
"Jadi seperti itu kejadian yang sebenarnya. Aku tidak menduga Mama bisa sejahat itu sama kita Mas. Terutama sama aku."
"Ujian yang satu itu sekarang sudah berlalu. Karena yang terpenting bagi mas adalah. Mas bisa kembali memegang tanganmu, berada di sisimu dan juga memelukmu. Sekali lagi aku sangat berterima kasih pada mu sayang. Karena kamu sudah memaafkan aku. Dan melupakan semuanya. Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi di belakang kita saat itu. Aku ingin memandang masa depan kita sekarang."
"Jangan salah mas, meskipun aku sudah memaafkan mas. Aku belum sepenuhnya lupa dengan apa yang sudah mas lakukan pada ku malam itu."
"Jangan bahas kekejaman ku itu sayang. Aku tidak mau mendengarnya lagi. Aku berjanji akan menghapuskan semua kenangan buruk itu."
Untuk sesaat, baik Gabriel dan juga Nandini sama-sama terdiam.
Mereka seolah sedang memikirkan sesuatu. Mencerna segala rasa dan ujian cinta mereka selama ini.
Semuanya tidak mudah bagi mereka. Kejadian yang sudah terjadi kepada hubungan mereka seolah kini makin menguat cinta mereka.
Dan buktinya, mereka saat ini telah bisa duduk bersama kembali.
__ADS_1
Mereka bisa dekat kembali bahkan sudah sering bersentuhan satu sama lain.
Dan itu artinya mereka sebenarnya sudah perbaikan.
Tetapi Nandini tidak bisa menampik jika penghalang pernikahan mereka tetaplah masih ada. Dan penghalang mereka adalah Rohana.
Ibu dari Gabriel, dan juga mertua dari Nandini.
"Mas ini sudah malam. Sebaiknya Mas pulang. Aku tidak enak hati dengan penghuni kamar kost yang lain. Lihatlah, sudah jam 12.00 malam." ucap Nandini, mengusir Gabriel.
"Tidak bisa seperti itu mas. Berapa kali aku harus katakan. Ini itu kamar kost wanita, tidak diperbolehkan seorang pria menginap di kamar kost wanita. Aku tidak ingin diusir dari kos-kosan ini. Dan jangan memberi contoh penghuni kamar kost lain untuk membawa laki-laki masuk ke dalam kamar kost. Nanti yang lain pada ngikutin Mas."
"Tetapi kita berdua ini pengecualian sayang. Sudah berapa kali aku sudah katakan kepadamu. Kita ini kan suami istri, tidak ada larangan untuk kita berduaan."
"Tapi tetap saja Mas, aku tidak enak hati sama penghuni selainnya. Tolong hargai peraturan dan hargai penghuni kamar kos lainnya. Jangan bandel." Nandini mulai sewot.
__ADS_1
"Aku sudah minta izin dengan yang punya tempat kost ini sayang. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa menghubunginya sekarang. Aku berani bersumpah. Aku tidak bohong. Kalau kau tidak percaya, sekarang kau bisa menghubunginya." ucap Gabriel, kemudian ia meraih ponsel milik Nandini dan memberikannya pada sang istri.
Tidak yakin dengan apa yang dikatakan Gabriel. Nandini kemudian mengambil ponselnya dan ia pun menghubungi pemilik tempat kost.
Setelah Nandini bertanya langsung kepada pemilik tempat kost. Pemilik kost membenarkan bahwa secara khusus Gabriel diperbolehkan untuk masuk ke kamar kost Nandini. Dan bahkan di izinkan untuk menginap.
"Bagaimana, kau dengar sendiri kan. Jika dia memperbolehkan aku menginap di sini." celoteh Gabriel tersenyum puas.
Mendengar itu, Nandini hanya bisa menghela nafas panjang dan pasrah.
Sebenarnya Gabriel telah memberikan uang sogokan kepada pemilik kost agar dirinya diizinkan untuk masuk ke kamar Nandini, tentu saja.
Gabriel tidak hanya memberikan pemilik kamar kost uang, tetapi Gabriel juga memberikan bukti berupa menunjukkan buku pernikahan antara dirinya dan Nandini.
Dan hal itulah yang membuat pemilik tempat kost memberi izin Gabriel untuk masuk ke kamar Nandini.
__ADS_1