
Rohana sangat di buat geram dengan tindakan dan keputusan Gabriel untuk membawa kembali Nandini dalam hidupnya.
"Selangkah saja kau meninggalkan rumah ini demi mencari perempuan itu. Jangan pernah pulang dan jangan pernah kembali lagi ke rumah ini Gabriel." ancam Rohana kepada sang putra kesayangannya Gabriel.
Dan perkataan Rohana pun membuat Gabriel membeku di anak tangga. Karena sang Mama rupanya telah mengancamnya.
Sejenak Gabriel berpikir. Ia diam membeku. Dan sejurus kemudian dia menoleh ke arah mamanya.
"Maafkan Gabriel Ma, jika El sudah menjadi orang yang durhaka sama Mama. Bukan maksud Gabriel ingin menentang Mama dan juga bukan yang maksud El menjadi anak durhaka sama Mama. Ini tentang kehidupanku Ma. Aku adalah seorang suami. Dan bagaimanapun seorang suami tetap bertanggung jawab sepenuhnya untuk keselamatan istrinya. Karena Gabriel masih menganggap Nandini sebagai istriku. Maka aku akan mencari Nandini dan akan membawanya kembali. Nandini tidak bersalah Ma. Dia tidak salah apapun. Aku, kitalah yang sudah salah padanya. El akan meminta maaf kepadanya. Dan aku berharap kami bisa kembali menjalani kehidupan rumah tangga kami. Dan jika Mama tidak merestui kami. Dan juga jika Mama mengusir ku dari di rumah ini gara-gara aku lebih membela Nandini. Silahkan Ma, Mama berhak mengusirku."
"Gabriel, jangan main main dengan ucapan mu."
__ADS_1
"El serius Ma. Gabriel hanya meyakini untuk melakukan tindakan yang menurut Gabriel benar. Mama sejuah ini sudah cukup ikuti campur dengan rumah tangga Gabriel. Dan sejauh ini El juga tidak ingin keras sama Mama. Tapi semakin kesini tindakan Mama sudah semakin jauh. Maafkan El Ma, Gabriel tetap akan menemui Nandini."
Gabriel kemudian kembali menaiki anak tangga dan bergegas menuju kamar. Tanpa peduli lagi dengan perkataan Mamanya.. Dan tidak lagi memikirkan apapun. Gabriel langsung mengambil satu koper kecil lala ia membuka koper itu lebar lebar dan mengisi koper tersebut dengan beberapa baju yang ia ambil dari lemari pakaian. Kemudian Gabriel menyusun secara asal baju baju dan barang yang ia perlukan kedalam koper.
Gabriel bertekad untuk pergi ke Bandung untuk mencari Nandini.
Setelah semuanya siap, dan setelah ia merasa sudah membawa apa yang ia butuhkan. Gabriel keluar kamar sambil dengan menenteng kopernya.
"Maaf Ma, mungkin aku sudah menjadi anak yang durhaka. Tapi El sebenarnya tidak ada niat untuk melawan Mama. El hanya melakukan apa yang sebenarnya harus El lakukan. Karena aku sangat bersalah pada istri ku. Maka aku harus minta maaf dan aku akan berusaha mendapatkannya kembali. Jika karena ini Mama tidak mau lagi menerima Gabriel sebagai anak. Tidak apa-apa Ma. Maafkan aku." Gabriel kemudian melangkahkan kakinya untuk terus menuju pintu di ruang tamu. Dan tanpa bisa di hentikan dan juga di cegah. Gabriel pergi meninggalkan rumah demi untuk menemukan sang istri kembali.
"Gabriel!" seru Rohana, yang teriakannya tidak lagi digubris oleh Gabriel.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Dan siang hari itu juga. Gabriel dengan mengendarai mobilnya sendiri pergi menuju Bandung.
Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan membuang-buang waktu untuk segera bisa bertemu dengan Nandini.
Yang ada di pikirannya saat ini adalah Nandini. Dengan dihantui rasa bersalah dan juga penyesalan yang begitu dalam Gabriel berharap niatannya ke Bandung untuk bertemu dengan Nandini bisa membuat keadaan dan hubungan mereka berdua menjadi baik kembali.
Aku datang Nandini, untuk meminta maaf kepadamu. Aku harap kamu mau memaafkan aku. Aku ingin kita bersama-sama kembali. Aku ingin kita memulai lembaran yang baru bersama-sama. Tidak akan aku ulangi kesalahan ku.
Setelah ini aku harap bisa hidup berdua saja dengan mu. Seperti yang kamu harapkan selama ini.
__ADS_1