
Pada malam itu, Rohana sengaja mengundang makan malam Clarissa bersama kedua orang tuanya di rumah besar.
Sebuah acara makan malam yang sangat spesial diadakan Rohana untuk tamu spesialnya Clarissa sang calon menantu idaman dan juga kedua orang tuanya.
Saat itu mereka sedang asyik mengobrol di ruang tamu untuk membahas perihal perjodohan antara Clarissa dan Gabriel.
Perjodohan ini adalah perjodohan yang kedua. Setelah tertunda beberapa tahun yang lalu karena Gabriel justru malah memilih Nandini untuk dinikahi.
Setelah Nandini kini sudah tidak ada lagi di rumah besar. Dengan gerakan cepat, Rohana ingin mendekatkan kembali Clarissa dengan Sang putra Gabriel.
Gabriel yang kala itu baru saja memasuki rumahnya. Dikejutkan dengan adanya Clarissa dan kedua orang tuanya yang sudah ada di ruang tamu. Sebelumnya Gabriel memang sudah kenal dengan mereka semua.
Dalam hati, Gabriel sudah punya firasat jika sang Mama pasti akan membahas tentang perjodohan itu kembali.
"El, baru pulang ya. Sini duduk dekat Mama. Sudah lama kan kamu tidak ketemu Om Haris dan juga Tante Olga. Ada Clarissa juga." ucap Rohana dengan sangat manis kepada Gabriel.
__ADS_1
Gabriel Kemudian tersenyum tipis kepada tamunya. Kemudian ia pun memberikan salam kepada orang tua Carissa. Gabriel juga menyapa Clarissa dengan senyum yang di paksakan.
"Apa kabar El, sudah lama tidak ketemu sama kamu. Bagaimana perusahaan, pasti lebih maju ya." sapa Haris Papanya Clarissa pada Gabriel.
"Gabriel hanya menerus usaha Papa." Jawab Gabriel singkat sambil tersenyum tipis.
"Sekarang hebat ya kamu. Sebagai pengganti Papa mu, kamu sangat mengagumkan. Aku sudah liat sendiri bagaimana perusahaan itu lebih maju sekarang." imbuh Haris.
"Gabriel, kedatangan Om Haris dan Carissa ke sini itu sebenarnya untuk membicarakan hal yang spesial loh antara kamu dan Clarisa." Rohana nampak mulai pembahasan.
Mendengar semua penuturan sang Mama. Seketika langsung membuat Gabriel terdiam sambil melayangkan pandangan tajam ke arah sang Mama.
Dalam hati, Gabriel tidak menyangka. Jika Mamanya sudah bertindak terlalu jauh pada kehidupan pribadinya. Bahkan Gabriel menilai sang Mama telah lancang.
"Ma, boleh kita bicara sebenar di kamar Mama. El mau katakan sesuatu sama Mama." ucap Gabriel dengan sikap angkuh. Kemudian ia berjalan menuju kamar sang Mama.
__ADS_1
Melihat Gabriel ingin bicara empat mata dengannya. Membuat Rohana kemudian menuruti saran Gabriel.
"Sebentar ya jeng, sepertinya El ingin bicara sesuatu. Kami akan segera kembali." ujar Rohana, yang kemudian ia berjalan menuju kamar untuk menemui Gabriel.
Setelah mereka berada di kamar. Gabriel yang sudah terlihat sangat gamang itu kemudian mencoba untuk mengontrol emosinya. Agar ia bisa bicara dengan sang Mama dengan nada lembut.
Pasalnya, menurut Gabriel, sekarang ini sang Mama sudah sangat jauh mencampuri urusan pribadi dan kehidupan dirinya.
Padahal, sejak semua konspirasi yang di lakukan sang Mama untuk memisahkan dirinya dan Nandini ia ketahui. Gabriel sama sekali tidak ingin membongkar itu di hadapan Mamanya.
Karena Gabriel masih menjaga perasaan sang Mama.
Tapi rupanya, kini Gabriel harus berterus terang. Agar mamanya tau. Jika ia sudah tau semua tentang rencana busuk sang mama.
Gabriel sudah tidak tahan dengan semua sikap otoriter sang Mama.
__ADS_1
Yang selama ini selalu mengaturnya untuk melakukan ini dan itu.