Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 26


__ADS_3

Malam hari setelah makan malam Ming Yue mengganti pakaian nya dengan serba hitam milik Yaun Zi yang kebesaran namun ia menggulung dan mengikat nya dengan tali.


Yuan Zi sendiri menggeleng tak percaya dengan apa yang di lakukan istri nya,ia membiarkan wanita itu berbuat sesuka hati nya.


"Bagaimana apa aku sudah terlihat seperti pria"tanya Ming Yue berpose di depan Yuan Zi.


Yuan Zi menatap sebentar Istri mungil nya yang memang terlihat seperti pria mungil berwajah cantik dengan mengingat rambut nya tinggi."Sudah mirip tapi pria cantik"jawab Yuan Zi.


"Tentu saja cantik aku memakai apapun akan terlihat cantik"ujar Ming Yue dengan percaya diri.


"Aku pergi dulu seperti nya mereka sudah tidur".


"Hati-hati".


"Okay,,kamu tidur lah lebih dulu".


"Ya".


Ming Yue segera melesat keluar dari dalam rumah menuju rumah warga yang ia incar untuk melampiarkan rasa kesal nya pada mereka. Sepeninggalan Ming Yue, Yuan Zi tidak tidur ia sedera pindah ke kursi roda menunggu istri nya di halaman luar.


Satu persatu rumah yang di masuki Ming Yue ia hantamkan tinju nya pada mereka yang tidur hingga pisang kemudian ia buat babak belur,baik wanita maupun pria tua dan muda tidak lepas dari tinju nya.


"Rasakan"gumam Ming Yue menatap rumah Xu Damo.


Ia pun berjalan santai kembali ke rumah nya saat ia baru saja akan melompati pagar suara deheman membuat nya menoleh.


"Aiss dia mengejutkan ku saja,untung aku tidak jatuh"gerutu nya.


"Masuk dari pagar jangan melompat"kata Yuan Zi.


Ming Yue mengangguk patuh membuka pintu pagar dan menutup nya berjalan ke arah suami nya.


"Kenapa di sini"tanya Ming Yue.


"Menunggu mu"jawab Yuan Zi menatap Ming Yue memberhatikan nya,setelah melihat istri nya baik-baik saja ia memutar kursi roda nya masuk.


"Ayo masuk"ajak nya.


"Okay."


Ming Yue membuka pakaian nya dan mengganti nya setelah itu ia merebahkan tubuh nya di samping Yuan Zi yang lebih dulu berbaring.


"Suami ku,,".


"Besok saja jika ingin bercerita, sekarang tidur ini sudah larut".

__ADS_1


"Baik". Ming Yue memejamkan mata nya untuk tidur,tak berapa lama deru nafas nya mulai tertatur menandakan jika Ming Yue telah tidur lelap.


Yuan Zi yang belum tidur melihat wajah damai istri mungil nya,ia dengan pelan menarik Ming Yue ke dalam pelukan nya lalu tidur.


.....


Pagi hari suara teriakan warga saling bersahutan membuat desa gaduh,wajah mereka bengkak seperti kepala babi saat bangun. Suara tangisan wanita dan rintihan kesakitan menjadi meramaikan desa.


Di rumah Xu Damo ia mendengar istri nya yang mengeluarkan segala umpatan dan caci maki untuk keluarga Nyonya Wei.


"Kenapa ibu tahu jika ini perbuatan mereka"tanya Xu Diang Er putra Nyonya Wei dan Xu Damo.


"Siapa lagi kalau bukan mereka,apa selama ini desa kita pernah ada kejadian seperti ini,setelah mereka datang baru ada kejadian seperti ini"kata Nyonya Wu meringis pelan karna wajah nya bengkat.


Xu Damo mengangguk setuju dengan perkataan istri nya,"Aku akan mengatakan ini kepada kepala desa". Ia segera berdiri dan keluar dari rumah nya menuju rumah kepala desa yang tak jauh dari rumah nya.


Tok tok tok


"Sebentar"teriak dari dalam.


"Aiss mereka semua mengganggu saja pagi-pagi begini"gerutu istri kepala desa Nyonya Ji.


"Ada ap-a..?"


"Ehh wajah mu juga bengkak begitu"tanya Nyonya Ji pada Xu Damo.


"Suami ku sedang berkeliling bersama tabib mungkin sebentar lagi akan datang"jawab Nyonya Ji.


Xu Damo mengangguk,ia segera pergi kembali ke rumah nya menutupi wajah nya yang bengkak.


"Bagaimana"tanya Nyonya Wu.


"Kepala desa sedang berkeliling memeriksa warga bersama tabib Xu mungkin sebentar lagi akan datang ke sini"jawab Xu Damo.


Tok tok tok


"Xu Damo apa kalian di dalam"teriak kepala Desa.


"Ya".Xu Damo membuka pintu mempersilahkan kepala desa dan tabib Xu masuk memeriksa mereka.


"Bagaimana tabib Xu"tanya kepala desa.


"Sama seperti yang lain kepala Desa tidak terlalu parah beberapa hari luka nya akan sembuh"jawab tabib Xu memberikan obat untuk mereka.


"Kalian istirahat lah kami permisi dulu"kata kepala Desa.

__ADS_1


"Tunggu dulu kepala desa" .


"Ada apa lagi"tanya kepala Desa,kepala nya sudah pusing mendengar keluhan warga juga ia lapar sudah lewat sarapan pagi.


"Begini kami tahu siapa yang membuat kekacauan ini"jawab Xu Damo.


"Memang siapa".


"Siapa lagi kalau bukan pendatang baru itu,hanya mereka yang berani berbuat begini"kesal Nyonya Wu.


"Kenapa kalian tahu"tanya kepala desa.


"Kami sebelum nya pergi ke sana namun menantu Nyonya Wei melempari kami batu hingga kepala benjol"jawab Nyonya Wu.


"Kita harus bertindak kepala desa jika terus di biarkan mereka akan menjadi" ujar Xu Damo.


"Terserah kalian saja"kepala Desa bergegas pergi keluar tidak mau berdebat lagi dengan mereka karna ia tahu bagaimana keluarga itu.


.....


Di kediaman Nyonya Wei mereka menikmati sarapan dengan santai dengan roti kukus isi daging,penekuk bawang juga sup daging tanpa tahu kehebohan di desa.


"Setelah makan kalian antarkan juga makanan ini untuk Shu Fan dan nenek nya"kata Nyonya pada Mu Zian dan Mo Tian.


"Baik bu". Kedua nya menjawab dengan kompak.


"Aku akan menemui kepala desa menanyakan tanah itu apa mereka mau menjual nya pada kita".Ming Yue membuka suara nya setelah ia meminum habis sup daging di mangkuk nya.


"Kita pergi bersama"kata Yuan Zi.


"Baik"jawab Ming Yue tidak keberatan.


"Kalau harga nya mahal tidak usah beli kita perbaiki rumah ini saja".


"Ibu tenang saja uang ku banyak, hanya membeli tanah kita tidak akan kehabisan uang".


Ming Yue berucap santai karna memang benar bukan uang di ruang dimensi nya banyak walaupun itu uang curian sudah jadi milik nya,lagian bukan hanya dia yang memakai mereka yang anggota kerajaan jadi tidak akan dosa,anggap saja menyimpan uang mereka yang di ambil,pikir nya.


"Baik"Nyonya Wei menurut saja apa yang mau di lakukan oleh menantu nya,malah ia bersyukur dengan adanya Ming Yue bersama mereka jika tidak entah apa yang akan terjadi pada mereka.


"Ibu akan ke gunung mengambil kayu bakar bersama ibu Yin"sambung Nyonya Wei.


"Aku ikut"kata Mei Nuan.


"Ya".

__ADS_1


"Setelah urusan dengan kepala desa selesai aku akan menyusul ibu ke sana"kata Ming Yue. Ia kasihan jika ibu mertua nya nanti membawa kayu bakar itu.


__ADS_2