Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 10


__ADS_3

Kesenangan nya mengunyah apel terganggu karna mendengar suara gaduh dari samping dan menatap tajam.


"Ini yang di namakan keberuntungan"gumam nya dengan mata yang berbinar menatap babi hutan dewasa besar di depan nya.


Tanpa kata ia mengambil parang nya berlari ke arah babi yang juga berlari ke arah nya..


Jleb


Satu kali tebasan babi hutan desa gemuk itu mati di tangan Ming Yue yang menatap puas babi itu.


"Lumayan aku tidak mengeluarkan uang untuk membeli daging jika aku terlalu sering mengeluarkan uang suami ku itu akan curiga nanti"


Ming Yue segera mengikat kaki babi hutan itu dengan sulur pohon karna ia tidak mau mengangkat nya, setelah itu ia mengambil keranjang dan membawa nya turun dari gunung dengan menyeret babi hutan dewasa dengan santai.


Sepanjang jalan menuju rumah banyak warga yang menatap nya dengan pandangan berbeda-beda saat mereka juga ingin ke kaki gunung mengambil kayu bakar atau jamur. Ming Yue dengan acuh melanjutkan langkah nya hingga tiba di rumah.


"Aku kembali"teriak Ming Yue membuka pintu pagar.


Si kembar yang mendengar teriakan kakak ipar mereka berlari keluar dan melongo melihat kakak ipar mereka menyeret babi hutan besar.


"I-ini Ming Yue"kata Nyonya Wei yang sama melongo nya dengan anak-anak.


"Aku melihat nya di hutan bu jadi aku bunuh, lumayan kan untuk kita makan"


"Kakak ipar hebat". Seru si kembar menatap kagum kakak ipar mereka.


"Tentu saja"kata Ming Yue dengan wajah bangga.


"Daging babi sebanyak ini akan kita apakan Ming Yue ini tidak akan habis"tanya Nyonya Wei mengikuti Ming Yue ke halaman rumah belakang.


"Hehe,,aku juga tidak tahu bu"jawab Ming Yue.


"Nanti saja di pikirkan bu aku membersihkan nya dulu"sambung Ming Yue di angguki Nyonya Wei.


"Ibu akan rebus air dulu"


"Terimakasih bu"


Ming Yue menguliti babi hutan besar tersebut setelah menampung darah babi lebih dulu ke baskom,kemudian ia memotong-motong nya. Tak lama Nyonya Wei datang dan membantu menghilangkan bulu babi tersebut setelah menyiram dengan air panas lebih dulu.


"Kita akan berpesta daging malam ini"kata Ming Yue pada si kembar yang melihat dari samping.

__ADS_1


"Terimakasih kakak ipar". Mereka menatap berbinar pada babi besar gemuk tersebut.


"Kalian ini..."Nyonya Wei tertawa pelan melihat menantu dan ketiga anak nya.


Setelah selesai mereka membawa nya ke dapur dan mulai membumbui daging babi yang akan mereka masak. Beruntung semua bumbu di zaman ini sudah lengkap jadi Ming Yue dengan mudah mengolah daging babi itu di bantu Ibu mertua nya.


Selesai mereka duduk di luar dengan memakan buah apel yang telah di cuci oleh si kembar lebih dulu.


"Ming Yue"panggil Yuan Zi dari dalam kamar sedikit berteriak.


Ming Yue yang nama nya di panggil oleh suami nya pertama kali tertegun sebentar kemudian ia melangkah ke kamar di mana suami nya berada.


"Kamu membutuh kan sesuatu"tanya Ming Yue.


"Aku ingin ke kamar mandi"jawab Yuan Zi.


"Okay."


Dia menggendong Yuan Zi ke kamar mandi menyelesaikan urusan nya setelah selesai Ming Yue menggendong Yuan Zi kembali dan menduduk kan nya di kursi.


"Kakak makan lah buah apel ini di bawa kakak ipar dari hutan"kata Mei Nuan.


"Kalau enak makan yang banyak masih banyak di hutan nanti aku akan mengambil nya lagi"kata Ming Yue dengan santai.


"Terimakasih kakak ipar"kata si kembar kompak di angguki Ming Yue yang juga memakan buah apel tersebut.


Mereka menikmati buah apel juga kue-kue dengan teh sambil menunggu makan siang siap.


Di desa heboh Ming Yue yang membawa pulang babi hutan besar dari gunung.


"Kami melihat nya sendiri dia membawa babi hutan itu dari hutan"


"Benar babi hutan dewasa besar"


"Bagaimana dia menangkap nya dan berani sekali ia masuk ke dalam hutan?"


"Mungkin mereka tidak tahu jika banyak binatang buas di hutan".


"Beruntung sekali gadis itu menangkap babi hutan besar."


Dan masih banyak lagi yang jelas mereka semua iri melihat nya,Daging babi itu pasti banyak di desa mereka hanya memakan daging babi jika ada perayaan saja kecuali warga desa yang memang memiliki banyak uang itu pun tidak setiap hari walaupun setiap hari pasti hanya sepotong kecil,sedangkan warga biasa mereka cukup makan apa yang ada.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita meminta ke sana daging babi sebanyak itu juga mereka tidak akan habis bukan"salah satu warga menyarankan.


"Nyonya Ling benar,mereka kan hanya warga pendatang sudah seharus nya membagi pada kita,bagaimana menurut mu Nyonya Wu"


"Tentu saja,kita harus meminta nya"kata wanita yang di panggil Nyonya Wu tersebut.


"Kalau begitu ayo ke sana sekarang"ajak Nyonya Ling pada yang lain.


"Ayo"kata mereka serentak segera bergegas pergi.


Mereka tidak tahu saja sedang berhadapan dengan siapa,Qiao Ming Yue gadis kuat dan ganas juga berlidah tajam pada orang yang tidak ia sukai namun walaupun begitu ia memiliki hati yang baik.


"Seperti nya kita akan kedatangan tamu"kata Ming Yue mendengar langkah kaki cukup banyak dari jauh ke arah rumah nya.


Yuan Zi tertegun sebentar menatap Ming Yue karna ia juga mendengar nya namun ia tidak menyangka jika Ming Yue juga mendengar nya.


Benar saja,tak berapa lama suara pagar terbuka dan orang-orang mengetuk pintu rumah mereka. Nyonya Wei segera membuka pintu di ikuti Ming Yue dan sikembar.


"Ada ya ibu-ibu"tanya Nyonya Wei.


"Kami melihat gadis muda membawa babi besar tadi"ujar Nyonya Ling.


"Benar itu menantu ku"kata Nyonya Wei.


"Sebagai pendatang baru sudah seharus nya kalian berbagi pada warga bukan."


"Benar,,babi itu juga besar tidak akan bisa kalian habiskan jadi kami meminta sebagian"kata Nyonya Xu Ling.


"Kalau aku tidak mau kalian mau apa"tanya Ming Yue menatap mereka dengan santai.


"Ckck,,gadis muda sekarang tidak tahu sopan santun pada yang lebih tua"dengus Nyonya Wu yang menatap mereka semua tidak suka apalagi saat ia melihat banyak barang jadi datang ke rumah mereka.


"Kenapa aku harus sopan pada orang tua jelek seperti mu"


"Sudah jelek rupa jelek pula hati nya"sambung Ming Yue.


Ia menatap mereka satu persatu yang memang tidak terlihat jejak kebaikan sama sekali di wajah mereka.


"Ka-kamu"Nyonya Wu menatap benci ke arah Ming Yue.


"Apa tidak ada istilah seperti itu kalian mengganggu saja,enak saja kalian mau daging babi yang susah aku bunuh"sarkas Ming Yue menarik mereka satu persatu melemparnya dengan kasar ke luar pintu gerbang dan menutup nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2