Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Penguntit


__ADS_3

Sesampainya di rumah kost. Seperti biasa Nandini selalu mengunci pintu kamarnya.


Sebagai seorang wanita yang tinggal sendirian di lingkungan seperti kos-kosan. Tetaplah membuat Nandini merasa harus waspada meskipun ia berada di kos-kosan Wanita.


Meskipun saat ini dia berpisah dengan sang suami Gabriel. Nandini masih mempunyai etika bahwa dirinya masihlah berstatus sebagai istri dan bagaimanapun Ia tetap harus menjaga kehormatan dan wibawanya sebagai seorang istri.


"Ya ampun. Kenapa tadi aku langsung masuk ke kamar. Padahal aku belum beli makanan untuk makan malam. Mana sekat aku sudah merasa lapar." guman Nandini pada dirinya sendiri.


Karena ia lupa membeli makanan untuk makan malamnya.


Nandini kemudian mengambil sweater untuk menutupi tubuhnya yang masih mengenakan seragam kerja. Sambil meraih dompetnya. Nandini keluar kamar kost untuk membeli makan malam.


Sambil memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangannya yang ia lipat di dada. Nandini mencoba untuk menghangatkan tubuhnya. Karena saat itu sudah malam dan cuaca juga dingin.


Nandini nampak berjalan menuju sebuah rumah makan tenda yang menjual berbagai macam makanan.


Dengan membawa dompet di tangannya. Nandini kemudian memesan makanan pada penjual.


Dan nasi goreng adalah menu yang ia pilih untuk mengisi perutnya malam ini.


Dan tanpa Nandini disadari, seorang mengintainya


Gabriel ternyata belum pergi dari tempat itu. Saat kita ingin pergi. Rasanya kedua kakinya sangat berat sekali untuk meninggalkan tempat di mana saat ini Nandini tengah berada.


Gabriel akan betah untuk berada di sana. Karena dirinya saat ini telah berada dekat dengan sang istri. Meskipun sang istri tidak menyadari keberadaannya.


Dari kejauhan, Gabriel sengaja bersembunyi di balik sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan untuk bisa memperhatikan sang istri dari kejauhan.


Gabriel memperhatikan kecantikan wajah Nandini yang semakin lama semakin terlihat begitu cantik.

__ADS_1


Apalagi dia sudah beberapa bulan tidak mengelus pipi mulus putih sang istri. Hal itu sudah cukup membuat jantung dan hati Gabriel kini menjadi berdebar-debar.


Sayang, aku melihatmu dari kejauhan saja sudah membuat aku sangat bahagia dan senang sekali.


Bagaimana jika aku bisa memelukmu kembali.


Selama kamu tidak ada di sisiku. Aku seperti orang mati Nandini.


Aku seperti mayat hidup yang bergerak ke sana kemari tapi jiwanya kosong.


Dan saat kini bisa melihatmu kembali walau dari kejauhan. Energi ku yang hilang kini telah kembali dan memenuhi ruang hati dan juga jiwaku sayang.


Kamu benar-benar hidup ku.


Aku tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama pada mu Nandini. Dan aku tidak akan pernah melepaskan mu. Jika aku sudah berhasil kembali memelukmu.


Ketika Nandini telah selesai membeli nasi goreng yang ia pesan. Dan setelah ia membayarnya. Nandini kemudian berjalan lagi untuk menuju tempat kos-nya.


Tapi, ditengah tengah perjalanan menuju kamar kost. Nandini nampak menghentikan langkahnya. Dan ia seperti sedang merasakan sesuatu yang entah itu apa.


Secara naluriah, Nandini kemudian mengarahkan pandangannya ke suatu tempat.


Dan, pandangan Nandini mengarah pada tempat di mana saat itu Gabriel sedang mengintainya.


Begitu Nandini melihat ke arahnya. Dengan sigap, Gabriel pun langsung menarik diri untuk tidak bisa dilihat oleh Nandini.


Karena ia tidak ingin keberadaannya diketahui oleh sang istri.


Gabriel ingin menunggu momen yang tepat untuk bisa bertemu dengan istri tercintanya. Dan itu tidak sekarang.

__ADS_1


"Aku merasakan seseorang sedang memperhatikan aku dari arah sana. Seperti ada seseorang yang sedang mengintai ku. Tapi siapa? guman Nandini. Seraya ia melemparkan pandangan ke arah yang ia yakini ada seseorang yang dari tadi sedang memperhatikannya.


"Ah, mungkin itu hanya perasaan aku saja. Karena terlalu khawatir jika mungkin Mas Gabriel menemukan aku. Atau mungkin aku hanya terbawa halusinasi." guman Nanini lagi.


Mengabaikan prasangka nya, Nandini kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju kamar kost.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sesampainya di kamar kost. Nandini langsung membuka sweaternya dan ia kemudian menikmati nasi goreng yang baru saja ia beli.


Sambil menikmati nasi goreng yang masih panas tersebut. Nandini menikmati nasi goreng itu sambil membuka buka ponselnya. Ia iseng-iseng memainkan ponsel.


Entah naluri apa yang membawa Nandini untuk membuka galeri foto yang ada di ponsel miliknya.


Mungkin karena ia terbawa rasa rindu pada sang suami. Membuat Nandini ingin melihat-lihat kembali berbagai momen kebersamaan yang ia jalani bersama Gabriel dalam sebuah foto yang ia simpan di galeri.


Mas aku kangen sama kamu.


Ungkap Nandini dalam hati. Saat ia tengah di landa rasa rindu pada Pria yang telah mencuri cinta pertamanya tersebut.


Tapi di lain sisi. Nandini juga merasa kecewa pada Gabriel. Karena Pria itu pernah melakukan kekerasan fisik terhadapnya.


Di saat aku di landa rasa rindu yang menggebu. Aku juga masih merasa kecewa terhadapmu Mas. Dua perasaan berbeda itu aku rasakan saat ini.


Aku harap kamu baik-baik saja Mas. Aku pasrahkan semua keadaan kita kepada waktu.


Biarlah waktu yang menjawab semua. Biarlah waktu yang menguraikan permasalahan yang kita hadapi.


Aku hanya ingin kedamaian saat ini. Dan kedamaian itu hanya bisa aku dapatkan jika aku jauh darimu.

__ADS_1


__ADS_2