Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Godaan hasrat


__ADS_3

Nandini kemudian bertanya langsung kepada pemilik tempat kost. Pemilik kost membenarkan bahwa secara khusus Gabriel diperbolehkan untuk masuk ke kamar kost Nandini. Dan bahkan di izinkan untuk menginap.


"Bagaimana, kau dengar sendiri kan. Jika dia memperbolehkan aku menginap di sini." celoteh Gabriel tersenyum puas.


Mendengar itu, Nandini hanya bisa menghela nafas panjang dan pasrah.


Sebenarnya Gabriel telah memberikan uang sogokan kepada pemilik kost agar dirinya diizinkan untuk masuk ke kamar Nandini, tentu saja.


Gabriel tidak hanya memberikan sang pemilik kost uang. Gabriel juga memberikan bukti pada pemilik kost dengan menunjukkan buku pernikahan antara dirinya dan Nandini.


Dan hal itulah yang membuat pemilik tempat kost memberi izin pada Gabriel untuk masuk ke kamar Nandini.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Pada akhirnya, malam itu, mau tidak mau dan juga berpasrah. Nandini akhirnya membiarkan sang suami tidur di kamar kostnya.


"Tempat tidurnya hanya muat untuk satu orang mas. Kalau mas mau tidur di rajang silahkan. Aku bisa tidur di lantai." ucap Nandini, yang kemudian ia mengambil sebuah selimut dan menatanya di samping tempat tidur miliknya.


"Mana bisa begitu sayang. Mana ada laki-laki tidur di atas dan wanita di bawah. Aku yang akan tidur di bawah. Kamu yang akan tidur di atas ranjang." ucap Gabriel, kemudian ia beranjak dari tempat tidur dan berinsut ke lantai.


"Naiklah, tidurlah di rajang mu." ucap Gabriel mempersilahkan Nandini untuk naik ke ranjangnya. Nandini kemudian berpindah. Dari lantai menuju tempat tidur single bed tersebut.

__ADS_1


"Aku rasa tempat tidurmu ini sebenarnya muat kok untuk kita berdua. Kita bisa saling berbagi tempat tidur." ujar Gabriel mulai usil.


"Mas, jangan buat aku marah." Proses Nandini, yang kala itu sudah tiduran miring di tempat tidur.


"Kenapa harus marah sayang. Bukankah kita sudah berdamai. Bukanlah kau sudah memaafkan aku. Itu tandanya sudah tidak ada lagi masalah di antara kita. Kita bisa bersikap seperti semula. Seperti saat kita berada di kamar di rumah besar. Kita selalu berbagi tempat tidur. Kita saling berpelukan dan melakukan banyak hal. Kita sudah perbaikan kan."


"Ya, kita memang sudah berbaikan. Tapi beri aku waktu untuk menghilangkan kekesalan ku pada mas yang sampai saat ini aku masih merasa sebal sama mas." gerutu Nandini, yang sudah mulai menampakkan sifat manjanya.


"Aku harus tidur mas, aku capek. Jangan ganggu aku. Selamat malam." Nandini kemudian meraih selimut dan menutupkannya ke tubuhnya sampai menutupi leher.


Gabriel yang masih duduk di sisi rajang hanya tersenyum melihat sang istri yang seperti sudah kembali pada sifatnya yang manja.


"Tidurlah sayang, aku di sini sekarang udah menjaga mu. Aku sudah dekat lagi dengan mu dan aku tak akan lagi melepaskan mu. Beristirahatlah."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Setengah jam, satu jam, dua jam, tiga 3 jam kemudian.


Gabriel yang tidak bisa tidur merasa gelisah dan tidak nyaman.


Gabriel yang saat ini tiduran di lantai di dekat tempat tidur Nandini kemudian kembali terduduk.

__ADS_1


Sejenak Gabriel merenggangkan otot otot tubuhnya yang kaku akibat tiduran di lantai.


Setelah tidak nyaman tidur di lantai. Perlahan-lahan, Gabriel beralih dari lantai menuju rajang Nanini.


Dan kini, Gabriel sudah berada di belakang Nandini. Memeluk tubuh wanita yang membuatnya gila itu dengan pelukan positif.


Dan bahkan, kini mereka sama sama beranda di bawah hamparan selimut yang tadi di gunakan Nandini untuk menghangatkan tubuhnya.


Nandini sepertinya terlalu lelah untuk merasakan pergerakan Gabriel. Dia sepertinya tidak menyadari jika sang suami, Gabriel tengah memeluknya dari belakang saat ini.


Mendapati sang istri yang tidur seperti orang mati membuat Gabriel sangat kegirangan.


Karena ia kembali bisa memeluk sang istri. Menghirup wangi tubuh Nandini yang telah menjadi candu untuknya.


Dengan pelan, Gabriel mengecup tengkuk Nandini. Bibir kini seolah sedang mencuri curi ciuman pada tubuh sang istri yang telah lelap tertidur itu.


Ada satu kenikmatan besar yang sudah lama Gabriel tidak pernah rasakan pada wanita yang masih menjadi istrinya itu. Yang kini berada dalam kekuasaannya.


Dan, tanpa sadar. Milik Gabriel saat ini tengah bangun dan memberontak. Saking memberontaknya membuat yang ia kenakan penuh sesak.


"Gawat, milik ku bangun Nandini." keluh Gabriel dengan setengah tersiksa dengan hasratnya yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


__ADS_2