Perjodohan Dua Pewaris Tunggal

Perjodohan Dua Pewaris Tunggal
#10


__ADS_3

Sabrina telah lima belas menit. Ia dapat teguran keras dari dosen galaknya. Bukan hanya itu, Sabrina juga tidak diizinkan masuk kedalam kelas untuk mengikuti pelajaran yang dosen galak itu ajarkan.


Sabrina dapat hukuman dari sang dosen. Sudah tidak diizinkan belajar, dapat omelan, plus, Sabrina harus berdiri didepan pintu masuk kampus selama jam pelajaran sang dosen itu berlangsung.


Sabrina yang galak harus menerima hukuman dari dosen killer itu. Jika tidak, maka nilai Sabrina yang akan jadi taruhannya. Sabrina juga tidak ingin sang dosen galak berubah jadi gila. Dosen itu tidak segan-segan buat memanggil orang tua untuk datang ke kampus.


Dosen killer itu tidak pernah pandang bulu atau pilih kasih. Baik kaya maupun miskin, ia akan memperlakukan mahasiswanya dengan perlakuan yang sama. Jika salah, akan dapat hukuman.


Sabrina berdiri tegak, sementara yang lain sibuk belajar didalam kelas. Gadis judes yang terkenal dengan kegalakannya, kini ada didepan kelas, sedang menerima hukuman.


Tepat saat itu, tiga cowok terganteng seantero kampus melihat hal Sabrina yang sedang menjalani hukuman. Mereka adalah Satya, Sean, dan Andrian. Tentunya, mereka tidak hanya bertiga jika berjalan. Mereka akan diikuti oleh para dayang-dayang mereka. Gadis-gadis cantik kampus yang berharap bisa memenangkan hati salah satu dari ketiganya. Terutama, hati Satya Adinata.


"Sssttt ... tunggu. Kayaknya ada pemandangan yang luar biasa deh didepan sana," kata Andrian.


"Apaan?" tanya Satya tak mengerti.


"Tuh, lihat, ada si judes sedang berdiri didepan kelasnya."


Sontak, semuanya langsung melihat kearah kelas Sabrina, yang ternyata, memang sedang berdiri Sabrina di sana. Sabrina sedang berdiri dengan satu kaki sambil menjunjung buku.

__ADS_1


"Kayaknya, dia sedang di hukum deh," kata salah satu dari gadis yang bersama Satya.


"Dihukum?" tanya Satya tak percaya.


"Iya. Lihat aja, kalo gak dihukum mana mau itu cewek judes berdiri dengan satu kaki sambil junjung buku," kata Sean.


"Kesalahan apa yang ia buat sampai harus dihukum ya?" tanya Satya dengan sangat penasaran.


"Ya mana gue tahu. Lo kan tahu tuh cewek paling judes plus galak seantero kampus, ya pasti karena ulahnya yang seenaknya itu mungkin," kata Andrian.


"Iya. Sabrina itu emang cewek paling galak di kampus. Mana ada cowok yang berani ama dia. Kemarin aja, temen gue dibikin bonyok tuh ama si Sabrina, hanya karena gangguin dia sedang makan di kantin," kata salah satu dari perempuan yang ada di sana.


"Teman lo cewek apa cowok?" tanya temannya yang lain.


"Buset ... ternyata sadis banget tuh cewek ya. Untung aja lo gak terima tawaran si Sean kemarin Sat, kalo nggak, mungkin lo jadi bahan asam tangannya tuh cewek kali ya," kata Adrian.


"Gue yakin, bukan hanya gue yang kena. Tapi kalian berdua juga akan kena akibatnya," kata Satya.


"Lho, ngapain kita juga ikut kena?" tanya Sean.

__ADS_1


"Ya karena kalian berdua ikut dalam taruhan itu dan kalian juga teman gue. Kalian akan merasakan akibat karena telah membuat hatinya kesal."


"Intinya, jauhi aja tuh cewek macam. Jangan pernah cari gara-gara sama dia," kata Andrian.


"Tapi ... dia cantik bro ... sangat cantik malahan. Kalian gak lihat tuh bodinya aja aduhai .... " kata Sean.


"Gila, lo mau bonyok?" tanya Andrian.


"Gak sih. Gue gak mau bonyok. Tapi gue mau dia."


"Jangan main-main lo," ucap Satya tidak setuju. Terdengar sekali kalau dia kesal dengan apa yang Sean ucapkan.


"Gue gak main-main. Gue serius kali ini. Gimanapun caranya, gue harus dapatin hati tuh cewek galak."


"Lo gila ya. Gimana mau dapatin hatinya tuh anak macam. Lo dekat aja lo udah punya resiko, apalagi mau ngambil hatinya," kata Andrian.


"Kalian lihat aja nanti, gimana caranya gue akan usahain buat mendapatkan hati Sabrina. Gimanapun juga, Sabrina itu adalah cewek. Yang namanya cewek pasti punya kelemahan tersendiri. Jika benar cara mendekatinya, pasti bisa merebut hatinya."


"Gak! Gue gak setuju!" kata Satya dengan penolakan keras atas apa yang Sean ucapkan.

__ADS_1


Sontak saja, kedua temannya saling pandang, lalu melihat Satya secara bersamaan. Ada yang aneh dari tingkah Satya kali ini. Biasanya, ia adalah cowok paling tampan yang tidak pernah mau ikut campur jika kedua temannya membahas soal cewek.


Satya biasanya hanya akan jadi pendengar dari curhat-curhat dan cerita-cerita tentang wanita dari kedua temannya. Tidak ada penolakan maupun persetujuan jika keduanya membalas tentang wanita. Tapi, kali ini, saat membahas soal Sabrina, temannya harus merasa syok karena penolakan terang-terangan yang Satya tunjukkan.


__ADS_2