
Setelah melihat semua warga berlarian Ming Yue menghela nafas panjang begitu juga dengan Nyonya Wei.
"Aiss mereka semua sangat mengesal kan"dengus Ming Yue.
"Benar,,ibu juga heran mereka tidak ada habis nya membuat ulah pada kita"kata Nyonya melihat warga yang aneh pada mereka.
Yuan Zi menatap istri dengan senyum tipis ia merasa lucu melihat wajah kesal istri nya itu.
"Ibu ke dapur dulu memasak makan siang"kata Nyonya Wei.
"Aku bantu bu".
"Tidak perlu temani saya Yuan Zi lagian hanya memasak saja itu hal mudah".
"Baik bu".
Ming Yue berjalan menghampiri suami nya yang menatap nya membuat nya heran dan salah tingkah.
"Kenapa menatap ku begitu"tanya Ming Yue.
"Istri ku sangat hebat"jawab Yuan Zi.
"Oh tentu saja".Ming Yue menepuk dada nya dengan bangga.
"Ku rasa nanti malam aku akan memberi pelajaran pada mereka lagi"sambung Ming Yue duduk di kursi.
Belum juga menjawab suara seseorang dari pagar kembali terdengar membuat Ming Yue menatap ke arah pagar dan berjalan ke sana.
"Ada apa"tanya Ming Yue menatap Yin Hua yang datang.
"Ini bibi Wei menitip kan benang dan jarum pada ibu ku"jawab Yin Hua memperlihat kan di tangan nya.
"Oh masuk saja ke dalam ibu ku ada di dalam"kata Ming Yue membuka pintu pagar.
"Terimakasih".
Ming Yue mengangguk kan kepala nya kembali duduk di tempat nya tadi memakan kue-kue kering di depan nya.
"Bibi Wei"panggil Yin Hua.
"Ehh ada Yin Hua sudah lama"tanya Nyonya Wei.
"Belum bibi,,ini aku mengantarkan pesanan bibi pada ibu"jawab Yin Hua memberikan nya pada Nyonya Wei.
"Terimakasih,,sampaikan juga pada ibu mu terimakasih"kata Nyonya Wei.
"Baik bibi,,kalau begitu aku pergi dulu bibi".
"Eh sebentar sekalian bawakan juga kue ini ke rumah".
Nyonya Wei segera mengambil keranjang dan mengisi keranjang itu dengan kue-kue kering.
__ADS_1
"Nah bawa pulang"kata Nyonya Wei memberikan nya pada Yin Hua.
"Terimakasih bibi"ucap Yin Hua segera bergegas pulang ia menatap ke arah Ming Yue dan Yuan Zi sebentar menunduk kan kepala nya sopan sebelum pergi.
"Dia kenapa buru-buru begitu"tanya Ming Yue heran padahal tadi dia datang biasa saja.
"Kakak,kakak ipar"panggil si kembar baru kembali ke rumah setelah bermain di rumah Shu Fan hampir seharian.
"Aku kira kalian tidak akan kembali karna bermain hampir seharian"ejek Ming Yue.
"Hehehe kakak ipar kami bermain di sana karna ada teman yang lain juga di situ jadi kami bermain bersama-sama"jelas Mu Zian ikut duduk begitu juga Mo Tian dan Mei Nuan.
"Oh sudah ada teman baru rupa nya,,lagak nye"kata Ming Yue malah membuat mereka tertawa melihat ekspresi kakak ipar mereka yang lucu.
"Kamu juga ada teman baru Mei Nuan"tanya Ming Yue.
"Ada kakak ipar dia seusia dengan ku juga"jawab Mei Nuan senang karna akhir nya memiliki teman perempuan.
"Bagus lah"kata Ming Yue.
"Mereka pendatang juga"tanya Ming Yue di angguki mereka bertiga.
"Lain kali jika ingin bermain ajak ke rumah saja di sini banyak makanan sekalian mereka ikut makan juga"ujar Ming Yue.
"Terimakasih kakak ipar"kata mereka bertiga kompak.
"Sama-sama".
"Sudah lebih baik kakak ipar tadi dia juga ikut bermain dengan kami"jawab Mo Tian.
"Bagus lah jika begitu".
"Setelah makan siang kita ke hutan"kata Ming Yue.
"Kita akan berburu lagi kakak ipar"tanya Mo Tian semangat.
"Bukan,,kita mencari ulat bulu"jawab Ming Yue membuat mereka kebingungan kecuali Yuan Zi yang geleng kepala sudah menebak untuk apa.
"Untuk apa ulat bulu itu kakak ipar"tanya Mu Zian bingung.
"Mengerjai warga"kata Ming Yue tertawa pelan.
"Baik kakak ipar".Mereka menjawab kompak.
Bertepatan dengan itu kereta kuda datang dengan cepat Mo Zian berlari membuka pintu pagar saat melihat kereda kuda milik mereka datang.
"Terimakasih"kata Du Xiang.
"Sama-sama".
"Kakak ipar aku sudah mengatakan nya besok pagi baru akan datang ke mari karna masih ada pekerjaan kata paman itu"lapor Du Xiang pada Ming Yue.
__ADS_1
"Terimakasih,,duduk lah dulu di sini"kata Ming Yue.
"Siapa kakak ipar"tanya Mo Tian melihat pria yang terlihat lebih tua dari nya.
"Halo aku Du Xiang warga desa ini juga usia ku 14 tahun"kata Du Xiang memperkenalkan diri.
"Hallo kakak Du Xiang aku Mo Tian adik nya kakak Yuan Zi,usia ku 10 tahun dan mereka berdua kembaran ku Mu Zian dan Mei Nuan"kata Mu Tian di angguki Du Xiang.
"Mei Nuan,Mo Tian,Mu Zian kemari bantu ibu membawa makan siang ke sana kita makan siang di situ"kata Nyonya Wei dari pintu dapur.
"Baik bu"jawab mereka kompak segera berdiri.
"Cuci tangan mu ke sumur kamu juga ikut makan siang dengan kami"suruh Ming Yue pada Du Xiang.
"Baik kakak". Du Xiang segera ke sumur mencuci tangan nya lalu berjalan ke dapur untuk ikut membantu.
"Aduh terimakasih Du Xian"kata Nyonya Wei.
"Sama-sama bibi".
Mereka membawa peralatan makan mereka semua juga nampan berisi makan siang mereka.
"Ayo mari makan"kata Nyonya Wei setelah Ming Yue membagikan mereka nasi putih.
"Mari makan"kompak mereka.
"Makan yang banyak Du Xiang jangan malu-malu"kata Nyonya Wei melihat Du Xiang.
"Baik bibi".
Mereka makan dengan nikmat di bawah pohon begitu juga Lui yang makanan nya di bawa oleh Mo Tian karna Lui ada di atas.
"Di sini makan enak apalagi jika di tengah ladang pasti akan lebih enak dan berangin"kata Ming Yue menikmati makan siang nya.
"Kakak ipar benar,,memanggang ikan pakai cabai pasti lebih enak lagi kakak ipar"sahut Mu Zian.
Ming Yue mengangguk membenarkan"Jika ladang panen kita akan ke sana untuk memanggang ikan".
"Tapi kita tidak memiliki ladang kakak ipar".
"Sebentar lagi juga kita akan memiliki ladang tenang saja".
"Kakak membeli ladang?".
"Belum sih tapi akan membeli nya".
"Siapa yang menjual ladang kakak sebentar lagi kan akan panen"tanya Du Xiang heran.
"Nanti juga kalian akan tahu"jawab Ming Yue di angguki mereka semua.
"Ibu tidak jadi menanam sayuran di halaman belakang"tanya Ming Yue.
__ADS_1
"Jadi tapi bibit nya belum ada,hanya sayuran liar saja yang ibu tanam itu pun tidak banyak"jelas Nyonya Wei di angguki Ming Yue karna ia memang melihat ada di sana.