Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Menata Hati


__ADS_3

Bandung.


Nandini POV


Aku yakin, ini adalah keputusan yang terbaik untuk ku.


Aku tidak mungkin tetap berada di rumah besar jika hati ini sudah tidak sanggup lagi untuk memikul beban yang aku alami jika berada di sana.


Ini bukan tentang lagi soal mulut tajam mama yang selalu mengabaikan dan tidak menganggap ku sebagai menantu. Tetapi ini tentang suamiku sendiri.


Yang telah berubah sikap dan perilakunya.


Yang begitu kejam dan sadar telah menyakiti fisik dan juga psikis ku. Dia melakukannya secara sengaja. Dengan penuh kesadaran dan seolah-olah dia tengah melakukan balas dendam terhadap diri ku.


Mungkin dengan cara ia melakukan penganiayaan dan juga berkata kata buruk seperti itu terhadap ku telah membuatnya puas.


Mungkin dengan dia menyakiti fisik dan juga melakukan pemaksaan untuk berhubungan badan dengan nya dengan paksa. Sebagai pembuktian jika hanya dirinya lah yang berkuasa atas diri ku.


Mungkin dia juga puas menyalahkan aku. Agar aku merasa bersalah padanya. Padahal dialah yang salah.


Mungkin kamu puas melakukan kdrt itu pada ku mas. Dengan dalih aku telah mendua.

__ADS_1


Tuduhan yang membabi buta dan tidak masuk akal.


Entah apa yang ada di pikiran mu saat itu Mas. Sampai-sampai kamu percaya saya dengan potongan potongan video yang sudah di edit oleh Mama.


Aku tidak tahu apa yang membuat Mas Gabriel bisa sekejam itu.


Padahal selama ini kamu selalu manis dan aku merasakan kenyamanan berada di sisi mu.


Walau seluruh keluarga mu tak menganggap ku dan tak tak mengakui aku sebagai bagian dari keluarga mu. Aku tetap bisa bertahan demi kamu Mas.


Karena kamu adalah anak pertama, adik adik mu menghargai pilihan patuh dengan sikap mu.


Dan Mama, walau dia akhirnya membiarkan kamu menikahi ku. Nyatanya dia juga tidak pernah benar-benar anggap ku.


Tapi, saat Mas sudah bertingkah seperti mereka. Bagaimana aku bisa bertahan Mas.


Aku tau Mas Gabriel mencintai ku. Dan saat itu Mas mungkin cemburu. Tapi tetap saja mas, aku tidak bisa menerima jika Mas sudah berani melakukan kekerasan fisik dan mental pada ku.


Hidup bersama mu aku sudah banyak berkorban banyak hal. Semua dengan iklas aku jalani.


Saat diri mu sudah mengabaikan ku. Bagaimana aku bisa tetap tinggal. Itu sebabnya aku pergi meninggalkan Mas sekarang.

__ADS_1


Tindakan ku memang tidak benar. Tapi jujur aku tak sanggup berhadapan dengan orang orang yang semua tidak menyukai ku dan aku bagaikan orang asing di rumah.


Mungkin dengan aku pergi. Mas bisa memahami dan belajar satu hal soal apa itu cinta dan apa itu pengorbanan.


Tidak pernah aku bayangkan jika pria selembut Mas Gabriel bisa bersikap kasar. Padahal selama ini Mas tidak pernah berlaku kasar.


Tetapi apa yang kamu lakukan pada ku malam itu. Sangatlah melukai hati dan perasaan ku Mas.


Luka cambuk itu bahkan belum sirna sepenuhnya. Masih ada bekasnya.


Belum lagi diri mu melakukan pemaksaan pada ku untuk berhubungan badan juga meningalkan luka di sana.


Lima tahun mengenal mu, dan delapan bulan kita menikah. Tak pernah aku melihat kamu punya jiwa yang sadis.


Pada malam di mana kamu meluapkan semua amarah dan emosi mu. Sikap Mas El seperti telah membuka tabir sifat lain yang tersembunyi yang ada pada diri Mas. Yang pada akhirnya aku tau. Dan bahkan aku menjadi korban tindak kekerasan oleh mu.


Aku tidak sanggup Mas jika terus bertahan. Mental ku tak sekuat itu. Aku bukan wanita tangguh yang punya kesabaran berlapis-lapis.


Aku tidak berfikir buruk untuk hubungan kita akan seperti apa kedepannya. Yang aku pikirkan adalah saat ini.


Aku butuh waktu dan ketenangan untuk memikirkan semuanya.

__ADS_1


Dan itu hanya bisa dapat jika aku pergi.


__ADS_2