
Begitu Nandini membukakan pintu untuk Gabriel. Gabriel langsung menyelonong masuk dan kemudian ia langsung menutup pintu kamar kost Nandini. Gabriel juga langsung menguncinya.
Kini senyum lebar nampak diperlihatkan oleh Gabriel kepada sang istri. Yang berdiri di hadapannya dengan wajah cemberut. Karena mungkin dirinya telah membuatnya jengkel.
Mulut Gabriel nampak melongo ketika melihat lekuk tubuh sang istri yang hanya memakai tanktop dan celana pendek itu.
Tubuh mulus dan putih itu terlihat jelas. Sampai-sampai membuat Gabriel bersiul melihat penampilan Nandini dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Nandini yang sadar jika saat ini dirinya berpenampilan terbuka dan tengah diperhatikan Gabriel kemudian langsung menyahut sweater yang ada di atas tempat tidur dan kemudian memakainya. Nandini tidak ingin tubuhnya di liat oleh Gabriel.
"Kenapa di tutup sayang. Jangan malu."
"Maksudnya Mas apa sih. Kenapa menyelinap masuk ke kamarku. Mas sudah melakukan pemaksaan untuk masuk kemari." proses Nandini.
"Kenapa pemaksaan. Kenapa harus dibilang menyelinap. Aku ini suamimu. Aku pergi menemui istriku, kita adalah pasangan halal."
"Tapi kita sedang bermasalah Mas."
Mendengar ucapan Nandini yang mengatakan bahwa mereka sedang bermasalah membuat Gabriel terkekeh.
"Oh, jadi karena kita bermasalah lalu kita harus saling pisah pisah dan kamu tidak mau dekat dekat dengan ku. Kamu ini menggemaskan Nandini. Aku sangat rindu dengan sikap menjamu. Aku sangat rindu dengan sikap lemah lembut mu." ucap Gabriel, kemudian ia mencoba untuk lebih dekat kearah sang istri.
"Bisa tidak, Mas tunggu di luar. Aku mau mandi. Aku baru pulang bekerja tadi. Tubuh ku lengket."
"Kalau mau mandi, mandi saja sayang. Aku juga belum mandi, kita bisa mandi bersama." ujar Gabriel yang kemudian kembali tersenyum menggoda Nandini sambil hendak membuka kancing kemejanya.
"Jangan harap Mas. Kamar mandi di sini sangat kecil."
"Tidak masalah kalau kecil, asal muat untuk kita berdua. Kalau begitu kita ke kamar hotel ku saja. Disana kamar mandinya luas dan ada bathtub nya. Tidak hanya bisa mandi bersama. Kita juga bisa berendam bersama. Seperti dulu, yang selalu kita lakukan di rumah. Bukankah kita sering mandi bersama dulu."
"Sudah lah Mas, cukup. Jagan membuat lelucon. Aku benar-benar ingin mandi. Tubuhku lengket dan aku gerah." ucap Nandini, kemudian dia berlalu dari hadapan Gabriel dan tidak mempedulikan suami yang sedang menggodanya.
__ADS_1
Nandini kemudian mengambil handuk dan ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Gabriel merasa sangat puas karena sudah berhasil menggoda sang istri.
Meskipun Nandini belum mengucapkan pernyataan bahwa ia sudah memaafkan Gabriel. Gabriel merasa yakin jika sang istri sebenarnya sudah luluh dan sudah memaafkan dirinya.
Hanya saja sang istri mungkin masih kesal terhadapnya. Gabriel juga sangat memaklumi itu.
Gabriel kemudian berjalan mengamati kamar kost yang di tempati sang istri.
Gabriel nampak tersenyum melihat kamar sang istri yang terlihat rapi itu. Kemudian, tanpa sengaja. Gabriel melihat dompet Nandini yang tergeletak di sisi tas di atas tempat tidur.
Dengan sengaja, Gabriel meraih dompet Nandini dan kemudian memeriksanya.
Begitu Gabriel melihat isi dompet sang istri. Gabriel nampak menggelengkan kepalanya.
Karena didalam dompet Nandini tidak terdapat banyak uang disana.
Setelah itu, Gabriel menaruh dompet Nandini ketempat semula.
Sedangkan di sisi lain. Nandini yang saat ini berada di kamar mandi. Dan sudah selesai dengan aktivitasnya membersihkan diri. Merasa sangat jengkel karena ia lupa membawa baju ganti ke kamar mandi.
Ia merutuki keteledorannya dengan tidak membawa masuk baju gantinya. Karena ia tidak ingin berganti baju di hadapan sang suami.
"Aku lupa membawa baju ganti ku ke kamar mandi. Tidak mungkin aku keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk saja. Dan memakai baju di ruangan kamar. Pasti akan menjadi pemandangan yang mengenakkan untuk Mas El." gerutu Nandini.
"Sebaiknya aku minta tolong saja sama mas El untuk di ambilkan baju." guman Nandini lagi.
"Mas, bisa tolong ambilkan baju ganti untuk ku. Bajunya ada di sisi tempat tidurku. Di sebuah keranjang." ucap Nandini dari dalam kamar mandi.
"Apa sayang, kamu minta tolong apa." Tanya ulang Gabriel sambil mendekat ke arah pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Tolong ambilkan baju ganti ku. Ada di keranjang di sisi tempat tidur. Tolong ambilkan aku baju piyama."
"Aku tidak tahu letaknya dan juga piyama yang mana. Kenapa kamu tidak keluar saja dan ambil sendiri. Aku tidak tahu sayang." jawab Gabriel. Sebenarnya bukannya Gabriel tidak ingin membantu. Tapi Gabriel sengaja ingin istrinya sendiri keluar dari kamar mandi untuk mengambil sendiri bajunya.
"Aku hanya memakai handuk Mas. Cepat ambilkan saja baju piyamanya. Ada di tumpukan paling atas. Masa begitu saja tidak tahu." Nandini mulai kesal.
"Bener sayang, aku tidak tahu. Sebaiknya kamu keluar saja. Aku kan suamimu, jangan malu."
Karena Gabriel tidak mau membantu. Akhirnya membuat Nandini keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit pada tubuhnya.
Kaki telanjangnya yang berjalan menuju kearah keranjang terlihat mengusik ketenangan hasrat Gabriel.
Pundak mulus yang terekspos itu sudah cukup membuat Gabriel menelan salivanya.
Tau jika dirinya di perhatikan oleh sang suami. Membuat Nandini buru-buru mengambil baju piyamanya dan kemudian ia membawanya kembali ke kamar mandi.
"Kenapa harus ke kamar mandi untuk mengenakannya sayang. Kamu bisa memakainya di sini." ucap Gabriel. Tapi Nandini tidak menggubrisnya.
Setelah selesai dengan aktivitasnya berganti pakaian. Nandini kemudian keluar kamar dengan sudah berpakaian rapi dan rambut yang masih basah tergerai.
Dengan menggunakan handuk. Nandini mengusap-ngusap rambutnya yang basah sambil duduk di kursi dekat meja riasnya.
Gabriel sendiri yang sejak tadi memperhatikan Nandini sambil duduk santai di atas tempat tidur. Selalu tersenyum senyum sendiri melihat polah tingkah sang istri.
"Malam ini aku tidur di sini ya." seloroh Gabriel.
"Jangan buat gara-gara Mas. Jangan memberi contohnya tidak baik kepada penghuni kamar kost lainnya. Tetaplah menjaga peraturan di sini. Mas tidak baca apa peraturan di depan. di ruang tamu. Tidak boleh seorang laki-laki bertamu di kamar kost khusus wanita..Aku curiga sama Mas. Aku tidak percaya jika pemilik kos mengizinkan Mas untuk untuk bertamu ke kamarku."
"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa keluar dan tanyakan sendiri pada pemilik kost. Dia mengizinkan aku untuk menemui mu. Aku juga sudah menunjukan buku pernikahan kita."
"Sebenarnya mau Mas ini apa. Bukankah kita sudah bicara tadi siang di kamar hotel mu. Kenapa Mas masih mengikuti ku sampai ke sini."
__ADS_1
"Ada banyak hal yang harus kita obrolkan Din. Hampir dua bulan kita berpisah. Jadi, banyak hal yang harus kita bicarakan. Banyak hal yang harus kita diskusikan. Dan aku ingin masalah kita cepat selesai. Aku ingin hubungan kita kembali membaik. Aku ingin menghapus semua rasa sakit hatimu terhadap diriku. Izinkan aku untuk membuktikannya terhadap dirimu. Jika aku serius dalam ucapan ku. Aku ingin memperbaiki semuanya Nandini." Ucap Gabriel dengan wajah penuh keseriusan.