Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
7. Tangisan Alisa


__ADS_3

Setelah sampai didepan kantor Rangga mereka turun tanpa membuka pintu untuk Alisa dan Rangga langsung berjalan dengan cepat menuju ruangan dimana humas kantor telah mempersiapkan acara untuk wawancara antara Rangga dengan wartawan majalah bisnis itu.


Setelah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan perusahaan wartawan itu meminta agar Rangga menjawab pertanyaan diluar konteks yaitu pertanyaan pribadi mengenai siapa yang sekarang menjadi wanita terdekat dengan Rangga yaitu pacar atau kekasihnya.


Semua wartawan juga penasaran dengan sosok wanita yang kini telah menjadi pacarnya.


Rangga tanpa ragu menjawab pertanyaan wartawan itu " sekarang seorang wanita yang paling dekat dengan saya adalah putri salah satu pengusaha juga yaitu Alisa Dwi Brata, pasti anda semua tahu dengan nama itu kan " kata Rangga tanpa ragu dengan gaya yang sangat menyakinkan dan penuh senyuman seperti benar-benar mencintai Alisa.



" Apakah wanita itu sekarang berada disini karena kami ingin melihat apakah benar anda dan dia menjalin hubungan atau hanya kamuflase?" Kata wartawan itu pada Rangga penuh selidik karena mungkin saja Rangga berbohong.


" Ya tentu saja " kata Rangga dengan nada begitu sangat bersemangat karena dia memang sedang menjalani sebuah hubungan sandiwara dengan Alisa sekedar untuk pencitraan semata.


" Bisakah bapak memanggilnya untuk bergabung dengan kita disini?" Seru wartawan itu karena penasaran seperti apa sosok wanita yang dapat menaklukkan hati seorang Rangga Dika Ananta yang terkenal kaku dingin dan sangat cuek terhadap seorang perempuan.


" Sayang..." Kata Rangga dengan nada begitu lembut untuk memanggil Alisa agar mau mendekat kepadanya agar Sandiwara Rangga semakin sempurna dengan senyum devilnya Rangga dengan bangga memperkenalkan Alisa sebagai kekasihnya.


Alisa tersenyum sambil berjalan mendekati kerumunan wartawan dan dia tersenyum indah menawan yang tidak terlepas dari wajah cantiknya dengan begitu polos karena memang dia sangat senang melakukan nya walaupun dengan pura-pura dan itu semata-mata untuk bisa mendapatkan cinta Rangga.



Setelah semua sandiwara cinta itu mereka lakukan dan berjalan dengan sukses, Wartawan pun berpamitan untuk pulang dan berjanji akan memberitakan ke halayak ramai agar masyarakat mengetahui hubungan antara Alisa dan Rangga.


Setelah beberapa saat kemudian setelah kepulangan wartawan itu , Rangga menyuruh Alisa untuk pulang " Kamu bisa pulang sekarang karena semua telah berakhir dan tidak ada lagi yang bisa kamu kerjakan disini" kata Rangga tanpa memperdulikan perasaan Alisa dan Alisa yang mendengar sangat terpukul dengan kata-kata Rangga.


" Kamu mengusir aku setelah apa yang aku lakukan untuk kamu, apa tidak ada ucapan terimakasih sedikitpun atas semua yang aku lakukan tadi untuk mu?" Kata Alisa dengan mata-mata yang berkaca.


" Ya memang apa yang seharusnya aku lakukan, semua sudah selesai kan? Jika aku membutuhkan kamu lagi, aku akan menghubungi kamu lagi dan terimakasih atas bantuannya. Udah kamu puaskan" jawab Rangga sambil duduk kembali di kursi kebesarannya dan melanjutkan pekerjaannya tanpa merasa bersalah sedikitpun.


" Baik lah kalau begitu aku akan pergi, aku akan pulang " kata Alisa sambil melangkah dari ruangan Rangga menuju pintu keluar dia memutar kenop pintu lalu membukanya dan keluar meninggalkan Rangga diruangannya.


Tidak terasa air mata Alisa berderai terjun bebas membasahi pipi mulusnya, air mata itu terus keluar tanpa bisa dibendung. Hingga tidak sengaja salah seorang karyawan Rangga yang juga mengenal Alisa berkata " mba tidak apa-apa?"kata karyawan itu dengan lirih melihat Alisa yang menangis setelah keluar dari ruangan Rangga.

__ADS_1


Alisa tersadar dari lamunannya " tidak mba saya hanya kelilipan" Alisa berbohong.


" Teganya Rangga kepada aku " gumam Alisa dalam hati sambil kembali lagi melangkah menuju parkiran.


Karyawan yang tadi bertanya padanya hanya bisa memandangi punggung Alisa yang semakin menjauh dari tempat dia berdiri saat ini dan tidak tega , namun apa yang bisa dia lakukan paling hanya bisa diam.


Sementara Alisa menelepon Intan sahabatnya dan mereka janjian ketemu di sebuah kafe yang sering digunakan oleh sebagian orang untuk tempat rapat dan melakukan kegiatan untuk makan siang sambil mengobrol.


Sesampainya di tempat yang mereka janjikan untuk ketemu, Alisa dan Intan duduk disebuah meja yang berada tepat disudut restoran agar mereka bisa lebih tenang untuk meluapkan emosi.


Ketika Alisa bercerita dengan Intan tidak terasa air mata Alisa bercucuran terjun payung melewati pipi mulusnya.


Mereka tidak menyadari kalau Tommy juga ada di sana dan memperhatikan mereka dari kejauhan dan hati Tommy sangat terpukul melihat wanita yang dia cintai itu menangis Tommy langsung mendekati Alisa dan Intan karena dia ingin tahu apa penyebab sampai Alisa menangis.


Tommy mengambil sekuntum mawar putih yang ada di atas meja yang sekarang dia duduki dan ingin memberikan kepada Alisa agar Alisa tidak bersedih lagi.



" Hay bidari yang paling cantik sejagat raya, mengapa engkau bermuram durja? Apakah ada yang menyakiti mu? Katakan pada ku biar aku habisi orang yang membuat mu bersedih hinga membuat wajah cantikmu tidak menarik" kata Tommy seperti pelakon drama sambil memberikan sekuntum mawar putih yang ada ditangannya kepada Alisa.


" Kamu Tom kok bisa kamu disini udah kayak jailangkung saja datang tak diundang pulang tak diantar?" Kata Intan dengan memukul pundak Tommy pelan karena kaget dan sekarang Tommy sudah duduk ditempat mereka.


" Biasa habis meeting dengan klien" ujar Tommy. " Kalian ngapain terus kenapa Bidari aku ini nangis?" Tanya Tommy lagi karena sedari tadi dia tidak mendapat jawaban.


" Biasa dengar curhatannya Alisa yang menangis karena Rangga lelaki dingin dan tidak punya perasaan itu dasar itu cowok tidak punya perasaan banget" cerocos Intan yang memang geram melihat kelakuan Rangga terhadap sahabatnya itu.


" Emang kenapa Intan, bisakah kamu ceritakan ke aku apa yang sebenarnya terjadi?" Kata Tommy yang masih penasaran.


Alisa yang membulatkan matanya sempurna kepada Intan sebagai kode untuk Intan agar tidak menceritakan kepada Tommy apa sebenarnya yang terjadi antara Rangga dan dirinya.


Namun Intan bersikap tidak melihat lototan mata dari Alisa itu dia malah membeberkan semua apa yang membuat Alisa menangis secara detail.


Setelah semua cerita itu sudah didengar oleh Tommy secara keseluruhan dia langsung geram " biar kita balas perbuatan nya " kata Tommy dengan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


" Tidak usah Tom jujur aku tidak apa-apa, aku sangat mencintai nya dan aku tidak mau dia kenapa-napa" kata Alisa memohon kepada Tommy.


Tommy yang mendengar perkataan Alisa membuat hati Tommy semakin sakit dan dia merasa semakin ingin menghajar Rangga.


Tiba-tiba saja setelah mereka mau pulang orang yang tadi menjadi topik pembicaraan mereka, muncul dengan senyum yang mengembang seperti tidak terjadi apa-apa. Namun Rangga menyadari kalau Alisa baru saja menangis dan dia tahu kenapa, pasti karena perbuatannya tadi sewaktu di kantor nya. Setelah mengetahui itu tetap saja Rangga tidak meminta maaf pada kepada Alisa.


Sementara Tommy dan Intan sudah menahan emosi dan ingin menonjok orang yang sekarang sedang menghampiri mereka.


" Hay semua apa kabar , Alisa kenapa dengan mata kamu? Apa kamu habis menangis?" Kata Rangga dengan nada datar dan begitu tenang padahal dia tahu jika Alisa menangis karena dirinya karena dia datang ke cafe itu juga ingin melihat bagaimana keadaan Alisa. Seperti dalam dugaannya Alisa menangis karena tadi Rangga mengusirnya.


Tanpa sadar dengan emosi yang sangat bergejolak di dada Tommy dan dia mendaratkan sebuah bogem mentah. Pukulan Tommy itu mampu membuat Rangga ambruk dilantai.


Yang membuat Intan dan Tommy geram , Alisa menangisi Rangga dan membantu Rangga untuk berdiri.


Tommy yang melihat hal itu langsung kembali lagi mendaratkan sebuah tinjunya tepat diperut Rangga dan dia langsung menggendong Alisa bergaya bridal style.


Semua orang yang ada disana terkesima dengan apa yang dilakukan oleh Tommy, begitu juga Intan sahabat Alisa terpelongo sedangkan Rangga dengan susah payah bangkit dari lantai.


Sambil mengelus pipi dan perutnya yang masih terasa sakit dia bergumam " tunggu Alisa aku tidak akan membiarkan kamu bahagia aku akan menikahi kamu untuk membalas dendam aku kekamu dan aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia " Lirih nya.


Alisa yang digendong dengan bridal style itu meronta-ronta ingin diturunkan dan Tommy tidak mau menuruti permintaan Alisa. Tommy malah semakin mempercepat langkahnya menuju mobilnya yang super canggih itu.


Setelah Tommy memasukkan Alisa ke dalam mobil dan melajukan mobilnya sementara Intan pulang sendiri tanpa mau mengganggu sahabatnya itu.


Didalam mobil Alisa terus meronta agar Tommy mau menurunkan dirinya ditepi jalan namun tidak sedikit pun Tommy menggubris Alisa.


Karena Alisa terus meronta dan itu membuat Tommy langsung berkata " diam Alisa" kata Tommy dengan nada tinggi dan suara itu mampu membuat Alisa diam dan hal itu juga membuat Tommy menghentikan mobilnya ketepi jalan dan Tommy langsung memeluk tubuh mungil Alisa.


" Lepaskan aku , aku sangat membenci mu " kata Alisa sambil membuka pintu mobil Tommy namun pintu tidak dapat dibuka karena langsung di kunci Tommy agar Alisa tidak bisa keluar.


" Terserah kamu benci dengan aku atau tidak yang jelas aku sangat mencintai kamu Alisa. Lupakan dia dan terimalah cinta aku dari dulu aku sangat mencintai mu " kata Tommy dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari air mata Tommy pun langsung terjun bebas membasahi pipinya karena tidak sanggup melihat orang yang begitu dia cintai sampai jatuh pada orang yang tidak mencintai dirinya.


" Asal kamu tahu Alisa Rangga tidak pernah mencintai kamu aku tahu semua Alisa " kata Tommy dengan penuh penjelasan.

__ADS_1


" Diam aku tidak mau dengar apapun kejelekan Rangga dan apapun penjelasan mu karena bagiku Rangga itu lelaki sempurna " kata Alisa sambil menutup kedua telinganya.


Berhasilkah Tommy meyakinkan Alisa dengan semua perkataan Tommy? Jangan lupa like dan komen serta ikutin terus cerita aku ya? 🙏😊


__ADS_2