Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Cerita Rahma


__ADS_3

Dari Jakarta, Gabriel menempuh perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 2 jam antara Jakarta ke Bandung.


Di tengah-tengah perjalanan. Gabriel yang merasa sedikit lelah karena ia tadi langsung tancap gas ke Bandung hari itu. Kemudian menepikan mobilnya dan ia berniat untuk beristirahat sejenak di rest area.


Menikmati secangkir kopi yang baru saja ia beli dari kedai minuman. Gabriel istirahatkan tubuhnya sejenak dengan duduk santai di kursi yang ada di dalam kedai kopi tersebut.


Gabriel kemudian membuka kembali isi percakapan antara sang istri dan adik iparnya Rahma.


Dalam screenshot yang telah ia terima. Dalam percakapan itu. Nandini mengabarkan bahwa dirinya baik baik saja di Bandung.


Gabriel kemudian memandangi nomor ponsel Nandini.


Sebenarnya Gabriel sangat gatal ingin memencet nomor telepon tersebut untuk bisa menghubungi istrinya. Tapi hal itu Gabriel urungkan karena ia tidak ingin buru-buru untuk bisa segera bisa komunikasi dengan Nandini.


Sebentar lagi kita akan bertemu lagi Nandini. Dan aku harap kamu tidak menghindari ku.


Aku datang kepadamu untuk meminta maaf. Aku datang kepadamu untuk menyatakan penyesalanku untuk semua perbuatan yang sudah aku lakukan terhadap dirimu.


Aku ingin kita kembali bersama seperti sebelumnya.


Aku ingin hubungan kita baik seperti sebelumnya. Sebelum kesalahan pahaman itu ada.


Aku datang ke Bandung untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi di antara kita sayang.


Aku tahu itu semua tidak mudah bagimu untuk bisa memaafkan semua kesalahan ku.


Karena aku sudah menyakitimu secara psikis dan juga fisik.

__ADS_1


Aku ingat betul dengan apa yang aku lakukan terhadapmu sayang.


Aku tahu kamu marah dan kecewa. Tapi aku sangat yakin. Jika kamu masih sangat mencintai aku.


Setelah ini mari kita sama-sama membuka lembaran yang baru. Aku tidak akan membawamu kembali ke rumah Mama. Jika aku berhasil meyakinkanmu untuk bisa kembali bersamaku dan memaafkan semua kesalahan ku.


Mari kita bangun rumah tangga kita kembali dengan lembaran yang baru.


Setelah merasa cukup untuk mengistirahatkan tubuhnya di rest area. Gabriel kemudian kembali berjalan ke mobil dan kemudian melanjutkan perjalanannya untuk menuju Bandung.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Siang itu di tempat kerjanya. Nandini yang saat ini menjabat sebagai eksekutif housekeeping. Nampak memeriksa beberapa ruangan kamar hotel yang sudah dibersihkan. Nandini mengecek Apakah mereka sudah bekerja dengan baik.


Itulah pekerjaan yang sekarang dilakukan oleh Nandini. Mengecek satu persatu ruangan kamar hotel yang sudah dibersihkan oleh para housekeeping.


Ketika jam makan siang telah tiba. Nandini yang saat itu sudah berada di cafetaria. Nampak memesan makanan di salah satu stand food yang ada di sana.


Saat Nandini tengah asik menikmati makanan siang. Ponselnya tiba-tiba berdering. Nandini pun kemudian meraih ponselnya dan menerima panggilan tersebut.


"Halo Rahma."


"Halo Kak. Apa Kakak sibuk? tanya Rahma dari sebrang telepon.


"Aku sedang makan siang Rahma. Ada apa?"


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin bercerita sedikit tentang kejadian kemarin Kak."

__ADS_1


"Memangnya ada apa, kenapa?"


"Kakak nikmati dulu makan siangnya. Aku akan telepon 10 menit lagi." ucap Rahma, kemudian ia mutus sambungan teleponnya.


Nandini yang sedikit penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh sang adik hanya menaikkan kedua pundaknya. Ia pun kembali menikmati makan siangnya.


Setelah selesai makan siang. Nandini kemudian menelpon balik sang adik.


"Halo Rahma, tadi kamu mau ngomong apa sama Kakak. Ceritakan saja jangan membuat aku penasaran." ujar Nandini penasaran dan ingin tau.


"Kak, kemarin itu entah siapa dan ada alasan apa. Seseorang tiba-tiba membius ku dari belakang. Dan aku pun pingsan. Saat itu aku sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan diriku. Tapi di saat aku bangun. Aku sudah berada di sebuah mobil. Dan di dalam mobil itu tidak ada siapa-siapa selain aku." Rahma rupanya menceritakan apa yang ia alami kemarin.


"Dan yang membuat aku saat penasaran adalah. Siapa mereka dan buat apa mereka membius ku. Mereka meninggalkan aku begitu saja di dalam mobil."


"Apa kamu disakiti oleh mereka? Bagaimana dirimu?


"Aku tidak kenapa-kenapa Kak. Tidak terjadi apa-apa dengan diriku. Aku pikir aku baik-baik sajam Hanya saja aku merasa curiga karena saat itu ponselku sudah tidak berada di tas ku. Melainkan sudah ada di luar. Lebih tempat mereka mengambil ponsel ku."


"Buat apa mereka mengambil ponselmu?"


"Aku juga tidak tau Kak. Semua barang-barang aku semua aman dan lengkap. Tidak ada yang hilang. Dan aku juga merasa tidak ada yang terjadi sesuatu dengan diriku. Kak, apa mungkin ada seseorang yang sengaja membius ku dan mereka mengincar informasi dari ponselku." sergah Rahma.


"Maksud kamu apa Rahma. Kakak bingung."


"Aku takut saja Kak. Apa itu mungkin ulah dari Mas Gabriel. Karena selama ini Mas Gabriel selalu datang ke rumah dan menanyakan Kak Dini. Atas perintah Kakak, aku dan bapak ibu tidak pernah kasih tau keberadaan Kak Nandini. Dan akhir akhir ini. Rahma curiga dengan dua pria yang suka ngopi di warung dekat rumah Kak. Mereka mencurigakan dan seperti seolah-olah mengatai rumah kita."


"Begitukah."

__ADS_1


"Kakak harus hati-hati ya. Jaga diri dengan baik Kak. Aku kawatir sama Kak Dini."


"Terimakasih informasinya Rahma. Justru Kakak lah yg kawatir. Kalian lah yang harus hati hati. Kakak sini aman ko. Kamu waspada ya. Kalau ada apa apa lapor Kakak." ucap Nandini berpesan pada sang Adik.


__ADS_2