Penyesalan Terdalam Seorang Suami

Penyesalan Terdalam Seorang Suami
Pengusiran


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin dari Gabriel untuk mencari tahu keberadaan Nandini melalui sang adik Nandini. Kedua orang suruhan Gabriel pun kemudian langsung melancarkan aksinya.


Tindakan mereka memang sedikit kejam. Kala itu mereka menemui adik Nandini yang bernama Rahma. Yang masih berkuliah di sebuah universitas. Ketika ia akan pulang dengan mengendari sepeda motorku. Dua orang suruhan Gabriel membius Rahma ketika mereka sengaja menghadang Rahma di sebuah jalan.


Setelah Rahma pingsan. Mereka pun membawa Rahma ke dalam sebuah mobil. Mereka sengaja membawa Rahma ke dalam mobil karena ia ingin mengecek sesuatu.


Salah seorang pria kemudian mengambil ponsel milik Rahma. Dan mereka mencari tahu keberadaan Nandini lewat ponsel sang adik.


Dan benar saja. Ketika mereka telah berhasil membuka ponsel milik Rahma dan memeriksa pesan-pesan chat yang ada di aplikasi pesan singkat. Membuat kedua orang suruhan Gabriel itu tersenyum lebar. Karena mereka telah mendapatkan informasi tentang Nandini.


Nandini yang saat itu memberi taukan keberadaannya di Bandung pada sang adik. Telah di ketahui oleh orang suruhan Gabriel.


Dalam pesannya, Nandini juga memberi tau jika ia bekerja di sebuah hotel X di Bandung.


Mereka kemudian menyimpan semua screenshot isi percakapan Nandini dan Rahma. Lalu mereka langsung mengirimkan bukti itu pada Gabriel.


Tidak hanya bukti pesan singkat. Mereka juga memberi tau nomor ponsel Nandini.


Wajah yang sumringah kedua orang turun Gabriel itu pun terpancar. Mereka merasa sangat senang karena mereka telah berhasil mendapatkan informasi tentang keberadaan Nandini.


Setelah mereka berhasil mendapatkan informasi yang mereka cari. Mereka kemudian meningalkan mobil dan membiarkan Rahma sadar.


Dari kejauhan, saat mereka mereka mengawasi Rahma.

__ADS_1


Rahma yang saat ini telah siuman. Kemudian nampak bingung karena ia berada di dalam mobil.


Tanpa membuang waktu. Rahma langsung pergi meninggalkan mobil tersebut.


Setelah Rahma pergi. Baru kedua orang suruh Gabriel tersebut kembali dan langsung melajukan mobil untuk segera pergi meninggalkan lokasi.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Siang itu, saat Gabriel masih berada di kantornya. Dan ketika ia sudah mendapatkan informasi dari orang suruhannya jika mereka telah berhasil mendapatkan informasi di mana Nandini. Sangat membuat Gabriel bahagia.


Wajah Gabriel langsung merekah. Ia sangat senang karena ia telah berhasil menemukan keberadaan Nandini yang selama ini cari cari.


Kebahagiaan Gabriel semakin lengkap ketika ia juga sudah mendapatkan nomor ponsel sang istri.


Membereskan beberapa file-file pekerjaan yang berserakan di meja kerja. Gabriel dengan sedikit buru buru. Segera mengambil kunci mobil dan ia berniat untuk pulang ke rumah.


Gabriel berniat untuk langsung pergi ke Bandung dan segera menemui Nandini di tempat ia bekerja. Gabriel tidak ingin membuang waktu dan kesempatan.


Sesampainya di rumah siang itu. Gabriel yang langsung menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya. Dihentikan langkahnya di tengah-tengah anak tangga ketika mamanya memanggil.


"El, kamu sudah pulang." Tanya Rohana


"Iya Ma, El ada keperluan. Gabriel mau pergi ke Bandung." jawab Gabriel.

__ADS_1


"Ada urusan apa yang mengharuskan kamu pergi ke Bandung. Urusan pekerjaan?" tanya Rohana menyelidik.


"Tidak Ma, ini bukan urusan pekerjaan. Aku ingin menjemput Nandini." Jawab Gabriel jujur.


Mendengar Gabriel mengucapkan nama itu. Dan niat Gabriel pergi ke Bandung untuk menjemput Nandini. Tak khayal langsung membuat Rohana naik darah lagi.


"Dia lagi dia lagi. Sebenarnya apa yang kamu inginkan dan harapkan dari dia Gabriel. Dia sudah pergi, dia sudah meninggalkanmu." seru Rohana.


Dengan menghela napas berat. Gabriel kemudian menuruni anak tangga dan menemui sang Mama yang kala itu di dekat tangga.


"Bukan Nandini yang pergi meninggalkan Gabriel Ma. Tapi Gabriel yang sudah membuat Nandini pergi. Dan sekarang Gabriel akan kembali membawanya ke dalam kehidupan Gabriel.


"Jangan bicara omong kosong Gabriel. Kehidupan Mama sudah tenang saat dia sudah tidak ada di rumah ini. Jangan bawa dia kemari lagi. Setelah dia melangkahkan kakinya pergi dari rumah ini. Bahkan ia pergi tanpa pamit sama Mama. Dia sudah bersikap kurang ajar. Dan tidak menghargai Mama. Wanita seperti dia tidak pantas kamu pertahanan sebagai istri."


"Jika memang Mama tidak menginginkan Nandini tingal dan berada di rumah ini tidak masalah Ma. Gabriel tidak akan memaksa. Gabriel bisa tingal di tempat lain dan di mana saja. Tapi El akan tetap membawa istri El kembali."


"Gabriel, stop. Hentikan semua kegilaan mu tentang dia. Saat Nandini sudah meninggalkan rumah besar ini. Berarti dia sudah pergi meninggalkan dirimu dan keluarga kita. Dia tidak pantas untuk kembali lagi dalam kehidupan mu."


"Please Ma, ini adalah hidup Gabriel. Gabriel yang tahu apa yang terbaik untuk hidup Gabriel. Please, tolong Mama tidak perlu mencampuri urusan Gabriel seperti apa yang sudah Mama lakukan kemarin. Aku tidak bisa mengikuti perkataan Mama. Dan Mama juga tidak bisa memaksakan kehendak Mama pada Gabriel. Dan aku juga tidak akan memaksa Mama untuk menyukai dan menerima istri ku lagi." ucap Gabriel, kemudian ia berjalan lagi menaiki anak tangga. Kemudian Rohana yang tak mau kalah berdebat pun kembali berkata.


"Selangkah saja kau meninggalkan rumah ini demi mencari perempuan itu. Jangan pernah pulang dan jangan pernah kembali lagi ke rumah ini Gabriel." ancam Rohana kepada sang putra kesayangannya Gabriel.


Dan perkataan Rohana pun membuat Gabriel membeku di anak tangga. Karena sang Mama rupanya mengancamnya.

__ADS_1


__ADS_2