Perjodohan Dua Pewaris Tunggal

Perjodohan Dua Pewaris Tunggal
#13


__ADS_3

"Maksud kamu?"


"Maksud Rina, Rina gak akan merasa gak enak kalo yang tangung itu Satya. Lah inikan bukan ma."


"Bukan apanya?"


"Bukan Satya yang tangung ma."


"Siapa bilang bukan Satya yang tangung? Kamu tahu dari mana kalo bukan Satya? Terus, kalo bukan Satya siapa dong?" Sabrina malah dihujani banyak pertanyaan oleh sang mama.


"Ya ampun ma. Nanyanya satu-satu dong mama sayang."


"Siapa bilang bukan Satya?" tanya mama mengulangi pertanyaannya.


"Ya emang bukan Satya kan ma."


"Terus siapa kalo bukan Satya?"


"Ya papanya lah ma. Mana ada Satya anak manja itu punya uang. Tangung hidupnya sendiri aja dia gak bisa. Anak manja kayak Satya, mana bisa tangung Rina ma."


Mama terkekeh mendengarkan apa yang Sabrina katakan. Sedangkan Sabrina, ia merasa bingung dengan mamanya yang malah tertawa mendengarkan apa yang ia katakan.

__ADS_1


"Mama kenapa? Kok malah ketawa sih ma?"


"Rina sayang. Makanya, lihat orang itu jangan dari luarnya doang. Nilai orang itu jangan cuma lihat dari pandangan kamu aja nak. Pandangan kamu itu bisa aja salah."


"Maksud mama apa?"


"Asal kamu tahu Sabrina anak mama. Satya itu tidak seperti apa yang kamu bayangkan. Dia tidak murni anak manja seperti yang kamu katakan Rina."


"Maksud mama apa sih ma. Rina benar-benar gak ngerti deh dengan apa yang mama katakan."


"Rina. Satya itu tidak seutuhnya mengandalkan orang tua untuk memenuhi kebutuhannya. Satya itu sudah punya usahanya sendiri. Ia membiayai kuliahnya dan semua kebutuhannya dari usaha yang ia jalani sendiri."


"Maksud mama, Satya itu anak yang mandiri gitu?"


Sabrina benar-benar dibuat kaget dengan apa yang mama katakan. Awalnya, dia tak percaya kalau Satya itu adalah anak yang mandiri. Dia juga selalu meremehkan Satya dengan sebutan anak manja yang hanya bisa mengandalkan kekayaan orang tua. Tapi, kenyataannya malah sebaliknya.


Apa yang mama katakan tidak mungkin bohong. Mama juga tidak mungkin membuat cerita hanya untuk memuji Satya. Selama ini, mama adalah orang yang paling jujur yang Sabrina temui.


Lagi pula, apa untungnya mama bohong padanya. Tidak ada gunanya juga mama membual hanya untuk menaikkan nama Satya. Tidak ada hasilnya buat mama bukan?


"Ma, boleh Rina tahu apa usaha yang Satya jalani sekarang?"

__ADS_1


"Satya punya dua restoran dan satu bengkel."


"Mama yakin kalo Satya benar-benar anak mandiri yang jalani semuanya sendiri? Jangan-jangan, itu punya papanya ma."


"He he he ... Rina-Rina. Kamu itu anak mama yang paling suka seuzon ya sama orang. Mama gak ngajari kamu seperti ini lho nak."


"Bukan seuzon mama. Rina hanya mengatakan apa yang hati Rina rasakan aja kok."


"Sayang, mama sudah bilang, jangan lihat orang dari luarnya saja. Karena kamu tidak akan pernah tahu apa yang orang itu miliki didalamnya. Kamu mengerti kan apa yang mama maksudkan ini."


"Iya ma. Sabrina paham dengan apa yang mama maksudkan. Maafkan Sabrina yang suka prasangka buruk pada orang lain."


Sabrina merasa sedikit malu dengan apa yang ia lakukan selama beberapa hari ini. Ia malu pada Satya, juga malu pada dirinya sendiri.


Sabrina sudah mengolok-olok Satya dengan sebutan anak manja. Yang sebenarnya, ia tidak tahu apa yang anak manja itu bisa lakukan untuknya.


Ia malu pada dirinya sendiri karena sudah merendahkan orang lain. Ia sudah merasa dirinya hebat, padahal ia tidak punya apa-apa untuk ia banggakan.


Jujur, dalam hati Sabrina ada rasa kagum terhadap Satya. Cowok itu tidak menyombongkan dirinya selama Sabrina menindas dia. Satya juga tidak menjelaskan pada Sabrina apa yang ia punya. Ia malah membiarkan Sabrina menginjak-injak dia dengan berbagai macam ejekan.


Sabrina melihat jam yang terpajang di tembok kamarnya. Sekarang sudah larut malam. Sudah pukul 23:02. Ngobrol dengan mamanya ternyata sudah menghabiskan waktu berjam-jam.

__ADS_1


Tapi, hatinya menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Ia juga tidak memikirkan hal yang buruk lagi tentang Satya. Malahan, ia berpikir sebaliknya tentang laki-laki itu. Ia mengagumi Satya secara tidak sengaja malam ini.


__ADS_2