Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Penyelinap


__ADS_3

Jam pulang kerja telah tiba. Kini tiba waktunya bagi Nandini untuk bersiap-siap pulang. Ia yang saat ini sudah berada di ruang ganti. Nampak membereskan beberapa barangnya dan ia bersiap untuk pulang.


Seperti biasa Nandini selalu pulang bekerja dengan menumpangi taksi online.


Sesampainya Nandini di kamar kost. Dengan sedikit lesu dan letih. Nandini membuka pintu kamar kostnya.


Setelah pintu terbuka. Ia pun masuk dan kemudian langsung menutup kembali pintu kamar dan tidak lupa menguncinya dari dalam.


Sejenak Nandini nampak bersandar pada pintu kamar. Dia tidak menyangka dan juga tidak menduga bahwa ia akan bertemu dengan sang suami secepat ini.


Nandini juga tidak menyangka jika ternyata. Gabriel sudah mengakui semua kesalahannya.


Dia meminta maaf dan memohon untuk dimaafkan. Dan juga memohon untuk meminta dirinya kembali pada Pria berusia 30 tahun tersebut. Yang memang masih berstatus sebagai suaminya.


Ini bukan masalah kembali atau tentang memaafkan Gabriel.


Bagi Nandini, ia tidak sama sekali menaruh dendam pada sang suami. Ia hanya kecewa pada tindakannya.


Meskipun demikian. Dari lubuk hati Nandini yang paling dalam. Ia sebenarnya juga telah memaafkan Gabriel.


Ia telah memaafkan perbuatan sang suami yang kala itu ia menyakitinya. Dan Nandini juga tidak menampik jika dirinya masih sangat mencintai sang suami.


Tapi yang jadi masalahnya sekarang adalah. Bukan masalah cinta mereka. Karena sejak dulu pun mereka memang saling mencintai dan ujian yang mereka lalui tidak terletak pada kesetiaan. Melainkan adalah Rohana. Ibu Gabriel, ibu mertua Nandini.


Perempuan itulah yang menjadi penguji cinta antara Nandini dan Gabriel. Saat mereka masih pacaran pun Rohana sudah tidak suka dengan Nandini. Dan itu berlanjut sampai Gabriel dan Nandini sudah menikah.


Rohana yang begitu menampakkan rasa ketidaksukaan dan juga kebenciannya terhadap Nandini. Membuat Nandini berpikir. Apa bisa ia kembali merajut kebahagian bersama Gabriel. Sedangkan Rohana sendiri pernah berkata tidak akan pernah merestui dan tidak akan pernah menyukai menantunya itu.


Dan bahkan, Gabriel pernah percaya dengan kata-kata mamanya dengan fitnah yang Rohana sengaja buat.


Sikap sang mertua lah yang membuat Nandini berpikir dua kali untuk melanjutkan penikahannya.


Apakah ia akan memutuskan kembali kepada Gabriel atau tidak.

__ADS_1


Meskipun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam. Nandini memang masih sangat mencintai Gabriel dan juga masih sangat menaruh hormat pada Gabriel sebagai suaminya.


Bersandar sejenak pada pintu kamar kostnya. Nandini ingin melepaskan semua kepenatan yang ada di pikirannya.


Karena baru saja ia merasakan ketenangan dan kebebasan. Kini ia kembali dibuat gundah dengan kembalinya sang suami padanya.


Gabriel saat ini tengah mengejar-ngejar dirinya kembali.


Seperti dulu saat mereka masih pacaran. Karena Gabriel juga dulu mengejar-ngejar Nandini dan memohon-mohon, meminta agar Nandini mau untuk di nikahi.


Lalu, pada akhirnya. Nandini bersedia untuk dinikahi. Meskipun ia tahu konsekuensinya tidak disukai keluarga Gabriel. Dan bahkan dibenci oleh ibu mertuanya sendiri.


Setelah mereka menjalani pernikahan kurang lebih 9 bulan. Akhirnya pada hari itu Nandini menyerah dan ia meninggalkan rumah dengan tuduhan perselingkuhan. yang tidak sama sekali ia lakukan.


Dan tuduhan itu sengaja di dirancang oleh mertuanya untuk memisahkan Gabriel dan Nandini.


Dan pada akhirnya. rencana Rohana sukses. Gabriel dan Nandini berpisah karena sebuah kesalahpahaman.


Tapi, kini situsnya kembali berubah. Saat Gabriel sudah sadar dan meminta Nandini untuk kembali padanya.


Nandini kemudian menghela nafas panjang dan ia kemudian meletakkan tasnya di atas tempat tidur.


Nandini kemudian melepaskan blazer dan juga kemejanya. Dan ia bersantai sejenak dengan hanya mengenakan dalaman singlet dan celana pendek.


Saat Nandini tak senjata melihat dirinya di cermin. Ia kemudian memandang dirinya ke cermin itu. Dan memperhatikan wajahnya sejenak.


Nandini kembali mengingat apa yang sudah terjadi di kamar mandi di kamar hotel sang suami.


Dimana saat itu Gabriel menciumnya dengan begitu rakus. Padahal ia ingin menolak tapi tenaga Gabriel lebih kuat sehingga akhirnya ia pasrah untuk di cium.


Memandangi dirinya di cermin. Nandini kemudian meraba bibirnya yang kini terlihat sedikit bengkak karena perbuatan sang suami.


"Dasar kamu Mas. kamu sudah membuat bibirku bengkak seperti ini." gerutu Nandini yang merasa kesal.

__ADS_1


Tetapi sebenarnya Ia juga senang karena kembali merasakan hangatnya bibir sang suami.


Baru saja Nandini hendak pergi ke kamar mandi. Ia di kagetkan dengan suara ketukan di pintu kamar kosnya.


Seseorang tampak mengetuk pintu kamarnya. Sehingga membuat Nandini sedikit was was.


Siapa yang berani mengetuk pintu kamarku?


Selama ini, perasaan aku tidak memiliki kenalan di kamar kost ini. Nandini membatin.


Semakin lama Nandini membiarkan pintunya tak di bukakan. Ketukan pintu itu malah semakin menjadi-jadi. Dan akhirnya membuat Nandini mendekati pintu kamarnya dan menanyakan siapa yang ada di luar sana.


"Siapa yang ada di luar?" tanya Nandini was was.


"Buka pintunya sayang. Ini aku Gabriel."


Mendengar jika sang suami lah yang ternyata yang ada di luar sana. Seketika membuat Nandini melongo tak percaya.


"Dari mana Mas tahu aku berada di sini." tanya Nandini dari balik pintu.


"Tidak ada hal yang tidak aku tahu dari istriku sendiri. Sayang cepat buka pintunya. Aku ingin masuk." seru Gabriel dari luar.


"Nggak bisa Mas. Ini kamar kost khusus wanita. laki-laki dilarang masuk. ujar Nandini berusaha untuk tidak mempersilahkan Gabriel masuk. Karena memang peraturannya tidak boleh laki-laki masuk ke dalam kamar kosnya.


"Siapa bilang tidak boleh masuk. Tidak ada aturannya seorang suami dilarang menemui istrinya sendiri. Mereka boleh tidak mengizinkan laki-laki bertamu ke kamar kost perempuan. Tetapi aku ini suamimu dan aku berhak untuk menemui mu."


"Jangan buat masalah Mas. Nanti aku diusir dari tempat kos-kosan ini. Cepat pergilah, jangan datang kemari. Aku tidak mau diusir. Aku sudah nyaman tinggal di kos-kosan ini."


"Aku tidak akan pergi sebelum kamu membukakan pintu sayangku. Cepatlah buka pintunya. Atau aku dobrak."


"Mas, jangan buat ulah ya."


"Aku tidak akan buat ulah Nandini. Tapi kamu harus bukakan pintu kamar kost mu dulu. Kamu pasti akan baik-baik saja. Kamu tidak akan diusir. Aku sudah bicara dengan pemilik kost tadi. Dan mereka mengizinkan aku untuk menemui mu di sini."

__ADS_1


Setelah mendengarkan penjelasan Gabriel. Tidak ada alasan bagi Nandini untuk tidak membukakan pintu. Nandini kemudian membukakan pintu kamar kost nya untuk Pria yang masih berstatus sebagai suaminya tersebut.


__ADS_2