Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Melayani mu


__ADS_3

Dorongan tubuh Gabriel semakin di rasakan oleh tubuh Nandini. Tidak hanya tubuh Gabriel yang semakin mendesaknya. Tapi kini tangan Gabriel juga sudah menyentuh bibirnya.


Nandini menjadi bisu dibuatnya. Tubuhnya seperti membeku. Mulutnya tidak bisa berkata-kata. Dan ia hanya bisa berpasrah saat Gabriel semakin mendekatkan bibirnya ke mulutnya.


Satu sapuan lembut bibir Gabriel menyapu bibir Nandini. Saat Gabriel memberi tekanan pada ciumannya. Yang memaksa bibir Nandini untuk terbuka. Nandini yang juga sudah di bakar hasrat itu tidak kuasa untuk tidak membuka mulutnya. Dan Nandini pun menyerah. Untuk mempersilahkan sang pemilik kehormatan untuk meneguk manisnya pagutan ciuman mesra mereka kala itu.


Dan tidak bisa terelakkan lagi. Kini bibir Nandini berada dalam kekuasaan penuh Gabriel.


Ciuman yang lembut, hangat, perlahan tapi pasti terus Gabriel lancarkan pada sang istri.


Sejak awal Gabriel bertekad bahwa dirinyalah yang akan membahagiakan sang istri. Sehingga Gabriel ingin melayani sang istri dengan sebaik mungkin.


Karena gabril ingin menghilangkan jejak-jejak kekejaman yang pernah ia lakukan kepada Nandini. Yang beberapa bulan lalu ia melakukan kdrt pada sang istri. Sehingga membuat Nandini memutuskan untuk pergi dari rumah. Akibat sebuah kesalahpahaman dan tindakan kekerasan fisik yang pernah dilakukan oleh Gabriel.


Saat Gabriel yakin Nandini sudah terbuai dalam pagutan serta tenggelam dalam lingkaran ciumannya. Karena Nandini terlihat begitu hanyut dalam ciuman panas itu.

__ADS_1


Perlahan-lahan tangan Gabriel pun bergerilya.


Ia melepaskan satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh sang istri. Gabriel nampak melepaskan blazer Nandini. Tidak hanya melepaskan blazer. Kini secara senyap, Gabriel juga melepaskan satu persatu kancing kemeja yang masih tersusun rapi pada kemeja yang Nandini dikenakan.


Sehingga, entah bagaimana semuanya bisa terjadi. Kini Nandini sudah tidak lagi mengenakan pakaian. Yang tertinggal hanyalah penutup dua gundukan miliknya.


Tanpa banyak berkata-kata dan tidak melepaskan pagutanya. Gabriel langsung mengangkat tubuh Nandini. Kemudian ia membawanya ke tempat tidur. Dengan sangat perlahan dan hati-hati Gabriel meletakkan tubuh sang istri di atas ranjang kamar hotel.


"Izinkan aku untuk menghapuskan kekejaman yang pernah kulakukan kepada dirimu sayang. Aku ingin menggantikan memori terakhir yang pernah aku lakukan terhadap dirimu. Sebuah memori yang buruk. Sikap ku yang buruk. Dan aku menyesalinya. Aku akan mengobati luka-luka itu. Aku akan menggantikan memori itu dengan sebuah memori yang luar biasa indah pada malam ini. Dan aku yang akan melayani mu malam ini. Tanpa kau perlu harus melayaniku."


Mendengarkan semua perkataan sang suami. Nandini hanya bisa diam. Ia tidak bisa berkata-kata, matanya yang sejak tadi sudah menunjukkan kepasrahan hanya bisa ia membalas ucapan sang suami dengan anggukan dan senyuman manis.


Gabriel pun kini melepaskan satu-satunya penghalang yang masih melekat di tubuh sang istri.


"Berbaliklah." Perintah Gabriel kepada Nandini. Kemudian Nandini pun berbalik, memposisikan dirinya dalam posisi tengkurap.

__ADS_1


Sejenak, Gabriel mengelus-elus punggung sang istri yang begitu terlihat indah dan mulus itu baginya. Betapa Gabriel sangat memuja pahatan sempurna tubuh wanita yang sudah halal baginya itu.


Gabriel kemudian ingat. Ketika ia mencambuk punggung mulus itu dengan beberapa kali cambukan. Mengunakan sabuk yang ia kenakan pada saat itu.


"Di sini sayang dulu aku pernah memukulmu." bisik Gabriel, kemudian ia memberikan kecupan ke punggung Nandini. Tepat di mana ia dulu mencambuk Nandini dengan kejam di sana.


"Aku juga mencambuk mu di sini." kecup Gabriel lagi ke punggung Nandini. Gabriel mengantikan kecupan dan sapuan manis ke punggung Nandini. Sebagai pengobat luka yang pernah ia torehkan.


Nandini yang merasakan lembutnya sapuan bibir sang suami yang ada di punggungnya hanya bisa memejamkan matanya.


Karena apa yang Gabriel lakukan memberikan sensasi yang luar biasa pada dirinya.


Setelah selesai dengan apa yang ia lakukan di punggung Nandini. Gabriel kemudian membalikkan lagi tubuh sang istri. Dengan posisi sekarang mereka saling berhadapan hadapan.


Dan, mereka pun kemudian melanjutkan aktivitas bersenggama pada malam itu dengan penuh hasrat dan gelora. Setelah sekian bulan mereka tidak pernah melakukannya. Setelah mereka kini sudah berbaikan.

__ADS_1


Jika ditanya siapa yang memimpin permainan pada malam itu. Tentu saja sang pemimpin permainan adalah Gabriel.


Karena Gabriel sudah bertekad bahwa dirinyalah yang akan melayani sang istri. Dan memberikan Nandini kebahagiaan serta kepuasan.


__ADS_2