
Sepulangnya dari tempat bekerja, Nandini yang baru saja turun dari taksi. Melihat ada seorang penjual buah yang tengah berhenti di depan tempat kost nya.
Tiba-tiba Nandini tergerak hatinya untuk mendatangi sang penjual buah. Dan ia ingin beli sesuatu di sana.
Entah kenapa saat Nandini melihat buah yang berjejer rapi di atas gerobak membuat liur Nandini menetes.
Apa lagi di saat ia melihat mangga muda yang begitu segar dan menggoda membuat Nandini ingin mencicipinya.
Nandini pun kemudian berjalan ke arah tukang buah tersebut dan ia kemudian membeli beberapa buah mangga muda dari sang penjual.
Setelah mendapatkan buah mangga yang ia inginkan. Nandini masuk ke kamar kost nya.
Sesampainya di tempat kost entah ada perasaan apa yang membuat Nandini ingin sekali segera melahap mangga muda tersebut.
Nandini kemudian mengambil pisau dan mengupas mangga tersebut.
Dengan menggunakan garam sebagai pengurang rasa asam, Nandini menikmati buah mangga itu dengan begitu lahapnya.
"Enak banget mangga mudanya."
__ADS_1
Dan, tidak terasa Nandini sudah menghabiskan satu buah mangga muda dengan begitu nikmatnya.
Setelah Nandini melahap satu buah mangga tanpa sisa. Tiba-tiba saja rasa mual menyeruak dari dalam perutnya.
Sambil menutup mulutnya, Nandini langsung berlari ke kamar mandi. Dan di sana ia memudahkan mangga muda yang baru saja ia nikmati.
"Ada apa dengan diriku. Apa aku sakit, tapi aku tidak mengalami pusing. Badanku juga tidak demam. Tapi kenapa tiba-tiba aku merasa mual sekali." guman Nandini.
Kemudian ia berkumur agar rasa tidak nyaman di mulutnya hilang.
Berlalu dari kamar mandi. Nandini kemudian berjalan menuju tempat pembaringan.
Mata Nandini terbelalak kaget ketika ia menyadari jika masa menstruasinya telah telat dua minggu terakhir.
"Ya Tuhan, aku sudah telat 2 minggu. Apa ini artinya aku sedang?" Nandini jadi berfiki bermacam-macam.
"Jangan-jangan aku hamil." sergah Nandini, karena sebelum Gabriel pergi ke Jakarta. Dirinya dan Gabriel sempat melakukan hubungan badan beberapa kali. Selama mereka sudah berbaikan, Gabriel selalu minta di layani. Baik di hotel maupun di tempat kost Nandini.
Merasa jika dirinya kini tengah berbadan dua. Nandini terlihat bingung. Ia bigung bagaimana untuk menyikapi apa yang terjadi pada dirinya. Apakah ia senang atau sedih.
__ADS_1
Apalagi selama berhubungan intim dengan Gabriel. Dirinya dan Gabriel juga tidak menggunakan pengaman.
Dan, keesokan paginya. Ketika Nandini berangkat bekerja ia menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah apotek dan membeli sebuah tespek. Rencananya ia akan melakukan uji urine nya. Untuk mengetahui apakah dia hamil atau tidak.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Saat jam makan siang berlangsung. Nandini yang dari pagi pikirannya sudah tidak tenang. Merasa tidak bisa menunggu lagi untuk mengetes urinenya.
Rasa penasaran dan ingin tau Nandini membuat ia ingin cepet cepat mengetahui hasil ujicobanya.
Selesai makan siang. Ketika ia berada di toilet, Nandini melakukan tes.
Perasaan Nandini begitu kalut menunggu hasil tesnya.
Dengan penuh keseriusan dan jeli, Nandini memperhatikan garis yang ada di alas tespek tersebut.
Setelah pelan pelan garis itu sudah menunjukan warnanya. Nandini makin di buat penasaran dan was was.
Setelah satu menit lamanya ia memperhatikan alas tespek tersebut. Kini Nandini bisa melihat sendiri dan mata kepalanya. Jika tespek tersebut sangat jelas terdapat dua garis merah di sana.
__ADS_1
"Aku hamil." bisik Nandini. Sambil tersenyum tipis menghiasi wajahnya.