
"Apa di ibu kota ada arena bawah juga"tanya Ming Yue menatap suami nya dengan wajah serius.
"Lebih baik kita bicara di dalam"kata Yuan Zi.
Ming Yue mengangguk setuju segera mendorong kursi roda Yuan Zi ke kamar mereka setelah masuk ia mengunci pintu dan duduk di atas ranjang begitu juga Yuan Zi.
"Kenapa bertanya tentang arena bawah"tanya Yuan Zi.
"Arena bawah ada hubungan nya dengan Bangsawan Wang,Liu mengatakan jika mereka sedang mengumpulkan orang juga di sana dan kini sudah mulai di latih oleh pendekar aliran hitam dia menebak jika pemimpin aliran hitam adalah ayah dari Ratu Jiang"jawab Ming Yue.
Yuan Zi tertegun mendengar nya pantas saja tidak ada yang berani mengusik Ratu Jiang,bukan hanya itu ayah Ratu Jiang memang misterius.
"Aku rasa apa yang di katakan oleh Lui benar karna pangeran kedua juga sering ke arena bawah aku kira dia di sana hanya ingin bersenang-senang saja karna biasa nya para bangsawan akan menghabiskan uang mereka di arena bawah"kata Yuan Zi kini dapat merangkai semua nya yang berhubungan.
"Lui menyarankan pada ku agar dapat menyerang arena bawah agar kita bisa menjadikan mereka mata-mata di setiap sudut terutama di kekaisaran dan ayah dari Ratu Jiang".
"Itu terlalu bahaya".
"Aku tahu tapi jika tidak mencoba tidak akan tahu bukan lagian mereka bukan lawan ku".
Yuan Zi menatap wajah serius istri nya sebentar sebelum berkata,"Baik tapi ingat untuk harus berhati-hati,namun sebelum ke arena bawah ada baik nya musnahkan dulu Bangsawan Wang karna mereka adalah pusat utama informasi untuk di Kekaisaran".
"Aku mengerti".
"Ajak Du Xiang nanti agar memberti tahu mu dimana lokasi nya".
"Itu akan merepotkan ku,ada Lui yang bersama ku nanti".
"Jadi bagaimana rencana mu"tanya Ming Yue.
"Setelah mengurus Bangsawan Wang dan arena bawah,aku akan mengirim surat ke Lembah Gunung memberi tahu kan nya pada mereka,barulah kita akan memutuskan bagaimana untuk bertindak"jawab Yuan Zi.
"Namun ada baik nya juga di sini dulu karna jika peperangan terjadi otomatis mereka akan sibuk jadi kita bisa memperkuat kekuatan seperti kata karna bukan hanya mereka yang berebut tapi kekaisaran lain juga kini bersiap"sambung Yuan Zi.
"Namun kita tidak boleh lengah dan tetap hati-hati juga waspada.
"Aku mengerti".
__ADS_1
"Apa pendekar itu kita akan membunuh nya juga"tanya Ming Yue.
"Sebaik nya ya karna mereka sangat setia pada tuan mereka akan berbahaya jika tidak membunuh mereka"jawab Yuan Zi.
"Kakak,kakak ipar makan malam telah siap"teriak Mo Tian.
"Kami akan ke sana"kata Ming Yue.
"Kita makan malam aku sudah lapar"ujar Ming Yue membuat Yuan Zi terkekeh.
Mereka berdua keluar dari dalam kamar menuju meja bergabung dengan yang lain nya.
"Mari makan"kata Nyonya Wei.
"Mari makan"kompak mereka semua segera menyantap makan malam,Ibu Du dan Du Xiang ikut makan malam bersama mereka begitu juga dengan Shu Fan.
"Oh iya bu Shu Fan mengatakan jika nenek nya ingin meminta pekerjaan pada kita jika ada"kata Ming Yue baru ingat.
"Benarkah Shu Fan"tanya Nyonya Wei.
"Ya bibi"jawab Shu Fan.
"Kalau begitu tanyakan pada nenek mu apakah mau menanam dan merawat kebun di belakang yang rencanya akan di tanam sayuran dan buah"kata Nyonya Wei.
"Terimakasih bibi nanti aku akan mengatakan nya pada nenek"kata Shu Fan di angguki Nyonya Wei.
"Makan lah lagi jika ingin tambah masih ada di dapur"kata Nyonya Wei.
Mereka semua mengangguk kembali makan dengan tenang.Setelah makan Ibu Du dan Du Xiang serta Shu Fan kembali ke rumah mereka setelah membantu membersihkan semua bekas makan mereka membawa makanan ke rumah masing-masing.
"Ibu berarti mereka pangeran dan putri"kata Du Xiang pada ibu Du.
"Benar,,kita harus membantu mereka dengan baik".
"Baik bu".
"Rajin lah belajar bersama mereka untuk kebaikan mu di masa depan". Du Xiang mengangguk membernarkan perkataan ibu nya.
__ADS_1
"Nona"panggil Lui dari pikiran nya.
"Ya".
"Hati-hati ada pengintai masuk di desa namun warga desa tidak ada yang keluar rumah jadi mereka belum ada mendapatkan informasi".
"Apa mereka ke arah rumah ku juga?".
"Belum nona merema masih berkeliling".
"Berapa jumlah mereka".
"Ada tiga orang ".
"Baik aku mengerti pastikan tidak ada warga desa yang mereka temukan untuk melapor jika ada cepat beritahu aku akan membereskan nya".
"Baik".
Ming Yue bersiap dengan memakai pakaian hitam milik suami nya untuk berjaga.
"Ada apa"tanya Yuan Zi menatap istri nya.
"Mereka sudah di desa ini tapi belum ada warga yang keluar jadi mereka belum mendapatkan informasi apapun aku hanya bersiap saat Lui mengabari jadi langsung membereskan mereka"jawab Ming Yue.
"Berhati-hatilah".
Ming Yue mengangguk ikut duduk di samping suami nya menunggu kabar lanjutan dari Lui. Jika memang tidak ada ia akan tetap akan melangkah ke kediaman Bangsawan Wang.
"Aku akan ke kediaman Bangsawan nanti untuk memastikan bagaimana mereka di sana jika memang harus cepat di musnahkan aku akan melakukan dengan cepat"kata Ming Yue menatap suami nya.
Ia akan menghabisi Bangsawan Wang lebih dulu dan arena bawah baru lah ia akan ke gunung menaklukkan para hewan buas di sana untuk pasukan nya,Jika ia lebih dulu ke gunung takut nya mereka akan menemukan suami,ibu mertua dan adik-adik ipar nya saat ia tidak ada.
"Jangan bertindak gegabah".
"Labih baik besok menyamar ke arena bawah dulu pastikan bagaimana di sana baru bertindak".
"Baiklah".Ming Yue setuju dengan apa yang di katakan oleh suami nya ia harus memastikan arena bawah dulu barulah kediaman Bangsawan Wang yang mudah di tangani.
__ADS_1
Orang-orang dari Bangsawan Wang berkeliaran di desa namun tidak ada warga yang keluar rumah,mereka tidak mengetahui jika ada Elang putih memamati mereka dari atas dengan mata tajam.
Lelah berkeliling akhir nya ketiga orang itu meninggalkan desa tersebut kembali ke Kediaman Bangsawan Wang untuk melapor,Begitu juga dengan Lui yang mengikuti mereka memastikan kemana mereka pergi barulah ia kembali ke rumah pohon melapor pada Ming Yue melalaui pikiran.