Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Ungkapan isi hati Gabriel pada Mamanya


__ADS_3

Setelah mencoba untuk tetap tenang. Akhirnya Gabriel mulai berbicara.


"Ma, sebelumnya Gabriel minta maaf sama Mama. Jika sikap El mungkin sekarang membangkang sama Mama." ucap El memulai pembicaraan.


"Mama sadar tidak. Jika selama ini Gabriel diam itu karena Gabriel sangat menjaga perasaan Mama. Selama ini El menerima semua masalah yang menimpa rumah tangga El karena itu akibat dari kesalahan Gabriel sendiri. El yang salah dan Nandini tidak bersalah Ma."


"Mama pikir, aku tidak tau apa yang sudah Mama lakukan dan rencanakan pada hidup ku. Aku sudah bodoh Ma. Gabriel sudah bodoh dan sangat buruk menjadi seorang suami. El yang bodoh karena sudah percaya dengan cerita karangan Mama." ucap Gabriel dengan menahan emosi di dalam dada.


"Gabriel sudah tahu semua rencana Mama. Gabriel sudah tau jika sebenarnya perselingkuhan itu tidak ada antara Nandini dan Rafael. Dan untuk kasus di kamar mandi itu. Yang membuat Rafael melihat tubuh istriku ku sendiri itu juga tidak luput dari rencana Mama kan untuk merusak pandangan aku terhadap Nandini dan juga memutuskan hubungan pertemanan ku dengan Rafael. Kenapa Mama setega itu." ujar Gabriel kini dengan wajah yang sudah memerah menahan segala kekecewaan terhadap dirinya dan juga amarah pada sang Mama.


Dan Rohana hanya bisa berdiri mematung tak berkutik mendengar perkataan sang putra.


"Apa yang sudah Mama lakukan pada kehidupan pernikahan Gabriel dan Nandini Ma. Mama bisa pura-pura tidak bersalah, tidak tahu dan bahkan tidak mau tahu. Itu terserah Mama. Tapi satu hal ya Ma. Sekarang Gabriel ingin ungkapkan sesuatu ke Mama. Meskipun El sudah tahu niat jahat Mama terhadap pernikahan Gabriel dan Nandini. Gabriel tidak akan marah sama Mama. Tapi aku ingin mendengar pengakuan Mama sekarang. Sebenarnya tidak ada perselingkuhan antara Nandini dan Rafael kan Ma. Semua kejadian yang terjadi di depan mata Gabriel itu semuanya settingan kan. Dan itu semuanya siasat Mama untuk membuat El marah kepada Nandini. Dan sekarang semuanya rencana Mama berhasil. Nandini meninggalkan El. Tolong akui itu semua Ma."


Dengan wajah angkuh, Rohana menegakkan kepalanya dan menatap Gabriel.

__ADS_1


"Iya, Mama memang melakukan itu. Karena Mama membenci istri mu Nandini, Gabriel." jawab Rohana tegas.


Bahkan tidak tampak ada wajah penyesalan dari Rohana. Karena kebusukan telah di bongkar oleh anaknya sendiri.


Untuk sejenak, ibu dan anak itu saling tatap. Rohana dengan keangkuhannya dan Gabriel dengan keras kepalanya.


"Apa Mama lupa, Mama hampir kehilangan diri ku. Seharusnya Mama tau, jika kebahagiaan ku hanya bersama Nandini. Memangnya apa yang Mama cari. Kekayaan, kita sudah kaya Ma. Kesetaraan derajat, itu tidak ada manfaatnya. Karena Gabriel adalah laki laki yang harus bertanggung jawab terhadap istrinya. Apa karena Nandini miskin dan tidak lulusan sarjana. Tapi dia wanita cerdas dan mandiri Ma. Jangan terlalu egois memaksakan kehendak Mama pada anak anak Mama. Karena semua itu hanya membuat kami menderita. Dan sekarang aku tidak bahagia dengan hidup ku. Dan Mama tau apa penyebabnya. Sekarang Gabriel dihantui rasa bersalah dan menyesal pada Nandini. Dia tidak pantas mendapat perlakuan buruk dari kita semuanya. Selama Nandini menikah dengan El. Dia sudah berusaha menunjukkan jika dia tidak lah materialistis seperti yang Mama tuduhkan. Dia tetap berkerja keras."


"Cukup Gabriel! Cukup!" seru Rohana sambil menutup kedua telinganya.


Keheningan dan suasana tegang menyelimuti mereka berdua.


Ini adalah perdebatan paling berkonflik di antara Gabriel dan Rohana.


Tidak ingin meneruskan perdebatan itu. Tanpa bicara sepatah kata pun. Gabriel langsung pergi dari kamar sang Mama.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sepeninggal Gabriel dari kamar. Mendadak dada Rohana terasa sesak.


Ia tidak menyangka jika sang putra kini benar benar telah melawannya sekarang.


Saat Rohana merasakan nafasnya sesak. Rohana kemudian mengambil sebuah alat yang ia taruh di laci meja di kamarnya.


Rohana kemudian mengunakan alat tersebut untuk membuat napasnya bisa lebih baik.


Setelah nafasnya kini sudah normal kembali. Rohana kemudian keluar dari kamar dan menemui tamunya yang sudah menunggu di ruang tamu.


Ia tidak enak hati meningalkan tamunya terlalu lama.


Sedangkan Gabriel sendiri tidak menghiraukan tamunya. Ia langsung menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2