
"Jadi kamu sudah mengenal seluk beluk kota itu"tanya Ming Yue di angguki Du Xiang.
"Aku sudah dari kecil bekerja di kota kakak jadi harus tau seluk beluk nya karna ada pereman yang selalu menjajah uang kami jadi untuk mencari tempat pelarian harus tahu jalan melarikan diri"jawab Du Xiang.
"Apa kamu tahu tukang yang bisa di percaya tapi bukan dari desa ini"tanya Yuan Zi.
"Tahu kakak ipar"jawab Du Xiang.
"Bagus,,tolong katakan untuk datang ke sini menemui kami"kata Yuan Zi.
"Baik kakak ipar".
"Oh iya apa ibu mu bekerja juga"tanya Ming Yue.
"Ibu hanya bekerja menjahit baju kakak,,jika ada ada warga desa yang ingin membuat pakaian mereka akan mengantarkan pada ibu"jelas Du Xiang.
"Coba tanyakan pada ibu mu apakah mau bekerja di rumah kami membantu memasak nanti aku akan memberikan upah"kata Ming Yue.
"Baik kakak".
"Kalau begitu aku pergi dulu kakak,kakak ipar mumpung masih belum siang aku akan ke desa sebelah"kata Du Xiang.
"Ehh itu gunakan kereta kuda".
"Baik kakak". Du Xiang bergegas pergi memakai Kereta kuda dengan wajah gembira karna jarang yang menggunakan kereta kuda.
"Ming Yue kenapa harus membayar orang untuk membantu ibu di dapur nak,ibu masih bisa mengerjakan nya sendiri jangan mengeluarkan uang jika tidak perlu begitu apalagi kita akan membangun rumah"kata Nyonya Wei cemas.
"Ibu,,masalah uang ibu tidak usah memikirkan nya,lagi pula jika para pekerja datang mereka akan makan di sini juga nanti ibu akan kelelahan jika sendirian jika ada yang membantu ibu itu lebih jadi ibu cemas"jelas Ming Yue.
Nyonya Wei menatap putra nya yang mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh istri nya itu.
"Istri ku tidak akan bisa membantu ibu di dapur nanti karna akan melatih anak-anak belum juga mencari orang-orang yang kita rengkrut menjadi pasukan bu"kata Yuan Zi.
"Baiklah"Nyonya Wei percaya pada menantu dan anak nya jika sudah akan membuat keputusan.
"Si kembar kemana bu"tanya Ming Yue tidak melihat adik ipar kembar nya.
"Mereka bermain ke rumah Shu Fan"jawab Nyonya Wei.
"Keponakan"panggil suara dari pintu gerbang membuat mereka menoleh.
"Oh kepala desa"ujar Ming Yue membuka pagar rumah nya.
__ADS_1
"Silahkan masuk kepala desa"kata Ming Yue.
"Terimakasih keponakan"kata kepala desa berjalan ke arah bawah pohon.
"Wahh kalian membuat tempat duduk di sini"kata Kepala desa lagi melihat tempat duduk dari bambu yang terlihat nyaman.
"Ya,,lumayan pak kepala desa tempat bersantai"sahut Ming Yue di angguki kepala desa.
"Ingin bicara di sini atau di dalam kepala desa"tanya Yuan Zi.
"Di sini saja keponakan"jawab kepala desa segera duduk.
"Silahkan di minum teh nya kepala desa"kata Nyonya Wei.
"Terimakasih Nyonya".
"Ada apa kepala desa"tanya Yuan Zi.
"Saya ke sini ingin memberikan surat-surat tanah yang sudah selesai"jawab kepala desa memberikan nya pada Yuan Zi.
"Terimakasih"kata Yuan Zi menerima dan memeriksa nya dulu.
"Ada yang ingin sekalian saya tanyakan juga"kata kepala Desa.
"Silahkan".
"Kalau mereka memberi harga yang sesuai kami akan membeli nya".Jelas Ming Yue lumayan untuk menghemat pengeluaran pikir nya.
"Baiklah saya akan tanyakan dulu mereka menjual berapa ladang itu"kata kepala desa.
"Baik tapi kepala desa jangan mengatakan jika kami yang membeli nya aku lihat keluarga itu tidak menyukai kami di sini"kata Ming Yue terus terang karna ia tidak suka basa basi dan lebih terus terang.
Kepala desa mengangguk mengerti karna ia juga dapat melihat nya namun ia maklum saja pada keluarga itu.
"Kalau begitu saya kembali dulu"kata kepala desa setelah Ming Yue memberikan sisa pembayaran tanah juga tips satu tael perak lagi untuk nya.
"Baik kepala desa"kata Nyonya Wei.
Kepala desa meninggalkan kediaman Nyonya Wei dengan senyum mengembang karna Ming Yue kembali memberi tips untuk nya, Ia berjalan menuju balai desa mengatakan soal tanah itu sekalian membagi uang hasil penjualan tanah tersebu.
.....
Balai desa kini heboh kembali setelah di jelaskan oleh kepala desa mengenai tanah yang di jual juga memberikan mereka satu tael perak per rumah dari hasil penjualan.
__ADS_1
"Kenapa menjual tanah itu pada mereka dengan harga murah harus nya jual 20 tael perak atau 25 tael perak per mu nya"kata Xu Damo.
"Benar apalagi mereka banyak memiliki uang"sahut Xu Tao.
"Katakan pada mereka untuk menambah lagi harga tanah itu,,mereka memiliki banyak uang dari hasil berburu di hutan anggap saja mereka memberikan nya juga pada kita"kata Nyonya Wu.
"Saya setuju dengan apa yang di katakan Nyonya Wu,kita sebagai warga asli harus nya kebagian dari hasil hewan buruan yang mereka jual,,bukan kah mereka juga berburu harimau itu harga nya mahal"sahut Nyonya Ling.
Semua warga mengiyakan apa yang di katakan oleh Nyonya Wu membuat kepala kepala desa pusing menghadapi mereka.
"Biasa nya kita menjual 15 tael perak per mu bukan berarti harus sama juga kepada mereka lagi pula surat tanah sudah selesai dan sudah di berikan pada mereka"jelas kepala desa.
"Walaupun mereka sudah memiliki surat itu kita masih bisa meminta tambahan harga tanah itu"kata Nyonya Wu kesal.
"Apa yang di katakan istri ku benar,bagaimana menurut para tetua"ujar Xu Damo.
"Baik kita ke sana untuk meminta tamhaban uang tanah itu"kata Tetua Klan berdiri dari duduk nya. Ia juga ingin kebagian hasil buruan itu.
Jadilah mereka kembali datang ramai-ramai ke rumah Nyonya Wei,Kepala desa hanya bisa menghela nafas lelah mana mungkin mereka mau memberikan nya lagi jika surat tanah sudah ada pada mereka juga mana ada harga tanah semahal itu di desa 15 tael per mu saja itu sudah mahal namun itulah kesepakan warga desa karna juga untuk menghindari warga pendatang ke desa mereka.
Nyonya Wei,Yuan Zi dan Ming Yue yang mendengar langkah kaki banyak ke arah rumah mereka saling menatap satu sama lain.
"Ada apa ramai-ramai ke rumah kami"tanya Nyonya Wei membuka pagar rumah nya.
"kami ke sini ingin meminta uang tambahan tanah yang di jual"jawab Nyonya Wu kesal melihat Nyonya Wei yang cantik.
"Bukan kah kami sudah melunasi nya"tanya Nyonya Wei bingung.
"Harga tanah di jual 25 tael perak per mu, kepala desa salah mengatakan harga"jawab Xu Damo.
"Apa kalian tidak lelah mencari gara-gara pada kami,sebelum kesabaran ku habis lebih baik kalian pergi dari sini"kata Ming Yue mulai kesal pada mereka.
"Wahh Nyonya Wei seperti nya tidak mendidik menantu nya dengan baik bicara pada yang lebih tua saja tidak sopan begitu"dengus Nyonya Wu.
"Kalian yang tidak sopan datang ke sini membuat ulah,surat tanah sudah ada di tangan kami apa kalian ingin aku melapor ke petugas Yemen atas pemerasan"tanya Ming Yue menatap mereka.
"Anda juga sudah tua bukan nya jadi baik malah sebalik nya tidak usah menghasut warga jika kau sendiri yang ingin uang"sambung Ming Yue pada nyonya Wu kesal.
"Ka-kamu".
"Cih kami memiliki banyak uang untuk apa kami menginginkan uang kalian"marah Xu Damo.
"Kalau kalian memiliki banyak uang kenapa malah datang ke sini mengatakan harga tanah itu di tambah"teriak Ming Yue kencang.
__ADS_1
"Kalian pergi sekarang atau..."Ming Yue tidak melanjutkan perkataan nya namun ia menunjuk kan tinju nya pada mereka.
Dengan cepat para warga berlarian dari sana takut dengan wajah menyeramkan Ming Yue seakan ingin mencabik-cabik mereka.