
Setelah mendengar cerita dari Rahma. Nandini yang saat itu masih berada di cafetaria nampak berpikir.
Apa benar dugaan Rahma, jika mungkin ada seseorang yang memanfaatkan adiknya untuk mencari tahu keberadaan dirinya.
Nandini kemudian memeriksa ponselnya. Dan ia membuka kembali percakapan antara dirinya dan juga Rahma beberapa minggu lalu.
Dan dari percakapan yang ia baca kembali. Nandini memang mengabarkan keadaannya kala itu. Dan ia pun juga memberitahu tentang tempat kerjanya yang baru.
Tidak ingin terlalu memikirkan apa yang baru saja Rahma ceritakan. Nandini kemudian bangkit dari kursinya dan ia segera membereskan makanannya.
Karena waktu jam siang dan istirahat sudah hampir habis. Nandini kemudian langsung pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Disisi lain, Gabriel yang saat ini masih dalam perjalanan. Memikirkan strategi apa yang akan ia lakukan setibanya ia nanti di Bandung.
Apakah ia akan langsung menginap di hotel tempat Nandini bekerja atau memilih untuk menginap di hotel yang lain.
Disepanjang perjalanan, Gabriel terus berpikir dan berpikir. Ia tidak ingin terlalu gegabah dan juga tidak ingin tergesa-gesa untuk segera dapat menemui sang istri tercinta.
Beberapa saat kemudian. Akhirnya Gabriel telah sampai di kota Bandung.
Dan ia memutuskan untuk tidak menginap di hotel tempat Nandini bekerja. Melainkan ia memilih untuk menginap di hotel yang lain.
__ADS_1
Setelah memesan kamar hotel yang akan ia tempati dengan waktu yang ia tidak tau akan berapa lama. Gabriel langsung melakukan cek in di hotel tersebut.
Setelah ia mendapatkan kamar. Ia pun kemudian langsung masuk ke kamar hotelnya.
Gabriel kemudian membersihkan diri dan berganti pakaian.
Setelah itu, Gabriel beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan jauh dari Jakarta ke Bandung.
Rencananya, Gabriel akan mengintai Nandini dan ia ingin memastikan apakah benar Nandini ada di hotel itu.
Setelah merasa tubuhnya tidak lagi merasa lelah. Dengan menggunakan taksi. Gabriel menuju hotel tempat Nandini bekerja.
Dengan menggunakan topi yang menutupi kepalanya. Gabriel sengaja melakukan sedikit penyamaran.
Kini Gabriel telah berada di lounge hotel. Duduk disebuah sofa panjang yang ada di sana.
Seorang wanita yang sudah beberapa bulan ini jauh darinya.
Samar samar, Gabriel mendengar suara yang ia yakini itu adalah suara Nandini.
"Maya aku pulang dulu ya." sebuah suara lembut dan merdu itu memenuhi panca pendengaran Gabriel.
Seketika itu juga Gabriel langsung mengarahkan pandangannya ke sebuah suara yang ia yakini adalah suara Nandini.
__ADS_1
Gabriel menolehkan wajahnya ke arah sumber suara. Dan benar saja. Seorang wanita yang masih mengenakan seragam kerja nampak berdiri di sebuah konter check in hotel.
Sepertinya Nandini tengah berpamitan kepada teman yang ia kenal di sana.
Setelah itu Nandini bergegas melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan hotel.
Tidak ingin kehilangan jejak. Gabriel pun kemudian langsung mengikuti Nandini.
Nandini yang kalah itu sudah memesan taksi online langsung masuk kedalam mobil taksi itu dan kemudian ia pergi.
Tidak ingin ketinggalan jejak, Gabriel langsung naik ke sebuah taksi konvensional dan kemudian menyuruh sang sopir untuk mengikuti taksi online yang ada di depannya.
Di sepanjang perjalanan, hati Gabriel sudah tidak karuan rasanya. Hatinya kini dipenuhi rasa senang grogi dan juga penuh kerinduan kepada sang istri yang berpisah dengannya hampir dua bulan lamanya.
Setengah jam kemudian, mobil yang di tumpangi Nandini berhenti tepat di tepi jalan.
Nandini kemudian keluar dari taksi online tersebut lalu ia kemudian menyeberang jalan dan memasuki sebuah gang kecil yang ada di sana.
Tidak ingin membuang-buang kesempatan. Gabriel juga langsung keluar dari taksi yang ia tumpangi dan kemudian mengikuti Nandini yang menyusuri sebuah gang.
Tidak lama, kemudian Nandini berbelok lagi ke sebuah rumah kost. Gabriel nampak tersenyum, karena ia kini sudah tahu nama tempat kost yang Nandini tinggali.
Masih berdiri di tempatnya. Gabriel diliputi rasa bahagia dan senang saat ia telah berada dekat dengan wanita pujaan hatinya.
__ADS_1
Aku tidak akan pernah melepaskan dirimu Sayang. Tidak akan pernah. Aku akan memperjuangkan dirimu kembali untuk kita bisa dapat bersama-sama.
Kita akan kembali melanjutkan rumah tangga kita dengan semangat yang baru.