
" Halo Sayang, maaf menelpon mu malam-malam begini." ucap Gabriel pada Nandini, begitu sambungan teleponnya terhubung dengan sang istri malam itu. Karena pada saat itu, Gabriel berada di kamar hotelnya dan Nandini berada di kos-kosan.
Mendapat telepon dari sang suami malam malam membuat Nandini kaget. Ia pun kemudian langsung terbangun dan terduduk di tempat tidur lantainya.
"Ada apa mas? Menelepon ku malam malam begini. Dari nada suara mas El, sepertinya mas khawatir?" sahut Nandini dari sebarang telpon.
"Aku baru saja ditelepon adik ku. Mama saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Mama terkena serangan jantung. Dan aku tidak bisa mengabaikan mama. Aku harus kembali ke Jakarta malam ini juga sayang. Karena aku tidak sempat untuk berpamitan denganmu, maka aku berpamitan denganmu lewat telepon." jelas Gabriel.
"Oh, tidak apa apa mas. Bagaimana keadaan Mama? Tidak ada hal yang mengkhawatirkan kan?" tanya Nandini kawatir.
"Aku juga belum tahu bagaimana keadaan Mama sekarang. Aku baru saja ditelepon adik ku jika mama masuk rumah sakit. Aku juga kawatir sama mama. Makanya aku ingin kembali dulu ke Jakarta."
"Ya sudah, mas pulang dulu ke Jakarta. Urus mama dulu mas. Lagian kan mas juga sudah lama berada di Bandung. Mama pasti kepikiran sama mas El. Lebih baik Mas El pulang dan urus mama dulu." jelas Nandini.
__ADS_1
"Iya sayang, aku lega kalau sudah pamitan denganmu. Aku pulang ke Jakarta dulu ya, aku cek out hotel malam ini juga. Jadi besok pagi kita tidak bisa ketemu lagi. Tapi aku janji, setelah urusan aku selesai di Jakarta. Aku akan kembali ke Bandung untuk menengok mu."
"Itu soal gampang mas. Urus saja mama dulu dan pastikan mama sehat. Kita bisa tetap berkomunikasi lewat handphone."
"Baiklah kalau begitu, aku jalan dulu sayang, menuju Jakarta." ujar Gabriel yang kala itu memang sudah ada di dalam mobilnya.
"Iya hati-hati Mas, kalau sudah sampai di Jakarta hubungi aku."
"Iya sayang, aku pasti akan menghubungimu. Jaga dirimu baik-baik."
Dan, pada malam itu juga akhirnya Gabriel mengendarai mobilnya menuju Jakarta.
Bagaimanapun Gabriel tidak bisa mengabaikan sang mama. Meskipun dirinya saat ini sedang tidak ada kecocokan dengan sang mama.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Keesokan harinya, Gabriel yang langsung menuju rumah sakit pada malam tadi dari Bandung. Saat ini sudah berada di rumah isolasi khusus. Di mana saat ini sang Mama sedang di rawat dengan sangat intensif.
Gabriel merasa sedih saat menyaksikan sang mama tergeletak tak berdaya dengan beberapa selang dan alat alat medis menghiasi tangan dan wajah sang mama.
Gabriel pun juga merasa sangat bersalah kepada sang mama. Mungkin karena dirinya lah sang mama menjadi banyak pikiran. Dan akhirnya membuat sang mama drop. Karena Rohana memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan juga penyakit jantung.
Di tambah ketika Gabriel sudah mengetahui kondisi sang Mama yang lumayan parah. Semakin membuat Gabriel tidak tega dengan kondisi sang mama.
"Cepat sembuh ya ma. Gabriel sudah datang. Jika mama sudah siuman. Kita bicara dengan baik-baik ya Ma. Gabriel tidak suka melihat mama sakit seperti ini. Kita lupakan saja ketegangan kita yang telah lalu." ucap Gabriel sambil memegangi telapak tangan sang mama. Yang sampai saat ini belum sadarkan diri.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Sedangkan Nandini yang saat ini masih berada di Bandung. Juga turut mendoakan sang mama mertua untuk kesehatannya. Meskipun sang mertua telah berbuat jahat pada dirinya. Hal itu tidak lantas pembuatan Nandini menjadi benci kepada sang mertua.