
Ririn tergolong karyawan baru yang sangat berani. Ia bukan hanya tertarik pada Satya, tapi juga sangat berambisi untuk mendapatkan Satya. Bukan satu atau dua teman sesama kerjanya yang sudah memperingati Ririn agar tidak terlalu gila dengan niatnya mendekati Satya. Tapi gadis itu tidak mau mendengarkan apa yang teman-temannya katakan.
Ia selalu memikirkan cara agar bisa mendapat Satya. Baik dengan cara yang wajar, maupun dengan cara yang tidak wajar ia pikirkan. Tapi, cara wajar yang ia miliki selalu gagal. Tidak mendapatkan hasil apapun.
Kini, dalam benaknya hanya tinggal cara yang tidak wajar saja. Yaitu, cara menyerahkan harga dirinya pada Satya, ataupun dengan menjebak Satya agar bisa ia miliki selamanya.
Malam ini, kebetulan Ririn masuk ship malam. Ia punya kesempatan besar untuk menjebak Satya malam ini. Satya yang tidur di restoran dengan dia yang mendapat tugas bersih-bersih akan sangat amat mudah buat Ririn menjebak Satya.
Ririn sudah menyiapkan obat tidur dalam minuman yang akan ia sediakan buat Satya. Ia akan mengantarkannya sendiri minuman itu keruangan Satya sekarang.
Malang tidak dapat di tolak, mujur juga tidak bisa dicari. Belum sempat ia sampai separuh jalan menuju keruangan Satya, Ririn bertabrakan dengan Siska yang kebetulan makan malam di restoran ini.
Brakkk ...
Bunyi sesuatu pecah dengan sangat kuat.
__ADS_1
"Aduh-aduh .... " Siska mengeluh kesakitan karena minuman yang tumpah sedikit mengenai tangannya.
"Punya mata gak sih!" bentak Ririn dengan sangat kesal.
"Harusnya gue yang tanya sama lo, bukan lo yang malah bertanya sama gue," ucap Siska terpancing emosi.
"Lo gak lihat minuman yang gue bawa jadi tumpah karena lo," kata Ririn tak kalah emosi.
"Kenapa lo jadi nyalahin gue. Itu semua karena lo jalan gak pakai mata," ucap Siska tak mau kalah juga.
Karyawan yang lain sudah berusaha meminta melerai perdebatan Siska dan Ririn. Tapi mereka tidak berhasil. Demi nama baik restoran mereka, karyawan lain juga banyak yang minta maaf pada Siska. Siska tetap tidak terima dengan apa yang baru saja terjadi.
Sampai akhirnya, Satya datang dan bergabung diantara mereka. Ia awalnya kaget ketika melihat Siska yang berdebat dengan Ririn karyawannya.
"Ada apa ini?" tanya Satya membuat semuanya terdiam.
__ADS_1
"Mas Satya, ini bukan salah saya mas. Saya korban di sini. Dia yang mulai duluan," kata Ririn tiba-tiba mengubah wajahnya menjadi sedih dan mengiba.
Siska terdiam untuk sesaat ketika melihat Satya yang ada di hadapannya. Awalnya, ia sangat sulit untuk bertemu dengan Satya. Ia cari-cari di kampus, laki-laki itu tidak ada sama sekali. Kebetulan yang luar biasa, ia bisa bertemu dengan Satya di restoran malam ini.
"Mas Satya, tangan saya panas banget mas," kata Ririn sambil memperlihatkan tangannya yang tidak apa-apa namun ia geser-geser kan biar terlihat memerah.
"Oh, jadi ini pacar lo ya Sat? Di kampus pacar lo Cindy, di restoran ini pacar lo dia. Salut deh gue sama lo Satya. Jual tampang lo di mana-mana. Lo gak ingat kalo di rumah lo ada istri yang mungkin sedang bingung nyari keberadaan lo sekarang," kata Siska dengan sangat amat emosi.
Saat mendengarkan apa yang Siska katakan. Seluruh restoran itu jadi gempar. Bukan hanya para karyawan yang kaget dengan kata-kata Siska, pengunjung restoran juga ikut kaget dengan kata-kata itu.
Semuanya pengunjung pada berbisik-bisik sesama mereka, mengatakan tentang keburukan Satya yang ternyata sudah punya istri di rumah. Tapi masih pacaran di kampus dan tempat-tempat umum lainnya. Mereka menyayangkan wajah tampan yang Satya miliki.
Karyawan Satya yang lainnya seakan mendapat mimpi di siang hari. Mereka semuanya melongo mendengarkan kata-kata Siska. Sebagain mereka mungkin merasa tak percaya dengan apa yang telinga mereka dengar. Tapi, kata-kata itu tidak mungkin bohong.
Ririn ikut merasakan imbas dari kata-kata itu. Ia merasakan jantungnya berhenti berdetak karena kata-kata yang Siska ucapkan. Ia tidak menyangka, kalau bos yang sangat ia banggakan itu ternyata sudah tidak lajang lagi. Laki-laki pujaan hatinya bukan hanya punya pacar, tetapi juga sudah punya istri. Sudah punya istri artinya sudah punya keluarga.
__ADS_1