
Nandini tidak bisa memungkiri kejujuran hati dan jiwanya. Jika dirinya memang masih sangat mencintai Gabriel.
Jika dirinya dan Gabriel pernah di abang kehancuran hubungan. Itu semua hanya karena sebuah kesalahpahaman dan fitnah.
Dan kini, semua masalah sudah jelas dan mereka telah bisa atasi ujian itu.
Karena masih merasa mengantuk dan badannya terasa pegal. Nandini kemudian kembali merebahkan tubuhnya di sisi tempat tidur. Dan ia pun kembali memejamkan matanya untuk istirahat.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Cahaya matahari yang terang benderang di luar sana nampak memberikan efek hangat dan terang di sebuah kamar hotel.
Jam saat itu telah menunjukkan pukul 10.00 pagi.
Gabriel yang sebelumnya sudah bangun terlebih dahulu nampak sudah terlihat rapi dengan mengenakan celana jins dan baju kaos santainya.
Gabriel sengaja membiarkan sang istri tertidur dan dia tidak mau membangunkannya. Karena ia begitu menikmati pemandangan yang indah. Memandangi wajah Nandini dari dekat.
Gabriel begitu menikmati kecantikan wajah sempurna sang istri yang selalu membuat hatinya merasa bahagia. Apalagi, saat ini sang istri telah sepenuhnya memaafkannya dan mereka telah kembali bercampur.
__ADS_1
Setelah puas memandangi sang istri dengan jarak yang begitu dekat. Gabriel kemudian bangkit dan ia bermaksud mencarikan sang istri sarapan.
Karena ia tahu Nandini pasti lapar ketika ia bangun nanti. Nandini juga tidak begitu menyukai makanan dari hotel. Ia lebih suka makanan dari kaki lima dari pada makanan mahal yang bisa saja Gabriel pesankan untuknya.
Demi sang istri, Gabriel berniat untuk pergi keluar sebentar untuk mencarikan sarapan yang di sukai Nandini. Tentu saja Gabriel harus memburunya di kaki lima yang biasa berjualan di pinggir jalan.
Di kamar hotel, Nandini yang baru saja terbangun kala itu langsung terlonjak kaget. Karena ternyata hari sudah siang.
Nandini pun buru buru bangun dan langsung mencari-cari sang suami. Tapi ia tidak mendapati sang suami berada di kamar hotel.
"Mas, mas El." seru Nandini sambil mengetuk pintu kamar mandi. Kali saja sang suami ada di dalam. Karena tak ada jawaban. Nandini kemudian membuka pintu kamar mandi dan di sana ternyata kosong.
"Kamu kemana mas?" sergah Nandini.
Gabriel yang baru saja datang kembali ke kamar hotel nampak sudah membawa sebuah tentengan yang berisikan makanan.
"Pagi sayang." sapa Gabriel sambil menyembuhkan kepalanya ke kamar mandi. Karena ia tahu saat itu Nandini sedang berada di kamar mandi.
"Mas dari mana saja, tinggalin aku sendirian di kamar hotel."
__ADS_1
"Aku belikan kamu sarapan. Aku tahu, kamu tidak menyukai makanan ala-ala menu di hotel kan. Makanya aku sengaja keluar dan membelikan kamu bubur ayam. Aku beli dua, kita sarapan bersama ya " ujar Gabriel, yang kemudian berjalan mendekati meja. Dimana ia meletakkan bubur ayam yang sudah ia beli.
Sambil berjalan mendekat ke arah sang suami. Nandini langsung menanyakan pakaiannya.
"Mas, kamu umpetin di mana pakaianku. Dari semalam aku mencari-cari pakaianku. Tapi aku tidak bisa menemukannya." tanya Nandini dengan wajah yang serius.
"Oh, aku pikir pakaian mu kotor sayang. Makanya aku sedang laundry-nya." jawab Gabriel santai sambil menyiapkan sarapan di atas meja.
"Apa di laundry. Aku perlu pakaian ku mas. Aku mau kenakan pakaian ku kembali. Lagi pula aku harus kembali ke kosan." ujar Nandini, yang baru saja duduk di kursi makan yang ada di kamar hotel.
"Siapa bilang mas izinkan kamu pulang ke kosan. Kamu akan tetap berada di sini sampai besok." jelas Gabriel tegas.
"Tidak mas, aku harus pulang dan kembali ke kosan. Banyak hal yang harus aku lakukan di kosan. Cucian ku selama seminggu sudah menumpuk. Biasanya aku membawa cuci ke laundry seminggu sekali. Jadi banyak hal yang harus aku lakukan saat aku libur kejar. Bukan santai santai kaya gini. Aku mau pulang, aku tidak bisa berlama-lama di sini." ujar Nandini bernada mengancam.
"Tenang sayang, jangan buru-buru. Pokoknya kamu harus menemani aku sampai besok pagi di sini."
"Nggak mas. Aku nggak mau, besok aku harus masuk kerja. Apa kata karyawan lain jika aku menginap di hotel tempat aku bekerja dan aku tidur dengan penghuninya. Oh tidak, bisa jadi bahan gibah nanti aku mas. Aku tidak mau." sergah Nandini ngotot.
"Ya sudah, tenang dulu. Kita bicarakan lagi nanti ya. Kita makan dulu. Kalau dingin buburnya nggak enak sayang." bujuk Gabriel pada wanita yang rupanya sudah menunjukan kembali sikap manjanya pada dirinya.
__ADS_1
Dan hal itu malah membuat Gabriel senang. Karena sifat asli Nandini pada dirinya telah kembali. Sifat yang manja dan sedikit suka mengambek.
(Maaf bab sebelumnya ada kesalahan 😭🙏)