Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Tidak ada lawan main


__ADS_3

Ada satu kenikmatan besar yang sudah lama Gabriel tidak pernah rasakan pada wanita yang masih menjadi istrinya itu. Yang kini berada dalam kekuasaannya.


Dan, tanpa sadar. Milik Gabriel saat ini tengah bangun dan memberontak. Saking memberontaknya membuat yang ia kenakan penuh sesak.


"Gawat, milik ku bangun Nandini." keluh Gabriel dengan setengah tersiksa dengan hasratnya yang tiba-tiba muncul.


Tolong tidak sekarang, jangan sekarang. Kita baru saja memperbaiki semua keadaan. Aku baru saja berhasil untuk mendapatkan hatinya kembali.


Jangan membuat dia marah dengan menginginkan untuk mengajaknya bercinta. Kau harus sabar, untuk melakukan yang satu itu. Ucap Gabriel pada dirinya sendiri. Karena miliknya sudah semakin menegang dan bahkan mengeras dan ingin segera di puaskan.


Dengan melakukan hubungan suami istri. Hal itu sangat mengganggu Gabriel pada malam itu.


Di saat Gabriel berjuang melawan hasratnya. Di sisi lain, Nandini ternyata tidaklah benar-benar tertidur.


Dia ternyata hanya pura-pura memejamkan mata dan tertidur pulas. Padahal sebenarnya ia masih sangat terjaga.


Terlebih ia sangat takut jika sang suami melakukan pemaksaan untuk mengajak dirinya berhubungan badan seperti apa yang sudah terjadi beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Dengan terus memejamkan matanya. Nandini tidak ingin menggerakkan tubuhnya. Yang nanti akan diketahui oleh Gabriel. Jika dirinya sebenarnya tidak benar-benar tidur.


Tapi sebenarnya, Nandini merasakan sesuatu yang mengeras dari dari belakang. Pada saat itu tubuh Gabriel posisinya sangat melekat pada tubuhnya.


Jadi benda itu yang mengeras bisa rasakan oleh Nandini yang di peluk dengan posesif oleh Gabriel.


Nandini juga tahu, sebenarnya sang suami sangat ingin dipuaskan hasratnya. Tetapi Nandini merasa belum siap untuk melakukan kewajibannya. Karena jujur saja, dirinya belum 100% memaafkan sang suami.


Sudah aku bilang Mas. Kamu tidak boleh menginap di kamar ku.


Kenapa kamu bandel, kenapa kamu tidak mendengarkan ku. Sekarang rasakan akibatnya. Kamu jadi menanggung keinginan untuk bercinta sendirian.


Sedangkan Gabriel kini semakin disiksa dengan keinginannya untuk bercinta.


Semakin kuat ia menahan hasratnya. Semakin membuat dirinya tidak berdaya.


Merasa sudah tidak kuat lagi dengan hasrat menggebu yang ia rasakan. Gabriel kemudian bangkit dari rebahanya di sisi Nanini. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah berada di kamar mandi. Akhirnya Gabriel meneruskan aktivitasnya dengan bersolo. Bagaimanapun hal itu harus ia tuntaskan sendiri.


Sungguh tidak enak menahan hasrat. Kau benar-benar sudah menyiksa ku Nandini.


Kamu benar-benar membuatku tersiksa dengan apa yang aku rasakan. Lihat saja nanti, jika kita sudah perbaikan. Akan ku lampiaskan semua hasrat ku terhadap dirimu.Dan tentunya dengan cara yang lembut.


Aku tidak aku tidak akan mengulangi mengajakku bercinta dengan cara yang kasar seperti dulu. Dan aku berjanji akan menghapuskan memori-memori perlakukan kasar yang pernah aku lakukan pada dirimu.


Tunggu saja momen itu datang sayang. Aku akan balas dendam untuk hari ini.


Untuk hasrat yang tidak bisa aku salurkan sebagaimana mestinya terhadap dirimu. ucap Gabriel membatin sambil terus solo di kamar mandi.


Sedangkan Nandini yang masih pura-pura tidur di atas ranjangnya tersenyum puas. Melihat sang suami tersiksa karena apa yang ia rasakan sendiri.


Tetapi sebenarnya dia juga sangat kasihan terhadap Gabriel. Karena ia tidak bisa membantunya. Padahal obat hasrat sang suami itu ada pada dirinya.


jangan lupa mampir di cerita baru ku 🤗🙏♥️💐

__ADS_1



__ADS_2