
"Bagaimana Nandini. Apakah kau mau menjabat sebagai eksekutif housekeeping?" tawar Bian.
"Tapi aku baru bekerja di hotel ini Pak Bian." sanggah Nandini.
"Kamu lupa, hotel ini juga baru berdiri. Saat ini kami membutuhkan tenaga eksekutif housekeeping. Kami harus punya seseorang pengawas untuk mengawasi kinerja para housekeeping. Dan aku rasa, kamu sangat mampu. Pengalaman mu sudah banyak di perhotelan Nandini. Aku akan ajukan nama mu pada direktur."
"Bagaimana ya, saya bigung Pak Bian."
"Kenapa harus bigung. Tugas mu hanya mengontrol dan memastikan mereka bekerja dengan baik Nandini."
Sejenak, Nandini nampak berfikir.
"Baiklah, saya menerimanya."
"Bagus, aku akan urus perubahan jabatan mu sekarang. Kamu boleh kembali . Nanti aku akan menghubungi mu lagi untuk informasi selanjutnya. Semangat Nandini." ujar Bian ada Nandini, mereka memang sudah berteman akrab sebelumnya.
"Terimakasih Pak Bian."
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Pulang dari bekerja. Nandini yang baru saja sampai di kamar kostnya. Terlihat begitu letih bercampur lega ketika ia sudah pulang dari aktifitasnya seharian.
Setelah memastikan pintu kamar kost telah ia kunci. Nandini kemudian melepaskan blazer yang ia kenakan seharian ini.
__ADS_1
Ia pun kemudian melepaskan kemeja dan juga rok yang ia kenakan dan berganti dengan baju santai.
Dengan mengenakan baju tag top serta celana pendek. Nandini langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur untuk sejenak merilekskan tubuhnya.
Hari yang melelahkan dan juga menyenangkan.
Nandini nampak menghela nafas panjang. Ia merasakan bahwa apa yang ia alami saat ini tidaklah mudah baginya. Hari-hari yang cukup berat bagi untuk di hadapi.
Meskipun ada banyak masalah yang menimpa dirinya. Semuanya tetap membuat dan mengharuskan Nandini untuk tetap bisa bangkit dan juga kuat dalam melanjutkan hidupnya.
Karena Nandini bukanlah tipe orang yang suka larut dalam kesedihan.
Jauh sebelum semua hal buruk ini menimpanya. Nandini sudah siap dan mengantisipasi segala kemungkinan jika suatu saat mungkin kejadian seperti ini akan ia alami.
Karena Ia menyadari. Menikah dengan Gabriel bagi Nandini adalah sebuah perjuangan.
Dan sekarang, Nandini berada di titik di mana ia saat ini sudah tidak bisa untuk bertahan berada di rumah besar.
Ia harus pergi meninggalkan sang suami serta meninggalkan keluarga besar sang suami yang memang tidak pernah menerima keberadaannya.
Ketika kini Nandini sudah pergi dari rumah itu. Nandini merasa sedikit terlepas dari beban yang selama ini menghimpitnya.
Meskipun ada rasa sedih di hatinya karena ia berpisah dengan sang suami yang sangat ia cintai.
__ADS_1
Meskipun juga Nandini merasakan kekecewaan yang mendalam terhadap sikap sang suami yang telah menuduhnya tanpa alasan yang jelas. Dan ia juga kecewa dengan sikap sang suami yang pada malam itu melakukan kekerasan terhadap dirinya.
Di balik rasa kecewa dan di hadapkan pada masalah baru yang ia hadapi. Dan di saat kini ia berdiri sendiri. Nandini merasakan kembali menjadi orang yang bebas. Kemandirian ngajarkan Nandini banyak hal.
Nandini pikir, ini adalah waktunya untuk ia bangkit kembali. Untuk melupakan beban masalah dengan cara menyibukkan diri dengan bekerja.
Nandini juga tidak terlalu memikirkan nasib pernikahannya. Ia lebih ke pasrah.
Apapun yang terjadi dengan kehidupan pernikahannya dengan Gabriel. Nandini hanya bisa pasrah. Ia memasrahkannya semuanya kepada Tuhan dan juga kepada suaminya Gabriel.
Bila memang sang suami ingin menceraikannya. Nandini ikhlas untuk diceraikan.
Jika mereka masih mempunyai kesempatan untuk bersatu kembali. Nandini juga memasrahkan semua itu kepada Tuhan. Jika masih berjodoh, Tuhan pasti akan memberikan jalan bagi keduanya untuk bersatu kembali.
ππππππππππ
"Bagaimana perkembangannya? Apakah kalian sudah menemukan tanda-tanda keberadaan istriku?" tanya Gabriel kepada kedua orang suruhannya. Yang selama ini ia tugaskan untuk mencari keberadaan sang istri.
"Kami belum menemukan jejak apapun tentang keberadaan istri Anda. Kami juga sudah memeriksa CCTV yang kami pasang di sekitar rumah orang tuanya. Dan sepertinya juga tidak tanda tanda."
"Jika pak Gabriel berkenan. Saya bisa mencari tahu informasi keberadaan Bu Nandini lewat adiknya. Kami akan menyuruh seseorang untuk mendekati adik Bu Nandini. Mungkin dengan cara itu kita bisa mendapatkan informasi keberadaan istri Anda."
"Apapun lakukan saja. Yang penting aku bisa tau di mana keberadaan istri ku sekarang. Asalkan kalian tidak menggunakan kekerasan pada adik istri ku. Aku akan bertanggung jawab semuanya. Ingat imbalan yang aku janjikan untuk kalian."
__ADS_1
"Baik Pak Gabriel. Kami akan segera melakukan misi ini. Karena Pak Gabriel sudah mengizinkan kami untuk mencari tau lewat adik ipar Pak Gabriel. Kami jamin, kami tidak akan mengunakan cara keras."
"Bagus, aku tunggu kabar baik dari kalian."