
"Nandini Almaira, lulusan D3 mahasiswi jurusan perhotelan, berusia 26 tahun dan pernah bekerja di sebuah hotel di Jakarta sebagai receptions juga. Ini pengalaman yang bagus." ucap seorang pria yang umurnya berkisar 30 an tahun ketika ia sedang menginterview Nandini di ruang kerjanya.
"Iya Pak, saya sudah sedikit punya pengalaman bekerja sebagai resepsionis dulu di sebuah hotel yang ada di Jakarta." sahut Nandini.
"Baiklah, setelah melihat semua isi lamaran mu dan kamu juga sudah punya pengalaman sebelumnya. Selamat, kamu di terima berkerja di hotel ini sebagai receptions. Mulai besok kamu sudah bisa mulai bekerja."
"Terima kasih Pak, atas kesempatan dan juga penerimaan saya untuk bisa bekerja di hotel ini."
"Sama sama."
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Sesuai dari interview. Nandini pulang dengan hati berbunga-bunga. Ia merasa bahagia pada hari itu. Karena lamaran kerjanya diterima dan besok ia sudah kembali bisa beraktivitas dan mulai aktif bekerja kembali.
Menyibukan diri dengan pekerjaan adalah satu hal yang saat ini Nandini inginkan. Karena ia tidak ingin terlalu memikirkan hal-hal buruk yang terjadi pada kehidupan pribadinya.
Secepat mungkin Nandini ingin kembali bangkit dari keterpurukan. Yang beberapa minggu kemarin melanda dirinya. Sehingga ia pun sempat mengalami krisis kepercayaan diri.
Tapi setelah ia menenangkan diri dan terus berpikir positif tentang apa yang harus ia lakukan ke depannya. Hal itu membuat Nandini bangkit kembali.
Kota Bandung menjadi pilihan dirinya untuk mengasingkan diri.
__ADS_1
Nandini sudah tidak peduli lagi dengan statusnya sebagai seorang istri dari Gabriel. Ia bener-bener tidak ingin memikirkan itu sekarang.
Bekerja, produktif dan menjalani hidup dengan bahagia dan tentunya ia merasa bebas adalah pilihannya saat ini.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Jakarta
Berada di ruangannya, Gabriel yang sampai sekarang ini masih berusaha untuk kembali bersikap normal seperti sedia kala. Ternyata melakukan itu tidak mudah.
Penyesalan dan semua kesalahan yang ia lakukan pada sang istri tercintanya benar-benar menghantui dirinya. Dan itu sangat mempengaruhi kehidupannya sehari-hari.
Gabriel yang sebelumnya adalah seseorang yang sangat riang, ceria, ramah, banyak senyum serta humble dengan siapapun. Kini berubah menjadi Pria yang dingin dan tak tersentuh.
Ia juga tidak pernah keluar ke manapun. Dia hanya pulang dan pergi untuk berkerja. Tidak ada hal lain yang ia lakukan selain itu.
Yang ada dalam pikirannya selalu Nandini dan Nandini.
Rasa penyesalan dan bersalah itu seolah-olah membunuhnya perasaannya.
Membunuh semua karakter dirinya. Ia benar-benar tidak menyangka jika sosok Nandini sangat berpengaruh bagi dirinya.
__ADS_1
Di saat ia sedang berdiri mematung di sisi jendela kaca yang ada di ruangannya. Seseorang datang.
"Bro." sapa Pria itu, yang tak lain adalah Rafael.
Rafael adalah pria yang ia tuduh tengah berselingkuh dengan sang istri. Tapi berkat Rafael juga ia menjadi sadar. Jika semua tuduhan yang.dialamatkan terhadap Rafael dan juga Nandini ternyata adalah kebohongan.
Tuduhan itu rupanya adalah setting sang Mama. Agar Gabriel bisa berpisah dengan Nandini.
Rafael yang kebetulan masih berada di Indonesia karena urusan pekerjaan. Menemui sang sahabat Gabriel siang itu.
"Apa kau belum menemukannya?" tanya Rafa ketika mereka kini sudah duduk di ruang tamu yang ada di ruang kerja Gabriel.
"Aku belum menemukannya. Aku sudah beberapa kali datang ke rumah mertuaku yang ada di Bogor. Tapi aku juga tidak bisa menemukan Nandini. Dan mereka berpesan padaku. Untuk tidak usah lagi mencari Nandini. Aku sudah mengakui kesalahan ku pada mertua ku. Dan aku juga minta maaf. Mereka tidak tau bagaimana rasanya sakit ku karena merasa bersalah pada Nandini jauh lebih besar di banding saat itu aku sakit hati karena cemburu buta." ungkap Gabriel, mengeluarkan uneg-unegnya pada Rafael.
"Seandainya aku bisa membantumu. Aku pasti akan membantumu. Jika kau perlu bantuan ku, katakan saja apa yang bisa aku bantu untuk bisa menemukan istrimu. Maka aku akan melakukannya."
"Jika aku saja tidak bisa menemukan istriku. Bagaimana dengan dirimu. Aku tidak punya akses apapun untuk mencari jejak Nandini. Sejak nomorku diblokir dan keluarganya menyuruh aku untuk berhenti mencari Nandini. Sampai sekarang aku tidak tinggal diam. Aku tetap mencari dia."
"Kenapa kamu tidak menyewa seseorang untuk mengintai rumah mertuamu. Mungkin saja mereka pernah mengunjungi Nandini atau begitu pula sebaliknya. Mungkin Nandini pernah mengunjungi orang tuanya."
"Aku sudah melakukannya. Dan sudah sebulan sejak ia pergi. Aku sudah menempatkan dua orang di lokasi rumah mertua ku dan bahkan aku telah memasang CCTV di sana. Tapi nihil, Nandini tidak pernah pulang."
__ADS_1
"Mungkin Nandini sengaja menghilang dan tak ingin bertemu dengan mu. Karena ia ingin menenangkan diri dan pikirannya."
"Iya, mungkin saja."