Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 14


__ADS_3

Ming Yue menatap si kembar yang makan dengan lahap terkekeh pelan begitu juga dengan Shu Fan yang makan masih malu-malu.


"Masakan ibu semakin enak"kata Ming Yue.


"Kakak ipar benar"sahut Ming Yue.


Sedangkan Mo Tian dan Mu Zian mengangguk setuju.


"Kalau begitu kalian makan yang banyak ibu memasak banyak untuk kita"kata Nyonya Wei dengan senang.


"Baik bu"jawab mereka serentak membuat Nyonya tertawa pelan.


"Aiyaa kalian ini kalau urusan makanan cepat sekali"kata nya.


"Kalau tidak makan mati bu, selagi banyak makanan ya di makan sampai kenyang"kata Ming Yue.


"Benar"jawab si kembar kompak sambil tertawa karna mereka juga sama seperti kakak ipar mereka yang suka makan.


"Selesai sarapan sebelum pergi ke gunung Shu Fan antarkan makanan ini untuk nenek mu dulu"kata Nyonya Wei.


"Tapi bibi.."


"Bibi memasak banyak bawa saja nanti"potong Nyonya Wei.


"Terimakasih bibi"kata Shu Fan.


"Sama-sama"jawab Nyonya Wei.


Ia bangga masih ada anak berbakti seperti Shu Fan yang suatu saat sangat di butuhkan kerajaan anak hebat dan baik seperti Shu Fan ini.


"Antarkan dulu makanan itu untuk nenek mu kita akan langsung pergi kami menunggu mu di kaki gunung"kata Ming Yue.


"Baik kakak".Shu Fan segera pergi dengan cepat menuju rumah nya di mana sang nenek berada.


Ming Yue menatap ketiga adik ipar nya dan berkata"Kalian ambil keranjang juga kita berburu buah-buahan nanti".


"Okay"jawab mereka segera mengambil keranjang di dapur.


"Ibu kami pergi dulu"


"Hati-hati"


"Baik Bu"


"Suami ku aku pergi dulu"kata Ming Yue pada Yuan Zi yang ia pindahkan ke kamar mereka lagi.


"Baik,,hati-hati"ujar Yuan Zi.

__ADS_1


"Okay"


Ming Yue segera keluar dari dalam kamar dan mereka pun berjalan menuju kaki gunung dengan santai sambil menunggu Shu Fan datang. Belum banyak warga yang ke kaki gunung atau ke ladang jadi masih sepi.


"Kakak ipar kenapa mereka warga di sini tidak menyukai kita"tanya Mei Nuan.


"Mereka ingin mempertahan kan Klan mereka tanpa mau pendatang yang bukan Klan mereka masuk karna bisa merusak Klan asli "jawah Ming Yue.


"Tapi kita kan tidak membuat masalah dengan mereka kenapa mereka semua seakan memusuhi kita"kata Mo Tian.


"Itu lah salah satu salah mereka yang seharus nya tidak melakukan hal seperti itu pada warga pendatang namun mereka juga seperti itu agar warga pendatang tidak banyak masuk ke desa mereka".


Tiba di kaki gunung mereka mengambil jamur liar sambil menunggu Shu Fan.


"Kakak maaf aku lama"suara Shu Fan terengah-engah karna berlari.


"Duduk lah dulu"kata Mu Zian.


Setelah sepuluh menit membiarkan Shu Fan istirahat mereka pun berjalan ke atas gunung mengikuti Ming Yue yang berjalan di depan.


"Di sini banyak bahan makanan"kata Shu Fan membuat mereka menoleh.


"Bahan makanan yang mana"tanya Mo Tian.


"Itu sayuran liar dan jamur"jawab Shu Fan menunjuk kan nya.


"Memang bisa di makan"tanya Mu Zian.


"Tidak"jawab mereka bertiga kompak memasang wajah polos nya.


Ming Yue terkekeh pelan mendengar pembicaraan mereka mana mungkin tuan putri dan pangeran dari istana besar tahu makanan seperti itu,pikir Ming Yue.


"Buah apel ada di sebelah sana mungkin sudah banyak yang matang"


"Kita cari buah lain nya dulu saat akan pulang baru kita ambil biar tidak membawa berat"sambung Ming Yue.


"Baik kakak Ipar/kakak"kata mereka berempat kompak.


Ming Yue kembali berjalan di ikuti mereka ia menebas penghalang untuk mereka jalan,tidak lama ia melihat batang anggur hitam tidak jauh dari jarak mereka.


"Itu ada anggur hitam"tunjuk Ming Yue.


"Wahh"


"Ayo ambil kakak ipar"kata Mei Nuan dengan semangat.


Mereka segera berjalan cepat bahkan lebih dulu dari Ming Yue yang geleng kepala melihat kelakuan anak-anak di depan nya.

__ADS_1


"Seperti nya aku tidak usah terlalu mengeluarkan banyak uang dulu dan membiarkan mereka belajar mandiri kapan lagi mereka mandiri jika tidak sekarang ke depan nya belum tentu seperti apa juga mengajarkan mereka hidup sederhana".Ming Yue bicara dalam hati nya melihat si kembar yang antusias memetik buah anggur.


"Kakak ipar anggur nya manis"


"Benar kakak coba lah"


"Ya,,kalian makan lah lebih dulu baru memetik untuk di jual tapi jangan makan terlalu banyak mana tahu kita menemukan buah yang lain jadi tidak akan sakit perut jika memakan buah yang lain"jelas Ming Yue.


"Baik kakak ipar/kakak".


Ming Yue pun ikut memakan buah anggur yang memang rasa nya lebih manis dari anggur biasa.


"Sekarang kumpul kan 2 keranjang dulu untuk di penuhi"kata Ming Yue.


"Kenapa dua kakak ipar"tanya Mu Zian.


"Aku melihat ada strobery di sana"tunjuk Ming Yue di sebelah kanan nya.


"Wahh pasti enak"kata mereka.


"Cepat kumpul kan dan kita cepat pulang agar bisa membawa nya langsung ke kota untuk di jual karna masih segar"


"Baik kakak ipar/kakak".


Mereka dengan semangat mengisi keranjang Mu Zian dan Mo Tian lebih dulu di bantu Ming Yue,setelah penuh mereka lanjut ke buah strobery tidak jauh dari tempat mereka menemukan anggur hitam tersebut.


Ming Yue yang kembali di tinggal kan oleh mereka tertawa pelan ia meneteskan air suci milik nya yang ada di ruang di mensi pada batang anggur teesebut agar berbuah besar dan lebih banyak juga rasa nya lebih manis. Ia tahu air suci nya berguna bagi tumbuhan dan hewan sedangkan untuk manusia bisa menyembuhkan.


Maka dari itu dulu saat di jalan ia selalu memberi Yuan Zi minum air suci tanpa sepengetahuan mereka,mungkin tanpa itu mereka tidak akan bertahan sampai ke desa ini. Ia mengetahu nya saat berada di dunia nya dulu karna jika ia juga terluka akan meminum nya juga untuk tumbuhan ia mencoba pada buah yang ada di hutan namun tidak pernah berbuah,setelah ia meneteskan air suci nya tidak lama pohon buah itu berbuah membuat nya senang.


"Berbuah yang banyak Okay biar mereka banyak uang"kata Ming Yue meninggalkan batang anggur itu menuju ke arah adik-adik nya.


"Kakak strobery ini juga manis"kata Mei Nuan.


"Benarkah"


"Ya"


Ming Yue mengambil satu strobery mengelap nya lebih dulu dan memakan nya memang manis dan berair.


"Ayo panen,hari ini cukup tiga buah ini saja besok kita cari buah lain nya lagi"kata Ming Yue.


"Baik kakak"


Mereka memanen memasuk kan nya ke dalam keranjang milik Mei Nuan setelah selesai mereka kembali turun sedikit ke arah pohon apel yang Ming Yue katakan.


"Wah ada ayam hutan"

__ADS_1


Ming Yue mengambil batu dan langsung melemparnya ke arah ayam hutan tersebut,ia mengambil ayam yang sudah pingsan itu memasuk kan nya ke dalam keranjang yang ia bawa juga beberapa kelinci yang mereka tangkap.


Setiba nya di pohon apel mereka kembali memanen nya memenuhi keranjang Shu Fan setelah penuh mereka segera kembali ke rumah dengan wajah senang hanya Ming Yue yang santai sambil memakan buah apel di tangan nya


__ADS_2