Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
29.Airin pingsan


__ADS_3

"Pangeran tante Alisa sini " sambil menarik tangan Rangga dan menepis tangan Tommy dan meraih tangan Alisa agar bergandengan dengan tangan Rangga.


Tommy yang melihat hal itu hanya pasrah karena tidak mungkin dia berkelahi dengan anak kecil.


"Om Tommy sama Airin saja dari pada sendiri" kata Airin sambil menaikkan alisnya seraya membuat jengkel Tommy.


Rangga yang menggenggam tangan Alisa , mencoba untuk mengalah karena sedari tadi Alisa mencoba melepaskan genggaman Rangga.


"Airin sayang...tidak boleh seperti itu, tadi tante Alisa kesini sama om Tommy dan tentunya disini juga harus sama om Tommy" kata Alisa lembut mengingatkan Airin.


Airin yang mendengar perkataan Alisa langsung ngambek dan mendekati Rangga. "Om pangeran tante Alisa....om sama Airin saja ya? Airin juga tidak kalah cantik dari Tante Alisa" Airin mencoba menghibur Rangga.


"Iya bener sayang... ayok kita cari makanan, kamu pasti sudah lapar" sambil menggendong Airin mereka berjalan mencari tempat makan.


"Om... Airin suka banget kalau om gendong Airin seperti ini" kata Airin sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Rangga.


"Om juga sayang banget sama kamu sayang" kata Rangga sambil mendaratkan sebuah ciuman penuh kasih sayang pada gadis cilik itu.


Alisa yang melihat keakraban antara Rangga dan Airin langsung tersenyum melihatnya.


Airin menangkap senyum diwajah Alisa dan berkata " maaf tante aku pinjam om pangeran tante Alisa ya?" Sambil tersenyum "kita makan sama yok tante! ajak saja om Tommy, biar kita makan satu meja. Biar saja om Rangga yang traktir,om tidak keberatan kan Om?" Katanya pada Rangga.


"Tentunya sayang om tidak keberatan kok" sambil mencoel hidung Airin yang sangat bijak itu.


"Terimakasih om pangeran tante Alisa dari dulu om paling baik" sambil mencium pipi Rangga.


Alisa yang melihat keakraban itu semakin kagum melihat kehangatan yang diperlihatkan oleh Rangga dan Airin.


Tidak lama Intan datang mendekati ke empat orang itu dan berseru " wah makan enak ni, btw ini anak siapa manis sekali" kata Intan sambil mengusap lembut pipi Airin.

__ADS_1


"Kenalin tante aku Airin ponakan om pangeran tante Alisa" sambil menyalami Intan.


"Nama tante Intan dan ini om Rama senang bisa bertemu dengan kamu sayang, ohh ya kenapa kamu sebut Rangga dengan sebutan pangeran tante Alisa?" Tanya Intan yang sedari tadi bingung dengan sebutan yang disematkan Airin si gadis kecil itu kepada Rangga.


Tommy yang juga mempunyai pertanyaan yang sama sedari tadi dia ingin bertanya tapi gengsinya lebih tinggi dari tubuhnya yang sudah seperti jerapah itu.


"Ooh iya dong tante...tante Alisa kan istrinya om Rangga. Jadi pangeran tante Alisa kan om Rangga bukan om yang sok kecakepan itu" sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Tommy.


" Kan om memang cakep" protes Tommy yang tidak terima dirinya dikatakan sok kecakepan.


"Om kalau orang cakep tidak mungkin dia ambil seseorang yang sudah menjadi milik orang lain" katanya sambil menyeruput minumannya.


Sementara yang lain menelan saliva karena apa yang dikatakan oleh Airin sedikit ada benarnya. Karena dalam agama mereka masih dalam setatus pernikahan walaupun putusan pengadilan sudah memberikan putusan cerai.


Waktu surat cerai itu datang ke tangan Rangga, Rangga sebenarnya tidak pernah menandatangani surat cerai itu. Bahkan dia sudah mengurusnya namun dia terhalang karena Alisa tidak ikut mengurus nya untuk membatalkan keputusan cerai itu karena Alisa menghilang tanpa jejak yang membuat Rangga harus menerima keputusannya sepihak itu.


Karena sejak di hari Rangga menyadari bahwa dirinya sangat mencintai Alisa disaat itu juga Alisa meminta perpisahan dan meninggalkan dirinya yang sudah sangat bergantung pada segala pelayanan seorang istri ke suami. Alisa sangat memanjakan Rangga dalam mempersiapkan semua kebutuhan Rangga mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Hal itulah yang membuat Rangga semakin jatuh cinta pada sosok Alisa yang keibuan dan sangat perhatian pada Rangga yang saat itu belum menyadari cinta itu mulai tumbuh dan harus terpaksa mati karena keegoisan nya. Hal itu pula yang membuat dendam yang ada dihatinya itu tanpa Rangga sadari telah terkikis.


Saat ini dia ingin Alisa kembali lagi ke pelukannya apalagi sekarang Rangga tahu bahwa bukan Alisa yang menyebabkan kematian orang tua nya.


Tiba-tiba disela-sela menikmati makanan yang ada didepan mereka , Airin pingsan dan semua menjadi panik. Rangga langsung mendekati Airin " kenapa malaikat kecil" tanya Rangga yang panik.


Alisa juga langsung mendekati Airin"ayo cepat bawa dia kerumah sakit mungkin dia kelelahan karena kemarin dia habis kemo" kata Alisa.


Rangga langsung menggendong Airin yang sudah terkulai lemas dan membawanya ke dalam mobil dan melajukan mobil itu dengan kencang agar segera sampai kerumah sakit.


Alisa ikut bersama Rangga mendampingi Airin "Airin buka mata kamu sayang" kata Alisa sambil menepuk pipi Airin pelan dan memberikan aroma minyak kayuh putih agar Airin sadar.

__ADS_1


Airin mulai membuka matanya dan mengerjapkan mata mungilnya itu "tante" dengan suara yang sangat serak.


"Iya sayang kamu tidak akan kenapa-kenapa kamu akan baik-baik saja, kita berdoa ya sayang kamu pasti sembuh" lirih Alisa dengan air mata yang terus menetes.


"Tante sakit" Airin memegangi kepalanya dan terus meringis kesakitan.


"Iya sayang sabar ya sebentar lagi kita sampai dirumah sakit" kata Alisa menenangkan.


Rangga memilih rumah sakit yang paling dekat dengan tempat mereka tadi dan dengan tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit itu.


Rangga langsung memanggil para dokter dan perawat agar memberikan pertolongan kepada Airin yang sekarang sedang kesakitan di bagian kepalanya.


Para dokter langsung menangani Airin diruang UGD mereka langsung memasang selang oksigen dan alat-alat rumah sakit lainnya.


Setelah mendapatkan perawatan medis oleh dokter Airin sudah lebih baik dan setelah satu jam kemudian dokter keluar dan memanggil Rangga dan Alisa yang tadi mengantarkan Airin kerumah sakit itu untuk masuk keruangan dokter itu.


Setelah dokter itu duduk di kursi kebesarannya, Rangga dan Airin langsung duduk dihadapan dokter itu.


"Pak dokter bagaimana keadaan Airin dok" tanya Rangga yang tidak sabar dengan apa yang akan dijelaskan oleh dokter yang tadi menangani Airin.


"Sel kanker yang di idap oleh Airin sudah menjalar keseluruh tubuhnya, dan kemungkinan dia untuk bertahan kecil dan prediksi dia hanya mampu bertahan selama tiga bulan. Namun itu hanya prediksi medis tentu umur manusia ada ditangan penciptanya" jelas dokter itu.


"Sebisa mungkin Airin harus merasakan kenyamanan, usahakan agar moodnya selalu terjaga. Dia juga perlu istirahat dan sebisa mungkin harus merasa bahagia" jelas dokter itu lagi.


Alisa yang tidak sanggup mendengar tentang itu langsung menangis dan tanpa sadar dia menggunakan dada bidang Rangga untuk bersandar dan meluapkan rasa sedihnya. Rangga yang melihat itu langsung memanfaatkan situasi yang benar-benar berpihak padanya saat ini.


Rangga mengelus puncak kepala Alisa untuk memberikan rasa nyaman pada mantan istrinya itu. Hal itu berlangsung cukup lama hingga Alisa menyadari nya.


" Maaf aku tidak sengaja" lirih Alisa.

__ADS_1


"Tidak apa aku senang melakukannya"kata Rangga sambil tersenyum.


Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya agar autor semakin semangat melanjutkan ceritanya. Terimakasih 🙏😊


__ADS_2