Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Semalam bersama mu


__ADS_3

Kamu benar-benar membuatku tersiksa dengan apa yang aku rasakan. Lihat saja nanti, jika kita sudah perbaikan. Akan ku lampiaskan semua hasrat ku terhadap dirimu.Dan tentunya dengan cara yang lembut.


Aku tidak akan mengulangi untuk mengajak mu bercinta dengan cara yang kasar seperti dulu. Dan aku berjanji akan menghapuskan memori-memori perlakukan kasar yang pernah aku lakukan pada dirimu.


Tunggu saja momen itu datang sayang. Aku akan balas dendam untuk hari ini. Untuk hasrat yang tidak bisa aku salurkan sebagaimana mestinya terhadap dirimu. ucap Gabriel membatin sambil terus solo di kamar mandi.


Sedangkan Nandini yang masih pura-pura tidur di atas ranjangnya tersenyum puas. Melihat sang suami tersiksa karena apa yang ia rasakan sendiri.


Tetapi sebenarnya dia juga sangat kasihan terhadap Gabriel. Karena ia tidak bisa membantunya. Padahal obat hasrat sang suami itu ada pada dirinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah dirasa cukup melakukan aktivitas solo-nya di kamar mandi. Gabriel kemudian keluar di kamar mandi dengan sudah membasahi wajahnya dengan air. Rambutnya pun ikut basah, dan itu masih terlihat jelas dari beberapa tetesan air yang turun dari helai rambutnya.


Gabriel kemudian memilih untuk segera tidur di lantai. Yang sebelumnya sudah Nandini siapkan. Dengan menggunakan sebuah selimut yang ia hamparkan di sana sebagai alas.

__ADS_1


Gabriel merebahkan tubuhnya di sana untuk beristirahat.


Ia menyerah, ia tidak ingin berfantasi bercinta dengan sang istri. Karena itu hanya membuat dirinya tersiksa.


Sejenak, Gabriel menoleh ke arah Nandini yang tertidur lelap itu.


Bisa-bisanya kamu tidur selelap itu. Sedangkan aku sangat tersiksa tadi. Sungguh curang kamu sayang. Aku akan balas dengan mu nanti.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Dan, keesokannya. Nandini yang kala itu sudah mandi dan juga sudah rapi untuk bersiap berangkat bekerja. Nampak terlihat sedikit kesulitan untuk bergerak kesana-kemari. Karena pada saat itu Gabriel masih tidur di sebuah selimut yang ia hamparkan di lantai.


"Mas, Mas Gabriel. Bangun. Sebentar lagi aku akan berangkat kerja Mas. Mas harus bangun, aku tidak mungkin membiarkan Mas untuk tetap berada di kamar kost ku." seru Nandini, berusaha untuk membangunkan sang suami. Dengan menggoyang-goyangkan tubuh Gabriel. berusaha membangunkannya.


"Aku masih mengantuk sayang. Semalam aku tidurnya larut. Kalau kamu mau pergi bekerja, bekerja saja. Aku mau menunggumu di sini, di kamarmu. Aku merasa sangat nyaman di sini." Jawab Gabriel dengan masih bermalas-malasan.

__ADS_1


"Tidak bisa seperti itu mas. Mas tidak boleh tinggal lama-lama di sini. Mas kan juga sudah janji untuk bermalam semalam saja di sini. Tidak ada tawar-menawar lagi. Mas harus pergi meninggalkan kamarku." seru lagi Nandini mulai kesal.


"Sudah berapa kali aku bilang sayang. Kita ini suami istri. Kita berhak tinggal bersama. Yang punya tempat kost ini juga sudah tahu jika aku ini suamimu. Jadi kamu tidak perlu ketakutan begitu." ujar Gabriel santai.


"Mas jangan mengajakku berdebat pagi pagi ya. Aku sudah hampir telat. Ayolah mas, bangun!" Kita pergi sama-sama ke hotel. Aku tidak mau telat masuk kerja. Jangan bikin aku marah dan kesel pagi pagi ya mas. Aku juga lapar, aku belum sarapan." Omel Nandini pajang lebar.


Mendengar jika sang istri lapar. Akhirnya membuat Gabriel memaksakan dirinya untuk bangun.


"Gara-gara kamu bilang kalau kamu belum makan dan lapar. Aku jadi terpaksa bangun." ucap Gabriel yang kini sudah bangkit dari tidurnya.


"Memang kenapa jika aku berkata lapar. Aku memang lapar dan aku ingin sarapan."


"Bukankah tugas suami itu memberi makan Istri dan menafkahi istrinya. Jika seorang istri lapar maka seorang suami harus mencarikan makanan untuknya. Mana bisa aku tidur nyenyak jika istri ku sudah merengek minta makan." jawab Gabriel sambil mengulas senyum manis pada Nandini.


"Tunggu sebentar, aku cuci muka dulu. Kita keluar cari sarapan sama sama." Gabriel kemudian bangkit dari tidurnya. Ia kemudian berdiri dan hendak berlalu dari hadapan sang istri. Sebelum ia benar-benar berlaku. Gabriel mengecup kening Nandini sekilas dan setelah itu ia langsung bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


Nandini hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang suami.


Setelah selesai dari kamar mandi. Gabriel nampak sedikit merapikan rambutnya di depan cermin. Saat ia merasa dirinya sudah cukup rapi. Gabriel kemudian meraih tangan Nandini dan menggenggamnya dengan erat. Setelah itu mereka sama-sama keluar dari kamar.


__ADS_2