayang" kata Rangga berpamitan dengan senyum yang mengembang.


"Ok pangeran tante Alisa" sambil mencium punggung tangan Rangga.

__ADS_1


Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏


__ADS_2