Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Mimpi dan kenangan


__ADS_3

Setelah melepas baju yang ia kenakan. Gabriel kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Sudah hampir satu bulan ini dirinya tidur sendiri. Dan hampir tiap malam Gabriel tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Apa lagi jika bukan karena sang istri tidak ada di sisinya. Selama ini Gabriel sudah terbiasa dengan keberadaan sang istri di sampingnya.


Karena setiap hari mereka selalu bersama sama.


Sambil berusaha untuk memejamkan kedua matanya. Gabriel ingin mengistirahatkan tubuhnya setengah seharian ini penat dengan pekerjaan.


Di tambah lagi dengan ketegangan antara dirinya dan sang Mama. Semuanya membuat Gabriel lelah hati dan pikiran.


Gabriel kini terlihat sedikit kurus dan ia tidak merawat diri dengan baik. Ia bahkan membiarkan jambangnya tumbuh lebat di seputaran dagu dan rahangnya.


Sungguh ironi jika melihat penampilan Gabriel saat ini.


Berbalik ke kiri dan ke kanan di atas ranjangnya yang kini hanya ada dirinya. Benar benar menyiksa Gabriel.


Setelah beberapa saat kesulitan untuk memejamkan mata. Akhirnya Gabriel bisa tertidur.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Kenapa belum tidur sayang."


"Aku tidak bisa tidur jika Mas tidak ada di ranjang bersama ku." ujar Nandini, mendengar perkataan manja yang keluar dari mulut sang istri langsung membuat wajah Gabriel merah padam. Ia selalu menyukai bagaimana cara Nandini menghargai dan bersikap manja dengannya. Karena sebagai seorang Pria. Gabriel merasa di butuhkan.


"You so sweet sayang." ucap Gabriel, yang kemudian ia mencondongkan tubuhnya dan memberikan satu kecupan di kening Nandini.


"Sudah malam. Besok kita harus berkerja. Mas ganti baju dan ayo kita tidur. Aku sudah sangat mengantuk." rengek Nandini dengan nada manja.


"Ya sudah kalau begitu. Aku ganti baju dulu ya. Tunggu aku, aku akan menemanimu tidur." ucap Gabriel, kemudian ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan setelah itu ia mengenakan baju santai untuk tidur.


Dengan wajah penuh senyum. Gabriel menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur tepat di sisi Nandini.


Sambil memeluk tubuh sang istri dengan posesif dari belakang. Gabriel begitu tergila-gila dengan wanita yang sudah ia nikahi kurang lebih tujuh bulan itu.


Meskipun pernikahannya penuh rintangan karena

__ADS_1


tidak mendapatkan restu dari orang tuanya. Gabriel tidak menyerah dan terus memperjuangkan Nandini untuk ia jadikan istri.


Gabriel saat itu mengancam keluarganya agar mereka mau merestui hubungan Gabriel dan Nandini dengan cara melakukan tindakan bunuh diri. Barulah saat itu keluarga akhirnya memberikan restu.


Jika sampai kini hubungan Nandini dan keluarganya belum sepenuhnya baik. Gabriel bisa memakluminya. Karena keluarganya memberikan restu terpaksa.


Tapi apapun yang terjadi. Ia akan selalu ada dan membela wanita yang saat ini sudah pasrah berada di dekapannya tersebut.


"Sayang, bermain dulu yuk sebentar." bisik Gabriel di tengkuk sang istri.


"Aku dari tadi menunggu mu sayang. Aku sekarang sudah mengantuk." ucap Nandini dengan nada serak karena ia sudah setengah tidur.


Mendengar suara sang istri yang serak serak basah itu justru malah semakin membuat libido Gabriel naik.


"Kau makin hari makin cantik sayang. Aku semakin mencintai mu." ucap Gabriel, yang kini bibirnya sudah merajalela menyusuri tengkuk sang istri dan menciumi pundak Nandini yang terbuka.


Nandini yang kala itu mengenakan baju dengan potongan terbuka di bagian punggungnya. Merasa tergelitik ketika Gabriel menciumi punggungnya yang terbuka. Karena bulu-bulu halus yang ada di dagu sang suami terasa menggelitik di kulitnya.


Saat Gabriel menciumi tengkuknya makin tak terkendali. Membuat Nandini membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah sang suami.


"Mas selalu saja bisa mengusik tidur ku. Kalau boleh tau, sebesar apa sih cinta Mas El untuk ku. Karena hanya cinta Mas El saja lah yang membuat aku bertahan berada di rumah ini Mas. Dan kamar ini adalah satu satunya ruangan terbaik untuk ku di sini."


"Terimakasih sudah sabar sayang. Cintaku terhadapmu tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Sayang dan cinta ku untuk mu sungguh besar. Dan sangat besar, sampai mas tidak bisa mendeskripsikan seberapa besar cinta Mas untuk mu."


"Dan, sekarang Mas ingin bercinta dengan ku. Aku tidak bisa menahannya. Begitu melihatmu, kamu bagaikan energi yang membuat rasa lelah mas hilang seketika. Please sayang, bermain ya sebentar denganku. Setelah itu kita sama-sama tidur." Nandini kemudian menyempitkan kedua matanya. Dan memperhatikan wajah sang suami yang sedang di bahar api hasrat untuk bercinta.


"Jangan menyiksa ku Nandini." Ancam Gabriel. Karena Nandini sepertinya sedang mempermainkannya.


"Aku senang melihat mu dengan wajah yang seperti itu Mas. Kau pasti tersiksa." ujar Nandini sambil mengulas senyum tipis yang saat itu mereka saling berhadapan.


Dan akhirnya, dengan tidak sabar. Gabriel langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Nandini.


Ia melahap dengan begitu lembut bibir ranum sang istri.


"Sabar Mas, matikan dulu lampunya. Aku tidak suka bercinta dengan keadaan lampu terang seperti itu." protes Nandini.


Tanpa banyak bicara, Gabriel bangkit dari tubuh Nandini dan ia kemudian mematikan lampu terang dan mengantikan nya dengan lampu temaram.

__ADS_1


Setelah itu ia kembali berjalan ke arah ranjang dengan sudah melucuti bajunya.


Setelah melucuti baju-bajunya dan membuangnya dengan asal. Gabriel kemudian naik kembali ke tempat tidur. Dan ia bergerak mendekati sang istri yang terlihat sudah siap untuk ia ajak bersenggama.


Dengan menatap wajah Nandini dengan tatapan penuh hasrat. Perlahan Gabriel melucuti pakaian yang masih melekat di tubuh Nandini.


Dan Nandini sendiri sepertinya membiarkan saja apa yang dilakukan sang suami terhadap dirinya. Nandini tampak pasrah.


Setelah kini keduanya sama-sama tidak mengenakan apapun. Gabriel langsung berada di atas Nandini dan ia mulai melampiaskan semua hasratnya kepada sang istri. Yang selalu pasrah jika diajak untuk bercinta.


Suatu hal yang sangat disukai Gabriel adalah. Kepasrahan Nandini untuk selalu mau untuk menuruti apa yang ia inginkan.


Ia selalu memasrahkan dirinya di saat Gabriel sedang ingin bersenggama kapanpun itu.


Sebagai seorang Pria, hal semacam itu semakin membuat Gabriel mencintai Nandini. Karena Wanita itu telah melayaninya dengan baik.


Tidak hanya melayani dengan baik di ranjang. Nandini juga melayani Gabriel dengan baik untuk hal lain.


Seperti menyiapkan keperluan Gabriel dan lain lain.


Saat seluruh keluarganya memusuhinya Nandini pun, wanita itu sangat sabar.


Dengan nafas yang masih terengah-engah. Keduanya benar-benar menikmati percintaan pada malam itu.


Gabriel benar benar meluapkan hasratnya kepada Nandini. Setelah keduanya sudah mendapatkan puncak gairah pada titik di mana mereka sudah benar-benar mendapatkan klimaksnya. Gabriel meraih tubuh Nandini dan membawanya ke dalam dekapannya.


Kemudian El meraih selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.


"Terimakasih sayang. Sudah melayani ku dengan baik. Sekarang tidurlah." bisik Gabriel pada wanita yang begitu ia cinta itu.


"Sama sama Mas." jawab Nandini yang sudah setengah memejamkan kedua matanya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Sayang!" seru Gabriel membuka matanya dengan napas yang masih terengah-engah malam itu.


Ternyata apa yang ia alami hanya halusinasi. Gabriel rupanya sedang berfantasi bercinta dengan Nandini ketika itu.

__ADS_1


__ADS_2