
Pagi perjalanan dimulai dari bandara Halim Perdanakusuma menuju Kualanamu.
Dengan waktu kurang lebih dua jam akhirnya keluarga pak Brata sampai di bandara dan dijemput oleh mobil travel hotel.
Sampai di Ajibata Parapat mereka menyebrang menggunakan kapal ferry "Ihan Batak" menuju Samosir dengan waktu kurang lebih empat puluh lima menit.
Di dalam kapal Alisa mengajak Airin ke lantai tiga kapal untuk memandang keindahan alam danau Toba yang begitu tenang dan menyejukkan hati dan jiwa juga membuat pikiran rileks.
Danau Toba dengan keindahan alamnya yang terbentang di tujuh kabupaten yakni Simalungun, Toba, Tapanuli Utara, Humbang hasundutan, Dairi, karo, Samosir merupakan potensi besar sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Danau Toba adalah tempat wisata yang akan dituju oleh keluarga pak Brata dan akan menginap selama satu minggu ini.
Mereka memilih untuk menginap di Tuk tuk tempat paling sering dipilih pelancong lokal maupun manca negara untuk menginap. Karena tuk tuk adalah tempat yang paling eksotis dan paling banyak penginapan , yang jaraknya kurang lebih lima kilo meter dari pelabuhan Sialagan. Carolina Hotel adalah tempat yang di pilih mereka menginap untuk beristirahat.
"Rangga dan Alisa kalian satu kamar, Airin sama Opa dan Oma saja ya sayang , atau Airin mau tidur sendiri?" Kata pak Brata kepada Airin.
"Tidak Opa Airin sama Oma dan Opa saja, Airin takut tidur sendiri" kata Airin sambil memeluk manja lengan pak Brata dan ibu Ratih.
"Ok baiklah dan kalian berdua ikut dengan karyawan hotel ini" kata pak Brata kepada Rangga dan Alisa dan sepasang suami istri itu mengikuti titah pak Brata.
"Ini kamar bapak dan ibu silangkan menikmati pasilitas yang ada di hotel kami, jika butuh sesuatu bisa langsung hubungi kami di nomor yang tertera di atas meja" kata karyawan hotel itu.
" Terimakasih mba, oh ya mba ini tips untuk mba yang cantik dan baik" puji Rangga pada karyawan wanita di hotel itu.
Alisa memutar mata malasnya "dasar ganjen" kata Alisa.
"Ya lebih baik ganjen dari pada manyun" balas Rangga sambil membuka pintu kamar yang akan menjadi tempat mereka beristirahat selama seminggu ini.
__ADS_1
" Syukur kamarnya ada dua tempat tidur jadi kita bisa berbagi tempat tidur tidak harus berbagi, kamu di situ dan aku disini ya mas" kata Alisa membagi tempat tidur pada Rangga.
"Ok , aku mau tidur dulu, aku capek. Besok baru kita mulai perjalanan keliling pulau Samosir" kata Rangga.
Namun Alisa tidak sabar dia pergi ke luar kamar dan menikmati panorama alam yang indah disekitar hotel. Alisa melihat masyarakat sekitar danau Toba Samosir, beraktivitas mencari ikan dengan menggunakan sampan kecil yang di sebut Solu. Alisa juga ditemani semilir angin dan secangkir coklat panas di sebuah pendopo yang bentuknya menyerupai rumah adat Batak Toba.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore dan saatnya matahari tenggelam, Alisa benar-benar menikmati alam danau Toba yang disebut kepingan Surga itu.
Dengan pemandangan alam yang tidak henti-hentinya menyuguhkan berbagai macam keindahan nya, seperti saat ini sunset atau matahari tenggelam. Benar-benar menyejukkan mata Alisa saat itu dan tidak henti-hentinya dia mengucapkan terimakasih kepada Tuhan atas ciptaan Nya yang begitu indah.
" Terimakasih Tuhan buat alam yang Kau ciptakan ini dan terimakasih, aku Tuhan izinkan menikmatinya" katanya sambil menarik nafas panjang agar bisa menghirup udara segar itu.
Tanpa menyadari bahwa Rangga sudah berada di belakangnya dan memeluk pinggang istrinya itu dan menaruh dagunya di atas pundak istrinya, seperti adegan Jack dan rose di film Titanic.
Alisa tersadar dan berbalik melihat siapa yang memeluknya "ihh ngapain kamu disini mengganggu mood ku saja" kata Alisa dan pergi meninggalkan Rangga yang masih menggeleng melihat tingkah istrinya yang masih keras kepala dan tidak mau berdamai dengan sang suami.
Senja pun berganti malam dan setelah makan malam bersama keluarganya, akhirnya mereka kembali masuk ke kamar.
Sampai dikamar Rangga memilih tidur diranjang istrinya.
"Kamu ngapain kamu tidur diranjang yang aku punya? Pindah... pindah kata ku"
"Kalau aku tidak mau bagaimana?" Dengan senyum devilnya Rangga berkata.
"Kalau kamu tidak mau...aku akan tidur ditempat kamu, gitu saja kok repot" ketus Alisa.
"Terserah! Pokonya aku mau tidur di sini. Lagian apa susahnya sih , jika kita tidur berdua dengan satu ranjang? Lagi pula kita sekarang sudah kembali menjadi suami istri yang sah" kata Rangga dengan tersenyum penuh kemenangan, karena dia tahu pasti saat ini istrinya sangat marah.
'kamu" Alisa ingin memukul pipi Rangga namun dengan cepat Rangga menangkap tangan Alisa dan tangan halus itu gagal mendarat di pipi Rangga.
Cup
__ADS_1
Rangga malah mencium sekilas bibir Alisa dan hal itu semakin membuat Alisa berang "kamu...berani sekali" Alisa semakin marah.
"Seharusnya sedari dulu aku melakukan nya"
Alisa yang mendengar perkataan Rangga kembali ingin memukul namun, lagi-lagi Rangga menahannya dan Rangga kembali mencium bibir tipis Alisa dengan sedikit me**matnya. Alisa berontak dan berhasil melepaskan genggaman tangan Rangga dan langsung naik ke ranjang dan menutup seluruh tubuh hingga kepala dengan selimut.
Rangga yang melihat tingkah laku Alisa itu tersenyum sinis.
" Segitu saja apa kamu tidak mau yang lebih Al, anggap saja kita melakukan bulan madu yang dulu sempat tertunda" kata Rangga menggoda istrinya itu.
"Tidak aku mau tidur" jawab Alisa dari balik selimut.
Namun Rangga tidak mau lagi menggoda istrinya itu, karena nanti pasti akan menjadi keributan. Dia juga mencoba memejamkan matanya.
Malam berganti menjadi pagi yang begitu cerah dan pak Brata, ibu Ratih dan si kecil Airin menunggu Rangga dan Alisa untuk sarapan.
Tak lama menunggu akhirnya dua anak manusia itu muncul "itu mereka Tante dan Om" seru si kecil Airin.
Pak Brata dan Ratih tersenyum melihat sepasang suami istri itu yang terlihat seperti Tom and Jerry itu.
"Setelah ini kita mau kemana pa?" Kata Alisa yang baru saja mendaratkan bokongnya di kursi.
"Kita akan keliling Samosir seharian ini menikmati objek wisata yang tersaji di alam Samosir ini" seru Brata yang bersemangat.
" Wah sudah tidak sabar" kata Alisa bersemangat sambil menyendokkan makanan ke mulutnya.
" Kita pakai satu mobil pa?" Kata Rangga kepada meet itu.
"Tidak , kita pakai dua mobil. Karena Airin harus bisa tidur dengan posisi yang nyaman. Jadi kita pakai dua mobil , kalian berdua satu mobil" jawab pak brata.
"Aku...semobil sama dia? Ogah...aku tidak mau pa" tolak Alisa.
"Jangan bantah kamu harus nurut sama apa yang papa perintahkan" kata Brata lagi.
Alisa hanya bisa menuruti permintaan papanya tanpa bisa membantah.
__ADS_1
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏 terimakasih.