Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Cerita Gabriel


__ADS_3

"Aku memaafkan mu Mas. Aku memberi maaf untuk mu. Tapi untuk kembali bersama sama lagi. Berikan aku waktu untuk memikirkannya." jawab Nandini sambil menunduk dengan suaranya yang lembut.


Setelah mendengar sendiri jika ia telah di maafkan oleh Nandini. Gabriel langsung meraih tubuh Nandini dan kemudian ia memeluknya tubuh wanita yang sangat ia cintai itu.


"Terimakasih sayang. Terimakasih sudah memaafkan aku."


Untuk sesaat, Nandini ikut larut dalam suasana haru ketika mereka saling berpelukan. Berada di pelukan Gabriel begitu sangat menenangkan.


"Mas, ada hal yang membuat aku bigung. Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku saat kejadian di kamar mandi. Setelah peristiwa itu. Sikap Mas berubah. Dan puncak perubahan sikap Mas adalah pada saat Mas ikut menuduh ku selingkuh. Kenapa kamu bisa cemburu dan bahkan membenci Rafael. Itu yang menjadi pertanyaan ku selama ini. Dan aku benar-benar sangat bingung." akhirnya Nandini mempertanyakan sesuatu yang membuat dirinya bingung saat itu. Atas semua tuduhan dan sangkaan yang tak berdasar.


Gabriel kemudian melepaskan Nandini dari pelukannya. Lalu ia menarik tangan Nandini dan ia mengajak Nandini untuk duduk bersama-sama di atas tempat tidur.


Setelah Nandini duduk di tempat tidur. Gabriel yang saat itu masih menggenggam tangan Nandini tetap menoleh ke wajah sang istri. Kemudian ia tersenyum tipis.


"Aku sungguh bahagia, sekarang kamu sudah memaafkan aku. Sekarang aku akan jelaskan pada mu. Kenapa aku bersikap posesif saat itu. Kamu tahu kan jika aku sangat mencintaimu. Dan aku sangat tidak ingin dirimu dimiliki oleh orang lain. Sejak saat kita pacaran, maupun saat sudah kita menikah. Aku sangat protektif terhadap dirimu. Aku tidak ingin berbagi dengan orang lain apapun yang ada pada dirimu. Hanya aku yang berhak merasakannya. Jika kau bertanya kenapa aku cemburu buta seperti itu dan marah pada Rafael. Itu pasti ada sebabnya sayang."

__ADS_1


"Apa penyebabnya? Katakan padaku mas, jujurlah agar semua menjadi jelas dan aku juga tahu." tanya Nandini penasaran.


"Saat kejadian Insiden di kamar mandi itu. Memang semua adalah setting-an Mama. Saat mati lampu dan semuanya semua sudah di atur sama Mama. Dan saat kamu berada di kamar mandi itu. Kamu kan dalam keadaan tidak memakai apapun. Tubuh mu polos, tentu saja. Karena kamu pada saat itu mau mandi kan. Kemudian tiba tiba mati lampu dan kamu terjatuh dari lantai kamar mandi. Dan saat itulah, Mama sengaja minta bantuan Rafael untuk membawa mu ke kamar."


"Tunggu." ucap Nandini memotong.


"Pada saat itu aku bertanya sama Mas. Mas kan yang sudah menolong ku dari kamar mandi."


"Tidak Nandini. Aku tidak menolong mu."


"Biarkan aku selesaikan cerita ku. Jadi, saat kamu pingsan itu. Sudah ada Rafael di sana dan dialah yang menolong mu atas permintaan Mama. Dan di saat waktu yang bersamaan. Aku pulang dan menyaksikan semuanya. Dan yang membuat Mas marah adalah. Saat tau, Rafael pasti sudah melihat tubuh mu di kamar mandi kala itu. Itulah yang membuat aku marah dan tidak terima. Karena kamu dilihat oleh orang lain. Dan dia adalah sahabat aku sendiri Rafael."


Mendengar cerita dari Gabriel jika dirinya saat itu pernah dilihat oleh Rafael dengan tidak menggunakan apapun membuat dan ini melongok kaget.


"Ya Tuhan, yang benar Mas."

__ADS_1


"Itu benar sayang. Mana mungkin aku berbohong. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa bertanya pada Rafa."


"Ya Tuhan, malunya aku. Kenapa Mama setega itu melakukan fitnah terhadap diriku Mas."


"Mas juga tidak habis pikir. Jika mama bisa setega itu dengan mu dan juga pada ku. Sejauh ini Mas juga tidak tahu kenapa Mama melakukan itu semua terhadap dirimu. Tapi apapun itu, kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan Mama. Mama tetaplah orang tua mas. Dan mas tidak mau terlalu keras sama Mama. Apalagi pada dasarnya Mama juga sudah tidak menyukai kita, terlebih tidak menyukaimu. Mungkin itulah alasan mama jahat pada mu, pada hubungan kita."


"Ya Tuhan, aku sungguh malu."


Nandini kemudian menutup wajahnya kedua tangannya.


"Bagaimana aku tidak marah. Jika tubuhmu saja sudah dilihat oleh orang lain. Itulah titik dimana Mas saat itu menjadi sangat marah. Ditambah lagi dengan tuduhan kamu berselingkuh. Bagaimana mas tidak tambah marah dan Mas menjadi khilaf."


"Aku tidak terima, tubuh ku di liat Rafa." gerutu Nandini.


"Jika kau saja bisa marah, aku lebih marah sayang. Tapi ya sudahlah. Semua sudah berlalu. Kebenaran sudah terungkap. Kita lupakan saja semuanya. Yang penting bagi mas sekarang adalah, kita bisa akur lagi." ucap Gabriel.

__ADS_1


Kemudian ia mendekatkan wajahnya dan memberikan satu kecupan manis ke kening Nandini.


__ADS_2