Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Bersatu kembali


__ADS_3

Nandini mengerjabkan kedua matanya ketika ia terbangun pada dini hari dan merasa ingin buang air kecil ke kamar mandi.


Rasa ingin buang air kecil itu sudah tidak bisa ia tahan. Sehingga membuat ia terpaksa terbangun.


Ketika ia terbangun, Nandini begitu kaget. Saat menyadari dirinya tidak memakai pakaian sehelai benang pun. Dan ia kini berada di bawah hamparan selimut di kamar hotel bersamaan di sampingnya ada Gabriel yang masih nampak tertidur begitu pulas sambil memeluknya tadi.


Tidak ingin membangunkan sang suami. Nandini kemudian menjejakkan kakinya di lantai.


Dengan masih menggunakan selimut sebagai penutup tubuhnya. Nandini berusaha mencari-cari pakaiannya. Yang tadi dibuang asal oleh pria yang membuat ia mabuk kepayang beberapa jam lalu. Yang membuat dirinya tidak karuan dengan semua sentuhannya.


Ingin rasanya Nandini mencari pakaiannya. Tetapi mana mungkin dia berkeliaran di kamar hotel dengan keadaan dirinya yang tidak memakai baju.


Karena ia tidak ingin dirinya yang tidak memakai apapun itu dilihat oleh Gabriel. Meskipun beberapa jam tadi mereka baru saja selesai bergelut di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Di mana sih, mas El meletakkan bajuku. Aku butuh kemejaku untuk menutupi tubuhku." gerutu Nandini, sambil terus mengedarkan pandangannya untuk mencari-cari di mana kiranya Gabriel menyembunyikan bajunya.


Gabriel yang saat itu masih tiduran miring ikut terbangun. Ia kemudian memperhatikan gerak-gerik sang istri dengan menahan tawa. Karena ia tahu Nandini pasti mencari pakaiannya.


Gabriel merasa puas telah mengerjai sang istri. Karena Gabriel sengaja menyembunyikan pakaian Nandini agar wanita itu tidak mengenakan apapun sepanjang dia ada di kamarnya.


Tidak juga bisa menemukan pakaiannya. Mau tidak mau membuat Nandini langsung beranjak dari ranjang ke kamar mandi begitu saja dengan bertelanjang kaki dan tentu saja dengan tidak mengenakan apapun.


Setelah selesai dari kamar mandi. Kini Nandini kembali ke tempat tidur dengan sudah mengenakan bathrope atau jubah haduk yang terdapat di kamar mandi.


Seharusnya ia tadi juga menyembunyikan bathrope itu. Sehingga membuat Nandini tidak bisa memakai apa-apa. Karena ia ingin melihat sang istri seharian ini tidak mengenakan apapun.


Nandini kemudian kembali terduduk di sisi tempat tidur. Ia kemudian melirik ke arah nakas yang ada di sisi tempat tidur. Karena ia meletakkan ponselnya di sana. Nandini kemudian meraih ponselnya dan melihat sudah jam berapa saat ini.

__ADS_1


Jam kini sudah menunjukan pukul 03.00 pagi. Dan membuat dirinya terpaksa harus menginap di hotel.


Sejenak Nandini menoleh ke arah samping. Di mana seorang pria masih tertidur begitu sangat pulas di sampingnya.


Betapa pria itu tadi sangat ganas terhadap dirinya. Meskipun ganas, Gabriel melakukannya dengan lembut. Sampai sampai dirinya mendapat beberapa kali pelepasan.


Nandini hanya bisa menghela nafas panjang. Karena apa yang baru saja ia lalui bersama sang suami telah mengembalikan semua kepercayaan dirinya pada Gabriel.


Nandini tidak bisa memungkiri kejujuran hari dan jiwanya jika dirinya memang masih sangat mencintai Gabriel.


Jika dirinya dan Gabriel pernah di abang kehancuran hubungan. Itu semua hanya karena sebuah kesalahpahaman dan fitnah.


Dan kini, semua masalah sudah jelas dan mereka telah bisa atasi ujian itu.

__ADS_1


Karena masih merasa mengantuk dan badannya terasa pegal. Nandini kemudian kembali merebahkan tubuhnya di sisi tempat tidur. Dan ia pun kembali memejamkan matanya untuk istirahat.


__ADS_2