
Jakarta
Setelah diberi tahu oleh seorang perawat jika sang mama telah ciuman. Gabriel langsung bergegas menuju ruang isolasi, di mana sang mama di rawat di sana.
Sambil memegang tangan mamanya Rohana. Gabriel lega, karena namanya telah siuman.
Sedangkan Rohana sendiri sama terharunya ketika melihat putra kesayangannya telah berada di hadapannya.
Rohana tidak bisa langsung berkata-kata. Ia hanya diam sambil meneteskan air matanya melihat Gabriel.
Menyadari jika kondisi sang mama masih lemah. Membuat Gabriel tidak ingin memaksakan untuk mengajak mamanya berkomunikasi.
Tak lama kemudian, dokter datang dan memeriksa keadaan Rohana lebih lanjut.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Tiga hari setelah kondisi Rohana membaik. Kini ia di pindahkan ke ruang pemulihan.
Gabriel yang saat itu menunggu Rohana di ruang pemulihan. Sangat berharap jika sang mama setelah ini bisa berubah. Tidak lagi menjadi seseorang yang keras kepala dan selalu memaksakan kehendaknya.
Dan Gabriel berharap, ada hikmah dibalik musibah yang menimpa sama mama. Hal itu bukan berarti Gabriel memaksa sang mama untuk mau merestui pernikahan dengan sang istri Nandini. Hanya saja Gabriel ingin. Sang mama tidak lagi mencampuri rumah tangganya.
__ADS_1
Karena Gabriel sadar. Sakitnya sang mama berhubungan dengan dirinya. Karena ia bersitegang dengan sang mama.
"Gabriel." pangil Rohana.
Gabriel yang saat itu duduk di sofa langsung berdiri dan mendekati Rohana ketika sang mama memangilnya.
"Iya ma. El di sini." jawab Gabriel sambil memegang tangan mamanya.
"Gabriel, jangan pergi lagi nak. Jangan tinggalin mama. Mama minta maaf karena selama ini mama sudah salah sama kamu. Mama egois dan mama terlalu mementingkan kepentingan mama sendiri." ujar Rohana dengan suara lemah.
"Mama harap, kamu tidak marah sama mama. Dan juga tidak membenci mama atas semua perlakuan dan sikap buruk yang sudah mama lakukan terhadap dirimu dan juga istrimu. Mama sadar sekarang. Mama sudah tua dan mungkin umur mama juga tidak akan pajang. Mama hanya ingin memperbaiki beberapa hal. Tanpa kecuali, mama ingin minta maaf sama kamu dan juga Nandini. Karena selama ini Mama sudah berbuat jahat terhadap kalian berdua. Berniat untuk memisahkan kalian." ucap Rohana berterus terang. Dan mengakui semua kesalahannya.
"Kamu dendam kan sama mama?" tanya Rohana sambil menatap Gabriel dengan mata berkaca-kaca.
"Mama ngomong apa sih. Mana ada anak dendam dengan seseorang yang telah melahirkannya. El lah yang sudah salah dan durhaka sama mama. El minta maaf ma. El salah dengan pergi dari rumah tanpa memberikan kabar pada mama."
"Kamu tidak salah nak. Mama yang salah. Jangan minta maaf. Karena mama lah yang sudah salah. Dan Mama janji mama akan minta maaf sama kalian."
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Setelah kondisi Rohana membaik. Rohana yang saat ini masih dirawat di rumah sakit. Merasa sedikit lega. Karena putranya sudah kembali.
__ADS_1
Antara dirinya dan Gabriel juga sudah banyak bicara soal mengenai Nandini.
Rohana ingin Nandini kembali di rumah besar. Dan ia berjanji jika tidak akan memperlakukan Nandini dengan buruk.
Rohana sudah mengakui semua salahnya. Dan di antara dirinya dan Gabriel kini juga sudah tidak ada masalah lagi.
Jika sebelumnya mereka sempat bersitegang.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Gabriel pun mengabarkan keadaan sang mama pada Nandini.
Hanya saja Gabriel belum bercerita jika mamanya kini sudah merestui hubungan pernikahan mereka.
Gabriel ingin mengabarkan itu secara langsung pada sang istri sebagai kejutan.
Karena hal itulah yang selama ini menjadi ganjalan pernikahan dirinya dan Nandini.
Gabriel berharap, restu dari sang mama bisa membuat hubungan pernikahannya makin baik.
Dan juga bisa merubah hubungan sang mama dan sang istri yang dulu tidak pernah ada kecocokan dan keharmonisan sekarang bisa saling menerima.
__ADS_1