
Dengan ragu Rangga mulai mendekati Alisa namun sebelum Rangga sampai di hadapan Alisa, seorang perawat datang dan bertanya "apakah anda yang bernama Alisa?" Kata perawat itu.
Sontak Alisa yang mendengar perawat itu menanyakan namanya langsung menjawab."ya saya Alisa, kenapa suster?" Tanya Alisa lagi kepada perawat itu.
"Pasien memanggil-manggil nama anda , anda dipersilakan masuk tapi sebelumnya anda harus memakai baju khusus untuk keruangan pasien" kata suster itu mengarah kan Alisa untuk mengikuti dirinya dan Alisa mengekor dibelakang perawat itu.
Sampailah Alisa diruangan dimana saat ini Tommy dalam keadaan sangat lemah dan memanggil namanya. "Alisa...Alisa... Alisa..." Rangga menyebutkan nama Alisa dari alam sadarnya.
"Iya Tommy aku disini, buka mata kamu Tom....aku tidak mau terjadi apa-apa pada dirimu hiks hiks hiks" kata Alisa sambil memegangi tangan Tommy seraya mengelus puncak kepala Tommy.
Rangga yang melihat dari jendela kamar ICU itu merasa sangat cemburu, namun dia mencoba berbesar hati karena kondisi Tommy yang saat ini juga tidak tidak berdaya.
Air mata Alisa bercucuran dan membasahi wajah Tommy dan entah kekuatan dari mana Tommy membuka matanya "Alisa...kau menangisi aku? Jangan tangisi aku Alisa aku mohon" kata Tommy dengan suara serak yang dipaksakan dan hampir tidak terdengar namun karena diruangan itu hanya mereka berdua suara Tommy
Alisa semakin menangis dan dia tidak mampu untuk berbicara apa-apa kepada Tommy selain air mata yang terus-menerus jatuh membasahi pipinya.
"Alisa jangan menangis, a...aku akan selalu menjaga perasaan aku untuk mu dan akan selalu membawa mu didalam keabadian ku" kata Tommy dengan nada yang begitu lemah dan terbata-bata.
__ADS_1
" Kau bicara apa, kau pasti sembuh. Kau pasti kembali sehat" kata Alisa sambil memeluk tubuh lemah itu.
" Al..aku udah tidak kuat ... Aku mau kau tersenyum mengiringi kepergian aku. Panggil aku sekali saja dengan sebutan sayang agar aku tenang. Kembali lah kepada Rangga dia sangat mencintai dirimu" katanya dengan nada semakin lemah.
Dengan perasaan bersalah karena Alisa tidak bisa mencintai Tommy seperti layaknya sepasang kekasih, akhirnya Alisa menuruti permintaan Tommy untuk memanggil dirinya sayang.
"Iya sayang...aku akan kembali kepada Rangga"
"Kamu...ha...rus..janji ya"
Alisa hanya menjawab dengan anggukan dan Tommy pun menghembuskan nafas terakhirnya, dan dia pergi dengan senyuman.
Alisa memanggil dokter dan berteriak memanggil nama Tommy.
Dokter datang dan mendekati tubuh Tommy yang saat ini terbaring di ranjang rumah sakit itu. Dokter memeriksa dan benar saja kalau Tommy sudah pergi menuju sang pencipta. "Maaf...bu...Tuhan lebih sayang kepada pasien Bu, sebelum kita melakukan operasi beliau sudah lebih dulu menghadap pencipta". Kata Dokter itu dengan nada rendah.
" Maaf Bu pasien sudah pergi" kata Dokter itu sambil menunduk memberi kan penghormatan terakhir kepada Tommy.
__ADS_1
Alisa semakin histeris dan terus memanggil nama Tommy " Tommy... Tommy... Tommy... hiks hiks hiks bagun Tom... jangan pergi".
Apa yang dilakukan oleh Alisa saat ini tidak akan dapat membangun kan Tommy.
Rangga masuk keruangan itu dan memeluk tubuh mungil Alisa mencoba untuk memberikan sedikit kekuatan untuk wanitanya itu. " Sudah dia sudah pergi dan sudah tenang kamu jangan menangis lagi. Aku akan mengurus pemakaman nya" kata Rangga.
Alisa hanya mengangguk lemah , mengiyakan semua apa yang dikatakan oleh Rangga.
*************
Dipemakaman seluruh keluarga besar Tommy berkumpul dalam kesedihan, begitu pula Alisa yang sangat menyayangi sahabat nya itu.
Intan dan Rama juga hadir dipemakaman Tommy.
Intan merasa sangat bersalah karena tidak mampu mengwujudkan permintaan Tommy untuk menyatukan dirinya dengan Alisa. Karena memang Alisa sudah menganggap Tommy hanya sebatas sahabat dan kakak yang selalu ada saat Alisa sedang dalam keadaan rapuh.
Tommy dimata Alisa memang adalah lelaki yang luar biasa.
__ADS_1
Acara pemakaman Tommy berlangsung dengan hikmat dan berjalan dengan baik dan lancar.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya agar autor semakin semangat melanjutkan ceritanya, terimakasih 🙏😊